FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA TINGKAT PENGAWASAN PETUGAS PADA PT. ANGKASA PURA I DI BANDARA KUALA NAMU


Nama :

Irfan Handi Prabowo           224110041

M. Hamdhani M.S                 224110043

Miranti Pratiwi Lantah         224110056

David Prihanto                       224110090

Kelompok :    6

S1 MTU D (11)

  1. Latar Belakang Masalah

Di masa sekarang , pengawasan terhadap kinerja dari petugas bandara sangatlah penting untuk dilakukan. Dikarenakan dengan adanya pengawasan akan membantu kelancaran operasional dari suatu perusahaan penerbangan, bukan hanya kelancaran terhadap operasional bandara saja.

Banyak contoh Bandar Udara Internasional di Indonesia yang bagus tetapi pengawasan terhadap barang bawaan penumpang kurang baik. Berbeda dengan bandar udara di negara-negara lain, yang sangat memperhatikan barang bawaan dari penumpang. Biasanya barang-barang berharga dipisahkan terlebih dahulu oleh petugas bandara, sehingga memperkecil kemungkinan hilang atau rusak. Sangat berbeda dengan yang terjadi di Negara Indonesia.

Disaat seorang penumpang menyerahkan bagasinya di counter check-in dan penumpang tersebut diberikan baggage tag maka seharusnya bagasi tersebut telah menjadi tanggung jawab dari Maskapai Penerbangan yang bersangkutan. Bagasi dari penumpang tersebut juga diberikan tag (label) yang sesuai dengan flight number (nomer penerbangan) dari penumpang tersebut, dilampirkan juga keterangan untuk penerbangan selanjutnya jika penumpang tersebut transit atau transfer di bandara lain. Biasanya beberapa maskapai penerbangan menyerahkan urusan check-in, pengurusan bagasi dan juga penyiapan pesawat terbangnya kepada perusahaan Ground Handling.

Kasus-kasus yang pernah terjadi adalah penjebolan bagasi oleh petugas ground handling itu sendiri, seperti yang pernah terjadi di Bandara Kuala Namu. Biasanya terjadi ketika gerobak angkutan dari bagian baggage make up ke pesawat terbang. Ada juga kasus dimana terjadinya kerja sama antara beberapa petugas ground handling suatu maskapai penerbangan dengan pihak keamanan dari maskapai penerbangan yang lainnya.

Cara untuk mengurangi kejadian-kejadian tersebut adalah dengan menambah pengawasan terhadap kinerja dari petugas ground handling maupun petugas maskapai penerbangan, seperti memasang CCTV. Kejadian-kejadian tersebut jauh berkurang setelah pihak bandara dan perusahaan ground handling memasang CCTV di area baggage make up dan baggage break down. Adapun sering terjadi bagasi tidak ada, sebenarnya bagasi tersebut tidak hilang melainkan tersesat atau tiba di bandar udara lain, ataupun bisa tiba di negara lain. Hal itu dapat terjadi karena salah memasang label atau penumpang lupa untuk mencabut label penerbangan sebelumnya.

Berdasarkan uraian diatas maka kami tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah proposal skripsi/karya ilmiah yang berjudul: “FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA TINGKAT PENGAWASAN PETUGAS PADA PT. ANGKASA PURA I DI BANDARA KUALA NAMU”

Iklan

One thought on “FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA TINGKAT PENGAWASAN PETUGAS PADA PT. ANGKASA PURA I DI BANDARA KUALA NAMU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s