Gondola sebagai Pengurai Kepadatan Passenger Movement di Bandara Soekarno-Hatta (Part 3)


Ketua Kelompok :

Imam Reza Darmawan (2241.11.184)

Anggota :

  1. Lia Alvianita (2241.11.092)
  2. Amalia Fitria (2241.11.152)
  3. Arum Anggorowati (2241.11.178)
  4. Friesty Agustin (2241.11.229)
  5. Suci Maghfirah (2241.11.257)

BAB II

LANDASAN TEORI

 

            Pengangkutan atau transportasi adalah pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Proses perangkutan merupakan gerakan dari tempat asal, darimana kegiatan itu dimulai, ke tempat tujuan, ke mana kegiatan itu berakhir. Unsur-unsur pengangkutan itu sendiri adalah adanya muatan yang diangkut, adanya kendaraan sebagai alat angkutan, ada jalan yang dapat dilalui, ada terminal asal dan tujuan, serta ada sumber daya manusia, organisasi atau manajemen yang menggerakkan kegiatan transportasi tersebut. Nasution (2004: 15).

            Dalam hal ini gondola pada penerapannya di Soekarno-Hatta digunakan untuk mengangkut penumpang yang ingin berpindah dari satu terminal ke terminal yang menjadi tujuan penumpang. Dengan jalur yang dilalui gondola berupa direct track maka akan lebih cepat dalam mengurai perpindahan penumpang dibandingkan dengan shuttle bus yang memiliki jalur yang tidak fleksibel dan riskan terhadap kemacetan.

            Sistem transportasi berkelanjutan lebih mudah terwujud pada sistem transportasi yang berbasis pada penggunaan angkutan umum dibandingkan dengan sistem yang berbasis pada penggunaan kendaraan pribadi. Sistem transportasi berkelanjutan merupakan tatanan baru sistem transportasi di era globalisasi saat ini. Persoalan transportasi menjadi persoalan yang memerlukan perhatian dan kajian dari berbagai perspektif ilmu (Schipper, 2002:11 -25).

            Gondola merupakan sistem transportasi kontinuitas yang berbasis pada penggunaan angkutan umum. Gondola mendukung transportasi lain seperti shuttle bus yang sudah diterapkan saat ini dalam perpindahan penumpang antar terminal dan membantu dalam penguraian kepadatan pergerakan penumpang di dalam bandara. Dalam menerapkan gondola harus dikaji secara komprehensif dari berbagai disiplin ilmu agar gondola dapat bekerja dengan efektif.

            Perubahan dari keluaran per unit dari sejumlah masukan (Thomson,1974). Dengan penerapan gondola, perpindahan penumpang menjadi lebih efektif. Keefektifan gondola dapat diukur dengan lancarnya aktivitas ekonomi di bandara. Hal ini berimplikasi kepada semakin cepatnya perputaran uang di bandara yang  menjadikan bandara lebih profitabel. Menjadikan gondola sebagai ikon bandara maka akan memberikan added value bagi bandara karena dapat menarik minat wisatawan asing ataupun domestik.

One thought on “Gondola sebagai Pengurai Kepadatan Passenger Movement di Bandara Soekarno-Hatta (Part 3)

  1. teori transportasi dari Nasution diganti, gunakan teori lain jangan itu karena kalian hanya menyalin dari tugas dan skripsi kakak kelasmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s