Bandara menjadi target para demostran akibat BBM naik


Nama : Yulita Nourul Fitri

Nim    : 224109285

Tugas : ke 3

 

Bandara menjadi target para demostran akibat BBM naik

Seperti yang kita ketahui, menjelang BBM naik para demonstran selalu berunjuk rasa untuk menunjukkan penolakan keputusan kenaikan BBM. Seperti yang yang akan terjadi pada bandara-bandara Indonesia. Menurut informasi yang saya dengar bandara menjadi target para demonstran untuk menyampaikan aspiranya. Kapan Indonesia terbebas dari para demonstran? Hal ini sungguh dapat disayangkan karena merugikan para penggguna jasa angkutan udara baik kedatangan maupun keberabgkatan, Para pengguna jasa udara itu kan harus megejar waktu terutama untuk yang keberangkatan. Bagaimana kalau jalan untuk menuju bandara itu terhambat oleh para demostran? Apakah kita bisa tepat waktu untuk sampai bandara? Maka dari itu untuk mengatasi hal ini pihak bandara menugaskan anggota kepolisian diberbagai titik strategis untuk mengawasi, mengantisipasi, meminimalisasi dampak dari aksi para demostran terhapap operasional bandara dan tetap untuk menjaga pelayanan terhadap pengguna jasa udara.

Dan pihak bandara menghimbau agar para penumpang berangkat lebih awal dari waktunya karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diingankan. Ya semoga saja para demostran menyampaikan aspirasinya dengan aman dan tertib sehingga tidak mengganggu para penumpang baik untuk kedatangan ataupun keberangkatan.

 

System Penanganan Bagasi Penumpang kurang Memuaskan


Nama : Fajar Lazuardi Ermanto
Nim : 2241.08.141
Kelas : S1 MTU C
Tugas GH 9

Banyak yang di sesalkan akibat yang timbulkan bagasi penumpang yang hilang, barang bagasi mereka yang ternyata tidak di ketemukan atau hilang, penanganan bagasi yang kurang atau sistemnya yang kurang berjalan. Itu dapat menyebabkan ketidak pusan bagi penumpang atau konsumen yang di rugikan karena bagasi yang mereka bawa tidak ada, lemahnya pegawasan dan system yang kurang berjalan dan factor factor lainnya yang dapat terjadi pada bagasi penumpang yang hilang.
Bagi penumpang pesawat bagasi hilang di maskapai penerbangan. Banyak dari mereka mengeluhkan lemahnya sistem pengawasan barang di bandara, terutama pada saat keberangkatan. Peristiwa kehilangan barang bagasi penumpang pesawat terbang semakin memperburuk citra maskapai penerbangan di Indonesia. Untuk itu pihak instansi terkait harus menindaklanjuti setiap laporan kehilangan bagasi penumpang dengan tuntas. Pihak maskapai penerbangan harus melalakukan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi dengan pengamanan ketat terhadap petugas-petugas bagasi. Barang bagasi yang hilang biasanya jika tidak ditemukan pihak maskapai akan memberikan kompensasi kepada korban kehilangan koper. Tetapi kadang kala kompensasi yang diberikan tidak sebanding dengan barang-barang berharga korban. Manajemen maskapai penerbangan harus mengganti rugi dengan cara yang wajar. Meskipun sudah pergantian dengan ketentuan yang berlaku, nilai pergantian masih tidak sesuai dengan barang-barang yang ada di koper. itupun dengan asumsi tidak menaruh barang-barang berharga dikoper.

