AIRBUS 320 untuk CITILINK


Nama   : Rizky Hafiz

Nim     : 2241.08.029

Citilink ialah anak perusahaan dari Garuda Indonesia, flag carrier Negara tercinta kita ini. Para pembaca tentu mengetahui bahwa Citilink adalah maskapai dengan system low cost carrier, akan tepai dewasa ini Citilink melakukan banyak perkembangan untuk dapat bersaing secara kompetitif dengan competitor lainnya seperti Air Asia, Batavia, Sriwijaya, Lion dan lain-lain. Belum lama ini, pihak Citilink melakukan pengembangan dengan pengadaan pesawat untuk peremajaan dan penambahan armada yang sudah terdahulu digunakan oleh Citilink.

Tersiar kabar, sekitar 50 pesawat jenis Airbus buatan perancis itu telah dipesan oleh pihak Garuda/Citilink dalam pengadaan armada pesawat untuk Citilink dengan system 25 pesawat sewa beli kemudian sisanya menjadi opsi cadangan jika suatu saat Garuda akan melakukan pengadaan kembali (sistem panjer atau tanda jadi tetapi tidak berarti berbentuk nominal tetapi bisa berbentuk kesepakatan/perjanjian).

Tentunya dalam dunia bisnis pasti ada suatu kesenjangan atau pro dan kontra, ada timbul pertanyaan kenapa Garuda tidak memilih Pesawat jenis B738 NG tetapi pihak Garuda/Citilink mempunyai beberapa alasan yang kuat menganai pengadaan armada pesawaat tersebut diantara lainnya ialah keefektifan dan keefisiensian diantara kedua pesawat tersebut. Pada pergelaran Paris Air Show 2011 20-26 Juni 2011, Penandatanganan pemesanan akan dilakukan pada 21 Juni mendatang di Paris kemudian proses delivery-nya akan dilakukan bertahap mulai tahun 2014 mendatang, menurut pejabat Garuda/Citilink.

Pesawat yang awalnya digunakan oleh garuda kemudian masih digunakan hingga sekarang pada Citilink yaitu B733 akan di non aktifkan dan menambahkan setiap tahun A320 yang akan dikirim 2014. Suatu harapan terbuka lebar dengan adanya hal tersebut dalam penerbangan Indonesia, agar bisa tercapainya keamanan, kenyamanan hingga keselamatan dapat terwujud secara maksimal dan bisa menjadi moda transportasi unggulan bangsa Indonesia sehingga tidak dianggap sebelah mata lagi oleh penerbangan international serta meningkatnya pelayanan jasa terhadap masyarakat.

MASKAPAI BARU, PILIHAN BARU, HARAPAN BARU, MASA DEPAN BARU UNTUK PENERBANGAN INDONESIA KU


Nama   :           Rizky Hafiz

Nim     :           2241.08.029

Seperti judul di atas penulis mencoba menumpahkan suatu informasi tentang penerbangan Indonesia dan sebagai mahasiswa Transpor Udara untuk syarat tugas mandiri. Dewasa ini kita sudah banyak mengetahui tentang kondisi penerbangan yang di Indonesia, banyak hal yang terjadi didalamnya antara lain adalah kasus kecelakaan yang tak kunjung ada jalan keluarnya, pengadaan pesawat yang belum terlisensi oleh FAA sampai tingkat keamanan serta kenyamanan masih belum tercapai oleh airlines yang ada di Indonesia. Namun, penyebab itu semua kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak saja karena kita semua bertanggung jawab untuk bisa mencapai tujuan tersebut yaitu terciptanya keamanan serta kenyamanan dalam penerbangan di Indonesia.

Dalam waktu dekat ini, dunia penerbangan Indonesia akan diramaikan dengan hadirnya satu maskapai penerbangan baru yaitu Pasific Royale Airways. Menurut sumber yang saya ketahui, maskapai baru tersebut berusaha untuk menembus pasar Indonesia dengan strategi Full Sevices. Dalam Undang-Undang No 1 tahun 2009 tentang penerbangan menyebutkan bahwa salah satu syarat perusahaan penerbangan adalah mempunyai 10 armada pesawat, 5 hak milik dan sisanya diperbolehkan untuk sewa. Selangkah lagi proses yang harus dilakukan oleh airlines baru tersebut adalah memperoleh surat Izin Usaha Penerbangan(SIUP) kemudian mendatangkan pesawat yang digunakan untuk melayani masyarakat pengguna jasa transportasi udara. Syarat lainnya untuk mendirikan suatu perusahaan penerbangan yang tertera dalam UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan adalah maskapai penerbangan nasional mayoritas sahamnya harus dimiliki oleh investor local.

