FASILITAS PENUNJANG DAN AKSESBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS TUNANETRA DI BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA (part 3)


Nama :

Amanda Nurul Alifah 224111097

Anisa Sholihah 224111281

Ferdy Tri Whardana 224111259 (Ketua kelompok)

Trianto Lintang 224111017

S1 MTU D 2011

berikut ini adalah landasan teori bab 2 dari karya ilmiah yang kami buat:

BAB II

LANDASAN TEORI

  1. Manajemen Publik

  1. Pengertian Manajemen Publik

Menurut Keban, 2004 Manajemen publik adalah suatu kinerja yang kompleks dari aktornya yakni pemerintah dan pegawai-pegawainya atau departemen terkait guna melakukan pelayanan kepada publik atau masyaakat luas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Dalam hal ini kegiatannya tidak dilakukan karena profit atau keuntungan tetapi karena kewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga harus memperhatikan manajemen semua aspek yang menjadi penunjang kinerja organisasi.

Jadi dijelaskan di sini bahwa manajemen publik tidak berorientasi pada profit sebagai tujuan atau hasil akhir, tapi lebih kepada proses yang ada di dalamnya sehingga membentuk dan mengarah pada pelayanan publik.

  1. Pengertian Pelayanan Publik

Menurut Widodo Joko, 2010 Pelayanan Publik dapat diartikan sebagai pemberian pelayanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan di tempat publik tersebut dengan berupa fasilitas – fasilitas atau aksesibilitas sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah di tetapkan.

  1. Penyandang Cacat (Disabilitas) dan Aksesibilitas atau Fasilitas – Fasilitas Publik yang Melayani Mereka
  1. Pengertian dan Bentuk Aksesibilitas Bagi Mereka

Penyandang disabilitas adalah mereka yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama di mana ketika mereka menjalani aktivitas, memerlukan alat bantu khusus, akses dan fasilitas yang diperuntukan bagi mereka.

Menurut Undang – Undang No.19 Tahun 2011 Lampiran Pasal 9 (1), mengenai aksesibilitas disitu dijelaskan bahwa: Agar penyandang disabilitas mampu hidup secara mandiri dan berpartisipasi secara penuh dalam semua aspek kehidupan, Negara-Negara Pihak harus mengambil kebijakan yang sesuai untuk menjamin akses bagi penyandang disabilitas, atas dasar kesetaraan dengan yang lainnya, terhadap lingkungan fisik, transportasi, informasi, dan komunikasi, termasuk teknologi dan sistem informasi dan komunikasi, serta terhadap fasilitas dan layanan lainnya yang terbuka atau tersedia untuk publik, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Kebijakan-kebijakan ini, yang harus meliputi identifikasi dan penghapusan kendala serta halangan terhadap aksesibilitas, harus diterapkan pada, antara lain:

(a) Gedung, jalan, sarana transportasi, dan fasilitas dalam dan luar ruang lainnya, termasuk sekolah, perumahan, fasilitas medis, dan tempat kerja;

(b) Informasi, komunikasi, dan layanan lainnya, termasuk layanan elektronik dan layanan gawat darurat.

  1. Penanganan Penumpang Disabilitas di Bandar Udara

Jika dikaitkan bunyi pasal di atas dengan bagaimana aksesibilitas bagi penyandang tuna netra di bandar udara, maka sudah dirumuskan juga bahwa hal tersebut harus tersedia, sebagaimana diatur menurut Undang– Undang No.1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan mengenai Pelayanan dan Fasilitas Khusus, berbunyi:

Pasal 239

(1) Penyandang cacat, orang sakit, lanjut usia, dan anak – anak berhak memperoleh pelayanan berupa perlakuan dan fasilitas khusus dari badan usaha bandar udara atau unit penyelenggara bandar udara.

(2) Pelayanan berupa perlakuan dan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. pemberian prioritas pelayanan di terminal;

b. menyediakan fasilitas untuk penyandang cacat selama di terminal;

c. sarana bantu bagi orang sakit;

d. menyediakan fasilitas untuk ibu merawat bayi (nursery);

e. tersedianya personel yang khusus bertugas untuk melayani atau berkomunikasi dengan penyandang cacat, orang sakit, dan lanjut usia; serta

f. tersedianya informasi atau petunjuk tentang keselamatan bangunan bagi penumpang di terminal dan sarana lain yang dapat dimengerti oleh penyandang cacat, orang sakit, dan lanjut usia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s