Tugas Seorang Keamanan Bandara yang diJalankan membuat Rasa Aman bagi Penumpang


nama : Fajar LazUardi Ermanto
Nim : 2241.08.141
kelas : S1 MTU C
tugas GH 8

Kita pasti sudah tahu keamaan di bandara adalah salah satu bentuk kesiapan dan kesigapan petugas keamanan di bandara yg dilaksanakan di peruntukan bagi kenyaman dan keamanan di bandara. Karena penumpang harus mendapat rasa aman dan pelayanan yang dapat di jadikan salh satu bentuk kepusanan dalam atau di luar bandara jika ingin berpergiian menggunakan pesawat. Salah satu atau fasilitas dan alat lat keamanan bandara yang digunakan harus dapat menggunakan tekhnologi yang modern untuk dapat menjaga keamanan di bandara.
Penumpang yang disaring oleh detektor logam. mesin deteksi peledak digunakan termasuk mesin X-ray dan bahan peledak jejak-deteksi mesin portal (alias mesin puffer). bekerja pada mesin pemindaian baru yang masih efektif mencari benda-benda yang tidak termasuk dalam bandara atau pesawat tapi yang tidak menggambarkan gambaran yang disempurnakan penumpang yang menunjukkan pada dasarnya mereka benar-benar telanjang. mesin deteksi peledak juga bisa digunakan untuk kedua melanjutkan dan bagasi diperiksa, Penggunaan kontroversial backscatter sinar-X untuk mendeteksi senjata dan bahan peledak yang tersembunyi pada penumpang. Perangkat ini, yang menggunakan hamburan Compton, mengharuskan penumpang berdiri dekat dengan panel datar dan menghasilkan gambar beresolusi tinggi. penumpang untuk melewati detektor logam tanpa melepas sepatu mereka, sebuah proses diperlukan sebagai berjalan-meskipun detektor gerbang yang tidak dapat diandalkan dalam mendeteksi logam di sepatu atau di ekstremitas tubuh.
Para penumpang sepenuhnya langkah bersepatu ke perangkat yang memindai di bawah 1.2 detik untuk benda sekecil silet. Lainnya adalah tindakan keamanan yang kritis dimanfaatkan oleh bandara regional dan internasional adalah penggunaan sistem deteksi intrusi perimeter serat optik. Sistem keamanan ini memungkinkan keamanan bandara untuk mencari dan mendeteksi intrusi apapun pada perimeter bandara, memastikan real-time, intrusi pemberitahuan langsung yang memungkinkan aparat keamanan untuk menilai ancaman dan gerakan melacak dan melakukan prosedur keamanan di bandara.

Excess Baggage


Nama : Anief Budiman
Nim : 224108081
Kelas : C

Hampir setiap penumpang yang hendak melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan moda transportasi udara memiliki barang bawaan yang disebut bagasi. Setiap penumpang memiliki beraneka ragam barang bawaan dengan berat yang beranekaragam pula. Setiap perusahaan penerbangan telah menentukan berat bagasi Cuma-Cuma untuk setiap penumpang sesuai dengan kelas dan harga tiket yang telah dibayakan dan apabila berat bagasi penumpang melebihi ketentuan yang telah ditetapkan maka penumpang akan dikenakan excess baggage yaitu kelebihan bagasi dari total bagasi dikurangi baggage allowance atau bagasi Cuma-Cuma dan setiap kilo yang melebihi bagasi Cuma-Cuma dikenakan biaya. Penumpang harus membayar kelebihan bagasi sesuai dengan tariff yang telah ditetapkan oleh setiap maskapai penerbangan.
Penumpang akan mengetahui berat bagasi yang dibawanya pada saat penumpang melakukan proses check-in dengan menimbang barang bawaanya, dan apabila berat bagasi melebihi berat bagasi Cuma-Cuma maka penumpang akan dikenakan biaya kelebihan bagasi. Petugas akan memberikan informasi sehubungan dengan kelebihan berat bagasi penumpang dan biaya yang harus dibayar perkilonya dari kelebihan bagasi tersebut. Petugas akan berusaha memberikan pengertian dan solusi yang terbaik untuk mengurangi beban kelebihan bagasi penumpang selama itu kondisinya memungkinkan misalnya dengan menyarankan penumpang untuk membawa sebagian bagasinya ke cabin sebagai hand baggage yang tentunya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Penumpang yang dikenakan kelebihan bagasi akan diberikan slip kelebihan bagasi yang telah diisi oleh petugas check-in counter sebagai bukti pembayaran kelebihan bagasi yang harus ditanggung penumpang. Petugas akan membantu setiap proses yang harus dilakukan penumpang dan memberikan segala informasi yang diperlukan demi kenyamanan dan kebaikan bersama.