Pada saat ini, potensi pasar yang masih sangat bagus adalah layanan full services yang masih banyak belum diberikan oleh maskapai di Indonesia yang sudah ada terlebih dahulu. Hal tersebut lah yang menjadi salah satu strategi yang akan digunakan oleh Pasific Royale Airways yaitu dengan memberikan layanan full services, sementara hanya Garuda Indonesia saja yang baru memberikan layanan full tersebut dan akan menjadi pesaing tunggal Pasific Royale Airways dalam bisnis penerbangan local. PT Pacific Royale Airways akan berbasis di Jakarta (menurut sumber).

Belajar dari pengalaman dan banyak kasus yang terjadi, dengan hadirnya maskapai baru ini bisa menjadi harapan baru dan menjadi masa depan yang cerah untuk penerbangan di Indonesia terutama masyarakat dalam memilih jasa penerbangan yang memberikan layanan full services atau kelas maksimum sehingga bisa tercapainya tingkat keamanan serta kenyamanan yang tinggi. Tentunya hal tersebut bisa mencapai tujuan dengan semua pihak diantaranya Regulator, Operator sampai masyarakat bisa bertanggung jawab atas porsedur dan ketentuan yang berlaku.

Pesawat Impian Masa Depan


Nama   :          Widodo Aryodanu

Nim     :           2241.08.030

Tugas 11

Teknologi semakin hari semakin berkembang, tidak jarang jika suatu teknologi bisa diterima oleh akal sehat manusia. Tentunya, dalam dunia penerbangan teknologi sangat berperan aktif dalam perkembangannya dan teknologi yang dibutuhkan untuk penerbangan tentunya yang berteknologi tinggi dari segi design interior, eksterior dan mesin pesawat yang semakin canggih. Suatu ide terlintas untuk menulis di blog ini sebagai pelengkap tugas mandiri dan berbagi informasi terhadap pembaca.

Dalam dunia penerbangan, factor keamanan dan keselamatan sangat lah penting tetapi tidak mengesampingkan factor kenyamanan sebagai pelayan jasa. Adalah Airbus pabrikan pesawat asal Perancis yang akhir-akhir ini mengeluarkan grand design tentang pesawat di masa depan yang akan datang, Airbus mengungkapkan konsep pesawat masa depan yaitu futurtistik yang menggunakan dinding kabin transparan yang memungkinkan terciptanya suasana kabin yang alami dengan pencahayaan langsung dari sinar matahari pada saat siang hari dan pencahayaan dari luar maupun dalam jika saat malam hari.

Pesawat tersebut mungkin baru akan diproduksi diproduksi tahun 2050 dengan dilengkapi fasilitas hiburan yang interaktif dan teknologi yang saat ini mungkin baru angan-angan. Namun, pihak Airbus akan tetap melaksanakan program kerja masa depan karena pihak Airbus telah melakukan berbagai riset dan survey berdasarkan konsep cinta terhadap lingkungan. Perlu kita ketahui semua adalah kabin pesawat berkiblat terhadap tulung belakan burung, struktur tersebut bisa lebih efisien secara keseluruhan. Dengan hal ini, sautu saat kita semua berharap bahwa dengan adanya ide cemerlang ini terwujud dan memberikan suatu pengalaman yang lebih dan tak terlupakan.

Ruang Khusus Bagi Ibu Menyusui di Hang Nadim Batam


Nama   : Rizky Hafiz

Nim     : 2241.08.029

Pelayanan adalah hal yang paling vital bagi semua orang, terutama pelayanan jasa terhadap penumpang yang diberikan oleh pihak yang terkait seperti otoritas bandara, maskapai penerbangan serta pihak yang mendukung lainnya. Dikesempatan kali ini saya ingin mengutarakan tentang fasilitas di suatu bandara dan berniat untuk saling berbagi informasi terhadap pembaca atau teman teman mahasiswa.

