SkyBridge Bandara Soekarno-Hatta (Bab II-Revisi)


Kelompok :

  1. Sarah Evani B.         (224111003)
  2. Deri Sully A.              (224111022)
  3. Puput M.                    (224111034)
  4. Novita Rosy              (224111046)
  5. Rizkita Putri              (224111067)
  6. Nur Hasanah            (224111203)

 

BAB II

Landasan Teori

 

Berdasarkan undang-undang penerbangan no. 1 tahun 2009 pasal 1 menyatakan bahwa “Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan bandar udara dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo dan/atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau antarmoda serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.” Selain itu masih di dalam pasal tersebut dinyatakan pula bahwa “Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.”

Sesuai dengan pernyataan di atas, maka dibutuhkan sarana atau fasilitas penunjang yang akan membantu performa dari fasilitas atau sarana pokok. Sarana pokok disini adalah Bandar Udara, dengan di dukung berbagai macam fasilitas penunjang yang sudah ada dan yang akan ada salah satunya adalah SkyBridge.

SkyBridge dapat juga disebut SkyWalk. SkyBridge ini adalah salah satu jalur pejalan kaki yang berupa ruang tertutup agar pemakainya terlindung dari cuaca dan menghubungkan 2 bangunan atau lebih. Pada umumnya SkyBridge ini dimiliki oleh pebisnis dan bersifat komersil bukan sebagai area publik seperti jalur pedestrian. SkyBridge biasanya terletak dua lantai di atas permukaan tanah meskipun terkadang lebih dari itu seperti yang ada pada Petronas Tower. Ruang pada SkyBridge sering digunakan untuk bisnis retail, sehingga area sekitar SkyBridge dapat berfungsi sebagai Shopping Mall.

Sedangkan dalam penggunaannya di bandara hanya beberapa hal saja yang dapat diaplikasikan pada SkyBridge ini nantinya. Selain itu didukung oleh beberapa fasilitas, seperti :

  1. Passenger Conveyor atau jalur pejalan kaki yang merupakan instalasi power-driven yang berjalan secara terus-menerus, serta menggabungkan palet bergerak dan pegangan tangan yang ditujukan untuk perpindahan penumpang di dalam skybrigde secara horizontal untuk memperlancar kegiatan perpindahan penumpang dari satu terminal ke terminal lainnya dengan tujuan untuk menyebar arus lalu lintas penumpang.

 

  1. Layar Ultra HD disepanjang salah satu sisi dinding SkyBridge yang menggunakan jenis 8K Fulldome dengan resolusi 8192 × 8192 (67,1 megapixel) dan resolusi proyeksi yang modern yang sering terlihat di planetarium. 8K Fulldome lebih dari 4 kali lebar dan lebih dari 7 1/2 kali resolusi tinggi format HDTV 1080p, dengan tiga puluh dua kali lebih banyak piksel keseluruhan.

 

  1. Pada  sisi yang menghadap ke Apron terbuat dari kaca yang memungkinkan penumpang untuk melihat kegiatan lalu lintas di Apron. Dilengkapi dengan peredam suara yang berguna untuk mengurangi tingkat kebisingan di dalam SkyBridge.

One thought on “SkyBridge Bandara Soekarno-Hatta (Bab II-Revisi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s