E-Immigration Soekarno-Hatta (BAB-1)


Ketua Kelompok:
Agmi Pradini Arifani (2241.11.135)

Anggota Kelompok:
Novi Amelia Sari (2241.11.056)
Iwan Syukuri (2241.11.112)
Nur Hazhiyah Dirayati (2241.11.145)
Yulia Endang Tri Wahyuni (2241.11.146)
Ammy Diah Kusuma Wardhani (2241.11.188)

BAB I

PENDAHULUAN

 

I. I      Latar Belakang

Dewasa ini bepergian dengan menggunakan pesawat udara bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia, baik yang sekedar jalan-jalan, urusan bisnis, dan lain sebagainya. Mereka memilih moda transportasi udara karena moda transportasi ini mengutamakan keefisienan waktu, apalagi ketika penumpang ingin melakukan perjalanan ke Luar Negeri.

Ketika penumpang atau pelancong ingin melakukan perjalanan ke Luar Negeri maka pelancong membutuhkan passport sebagai dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang yang memuat identitas pemegangnya yang berlaku untuk melakukan perjalanan  antar negara. Passport yang dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi tersebut kini tidak hanya passport biasa, namun adapula E-passport atau elektronik passport yang saat ini baru sebagian masyarakat Indonesia saja yang menggunakannya. Dalam passport tersebut tertanam sebuah chip yang berisikan biodata pemegang beserta data biometriknya, data biometric ini disimpan dengan maksud untuk lebih meyakinkan bahwa orang yang memegang passport adalah benar orang yang benar memiliki passport tersebut.

Ketika ingin bepergian ke negara lain, maka pelancong juga diharuskan melewati proses imigrasi dimana petugas imigrasi akan memeriksa kelengkapan dokumen perjalanan dan melakukan pengecekan antara data yang berada di passport dengan data aslinya. Proses ini sering kali memakan waktu yang cukup lama sehingga membuat para penumpang menjadi tidak nyaman karena harus antre cukup panjang. “Hal paling menjengkelkan saat pergi ke Luar Negeri itu saat ada di Imigrasi, repot harus antre panjang,” kata Nurmala, seorang pegawai Bank. Belum lagi ketika terjadi masalah ketika Peak Season tiba maka antrian akan dua kali lipat lebih panjang daripada biasanya. Penyebab kepadatan tersebut adalah kurangnya counter imigrasi yang melayani penumpang, serta waktu yang cukup lama untuk pemeriksaan data dari setiap penumpang.

Oleh karena itu, kelompok kami mencoba berinovasi dengan merencanakan hal yang baru yang lebih efektif dan efisien. Kami akan membahas mengenai Penggunaan E-Immigration di Bandara International Soekarno-Hatta. E-Immigration merupakan sebuah teknologi baru, yang akan menjadi fasilitas dari sebuah airport dan sangat membantu dalam pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dalam penulisan ini juga akan dijelaskan mengenai cara kerja dan fungsi dari alat tersebut.

I. II     Rumusan Masalah

  1. Adanya antrian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
  2. Waktu pemeriksaan yang terkadang memakan waktu cukup lama.
  3. Seringnya terjadi kesalahan saat pemeriksaan Imigrasi.

I. III    Tujuan

  1. Mengoptimalkan pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, khususnya dalam pemeriksaan imigrasi.
  3. Meningkatkan sistem keamanan dalam pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s