Tentu kita tahu semua, jika ada seorang ibu menyusui pastinya akan merasa risih dan malu jika harus menyusui bayinya didepan umum. Secara langsung, hal seperti itu lah yang harusnya juga menjadi perhatian oleh pihak pelayan jasa untuk dapat melayani segala jenis kebutuhan masyarakat. Bandara Hang Nadim Batam melihat factor tersebut dan membuat sebuah privat room khusus untuk para ibu menyusui, hal tersebut dilakukan untuk menambah pelayanan terhadap masyarakat dalam upaya peningkatan kenyamanan pengguna jasa transportasi udara terutama fasilitas yang ada di bandara. Menurut sumber, di bandara – bandara lain banyak yang belum yang melakukan seperti itu. Suatu nilai plus untuk bandara Hang Nadim Batam, perlu diketahui bahwa tempat khusus tersebut bebas dari biaya apapun dan jika ada yang menggunakan ruangan tersebut maka akan ada petugas yang siap melayani segala kebutuhan si pengguna.

Privat Room tersebut diciptakan khusus untuk bagi para kaum hawa dan sangat tidak diperkenankan bagi kaum adam untuk berada didalamnya. Tentu semua berharap jika pelayanan seperti itu dapat diterapkan di setiap bandara yang ada di Indonesia dalam rangka pemenuhan segala jenis kebutuhan masyarakat pengguna jasa transportasi udara serta upaya peningkatan pelayanan demi terciptanya suatu kenyamanan yang dirasakan.

TANKER AIRCRAFT


Nama   : Rizky Hafiz

Nim     : 2241.08.029

Dalam dunia penerbangan tentu kita mengenal dengan jenis pesawat pengangkut seperti penumpang, barang/kargo, surat dan lain-lain. Namun perlu kita ketahui bahwa ada juga pesawat pengangkut yang diperuntukan untuk mengangkut fuel atau bahan bakar untuk pesawat yang ingin melakukan refueling di udara atau pada saat airbone. Pesawat tersebut dinamakan TANKER AIRCRAFT, ini menjadi inspirasi saya untuk berbagi kepada pembaca.

Pengisian bahan bakar atau refueling bisa dikatakan adalah proses pengalihan bahan bakar dari satu pesawat A ke pesawat B sebagai penerima selama di udara atau penerbangan, pesawat A ialah pesawat tanker. Dalam hal ini semua jenis pesawat bisa melakukan tanking di udara, seperti halnya pesawat penumpang, pesawat kargo, bahkan pesawat tempur sekalipun. Pesawat penerima bisa tetap berada di udara walaupun dalam proses refueling bahan bakar.

Proses pengisian bahan bakar di udara berguna untuk memaksimalkan Maximum Take Off Weight suatu pesawat untuk membawa muatan yang lebih banyak atau besar dengan cara meminimumkan bahan bakar yang dibawa kemudian pada saat di udara pesawat tersebut melakukan tanking refueling dengan tanker aircraft. Hal tersebut juga bisa digunakan untuk memperpanjang jarak tempuh suatu pesawat dan memungkinkan penghematan bahan bakar yang digunakan oleh pesawat dalam penerbangan, namun tetapi proses tersebut ada sisi negative yang menurut penulis cukup menjadi factor utama dalam penerbangan untuk mencapai tujuan keamanan serta kenyamanan yaitu factor kru kelelahan karena melebihi prosedur jam terbang yang ditetapkan kemudian factor tehnik seperti mesin pesawat yang membutuhkan minyak pelumas. Akan tetapi, untuk melakukan proses tanking refueling semua aspek pasti sudah dipertimbangkan dengan matang oleh pihak yang ingin melakukan proses tersebut.

Menurut pandangan penulis sebagai mahasiswa Transpor Udara, proses tanking refueling mempunyai banyak manfaat dan tidak menutup kemungkinan juga mempunyai suatu kerugian. Dalam hal apapun pasti ada sisi positif dan negative, tetapi penulis berharap dunia penerbangan khususnya dunia penerbangan Indonesia bisa semakin menanjak kiprahnya dalam dunia penerbangan international dengan adanya Tanker Aircraft tersebut.

 

Terjadi kembali


Nama   :           Rizky Hafiz

Nim     :           2241.08.029

Lagi, lagi dan lagi keamanan serta kenyamanan penumpang salah satu maskapai dalam negeri terganggu. Tersiar kabar bahwa yang terjadi pada maskapai tersebut adalah karena salah satu mesin pesawat terbakar, benar atau tidaknya kejadian tersebut belum pasti tentang kebenarannya dikarenakan terjadi pada selasa 7 mei 2011. Akan tetapi, hal tersebut menjadi satu inspirasi saya untuk menulis di blog ini.Haruskah setiap pengguna jasa transportasi udara dibayang bayangi dengan rasa takut, tidak aman bahkan tidak nyaman dalam menggunakan moda transportasi udara sekalipun pelayanan yang diberikan adalah full services. Kita semua sadar bahwa, semua itu tidak cukup menjamin untuk bisa memberikan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat pengguna jasa transportasi udara dalam bepergian.

Tidak seharusnya terjadi pada sebuah maskapai dalam negeri milik pemerintah terjadi hal yang seperti itu, karena kita ketahui bahwa maskapi tersebut merupakan flag carrier Negara tercinta kita ini. Kejadian tersebut bermula sebelum pesawat tinggal landas, semenjak penumpang berada di dalam pesawat sudah merasa kepanasan tetapi penumpang mengira bahwa hal tersebut terjadi karena pendingin udara tersebut belum dihidupkan. Namun, pada saat persiapan berangkat dan pintu ditutup pilot pesawat tersebut member itahukan melalui speaker bahwa terjadi masalah teknis di mesin pesawat dan salah penumpang melihat ke arah sayap pesawat ada api yang membakar sebagian sayap pesawat tersebut. Alhasil penumpang panic dan berusaha menyelamatkan diri dari kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Apa penyebab kejadian tersebut? Siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut? Apa tindakan setelah kejadian tersebut agar tak terulang kembali? Semua itu tidak perlu di perdebatkan tetapi alangkah baiknya jika kita semua bertanggung jawab agar keamanan serta kenyaman tersebut bisa tercapai. Menurut saya jika peremajaan armada dilakukan dengan tidak asal, modernisasi system manajemen serta lebih patuh terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh regulator,semua pihak yang terkait bisa saling memperbaiki kinerja masing-masing itu sudah cukup bisa mencapai tujuan agar terciptanya keamanan serta kenyamanan. Jadi, tak hanya pundi-pundi rupiah saja yang dikejar dengan harga murah dan keamanan serta kenyamanan menjadi murahan melainkan kepercayaan masyarakat lah yang harus dikejar terlebih dahulu agar secara lansung bisa menambah pundi-pundi rupiah dengan adanya kepercayaan masyarakat terhadap penerbangan nasional.

Kecelakaan pesawat kembali terjadi di Indonesia


Nama : Simon. M. S

NIM   : 224107276

Groound Handling II kelas B

 

Indonesia kembali berduka, kali ini pesawat Merpati Airlines yang jatuh di perairan Kaimana Papua yang berangkat dari Gorontalo, kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpang, crew dan pilot Merpati airlines yang berjumlah 26 orang.  Aneh memang, di tengah kemajuan teknologi di jaman ini, kesalahan masih bisa terjadi yang mengakibatkan puluhan nyawa melayang begitu saja.

Pesawat Merpati Airlines MA – 60 buat Xian Aircraft China yang jatuh di Kaimana ini memang sebelumnya sudah menjadi perdebatan di Indonesia di karenakan pesawat ini tidak diakui oleh federasi pesawat Amerika (FAA), tetapi ada juga yang menyanggah karena pesawat ini tidak terbang ke Amerika, maka FAA tidak berlaku disini.

Ironisnya, Indonesia sebenarnya mempunyai pesawat setipe MA – 60 buatan IPTN CN-235 yang sebenarnya lebih baik, tetapi anehnya tidak di pergunakan di negara sendiri, malah negara Asing seperti Spanyol, Portugal, dll yang menggunakan pesawat buatan Indonesia ini. Dan yang lebih mengejutkan, Merpati airlines malah akan menambah lagi armadanya yang di pesan dari Xian aircraft China yang akan didatangkan kembali.

Penyebab kecelakaan ini masih terus diselidiki oleh tim investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang kabarnya tengah di tunggu oleh masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui penyebab kecelakaan yang menewaskan 26 orang ini. Semoga saja setiap tindakan airlines untuk membeli pesawat ini lebih mengutamakan keselamatan penumpang dari pada mengurangi biaya untuk mencapai laba yang lebih tinggi.

Semoga penerbangan di Indonesia terus menjadi lebih baik agar bisa diandalkan sebagai transportasi pilihan masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia dalam keselamatan penerbangan dan tidak kembali dilarang terbang ke eropa.