Kata Delay yang mudah memicu kemarahan penumpang


Nama : Ratu Tendengan
Nim : 234110024
Kelas : C

Ketepatan waktu merupakan hal yang sangat sulit untuk dilaksanakan, begitu juga dalam dunia penerbangan hamper setiap hari selalu ada masalah yang menyebabkan terjadinya keterlambatan keberangkatan pesawat yang disebut Delay. Kata delay mungkin bukan lagi kata yang asing bagi kita khususnya bagi yang sering bepergian dengan menggunakan transportasi udara. Kata delay adalah kata yang paling tidak ingin di dengar oleh penumpang dan mudah memicu kemarahan apabila diungkapkan oleh petugas perusahaan penerbangan. Kata delay akan di dengar diumumkan oleh petugas apabila pesawat tidak dapat berangkat sesuai dengan jadwal keberangkatan yang telah ditentukan.
Delay masih menjadi masalah konkrit yang sering terjadi dalam setiap maskapai penerbangan dan masih sulit untuk dihilangkan. Hal ini yang sering dikeluhkan oleh penumpang sehingga kerap kali menimbulkan kekisruhan dan kemarahan penumpang dimana setiap penumpang mengharapakan dapat berangkat sesuai dengan jadwal keberangkatan yang telah ada dan dapat tiba di tempat tujuan dengan tepat waktu . Namun pada kenyataannya petugas juga tidak dapat berbuat apa-apa kerena bagaimana pun semuanya itu diluar rencana dan kehendak perusahaan penerbangan meski sesungguhnya semuanya itu demi kenyamanan dan keselamatan penumpang dalam perjalanannya. Petugas hanya bisa berusaha menenangkan penumpang yang marah dan berusaha memberikan pengertian akan kondisi yang mengharuskan terjdinya delay.
Petugas sebagai pemberi jasa pelayanan harus tanggap dalam menangani hal ini, meskipun tidak sedikit dari penumpang yang tidak mau mengerti akan kondisi yang mengharuskan pesawat tidak dapat berangkat tepat waktu dan bukan malah menghindar atau sembunyi dari penumpang karena takut dan tidak ingin menghadapi kemarahan penumpang.
Petugas harus peka dan mengerti akan kondisi yang dialami penumpang dan berusaha memberikan solusi yang tepat demi kebaikan bersama. Petugas harus berusaha membantu dan memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh setiap penumpang.

Namun mengapa delay sering terjadi ?
Hanya mereka yang bertugas dan berwenang yang tau mengapa delay terjadi. Kita juga tidak dapat menduga akan masalah yang datang menghampirim, namun yang bisa dilakukan hanyalah barusaha sebaik mungkin untuk memperkecil terjadinya delay yang dapat mengakibatkan kekecewaan secara terus menerus yang juga berakibat buruk bagi citra perusahaan. Oleh karena itu diperlukan sumber daya manusia yang professional dan ahli dalam bidangnnya serta kerjasama yang baik diantara petugas atau karyawan untuk dapat bekerja secara efektif dan tepat waktu demi tercapainya hasil yang memuaskan.

SPECIAL PASSENGER


NAMA : DELA MARETIA
NIM : 2241.08.292
KELAS : C

Penumpang dikatagorikan sebagai special passenger karena kondisi fisik-mentalnya, status social ekonomiya, kedudukan, jabatan, pengaruhnya. karena latar belakang penumpag yang bersangkutan atau karena perusahaan penerbangan menganggap penumpang tersebut perlu pelayanan atau penanganan secara khusus. Disini saya akan menjelaskan tentang special passenger karen kondisi fisik-mentalnya terganggu. Yang termasuk special passenger tersebut antara lain sebagai berikut :
• Anak-anak tanpa pendamping (unaccompanied minor)
berarti usia anak-anak mulai dari 5 tahun sampai 12 tahun tanpa dewasa companied. Anak-anak umur di bawah 5 tanpa pendamping tidak akan diterima oleh SAL.
1. Penumpang harus mendaftar untuk pelayanan unaccompanied minor saat melakukan pemesanan tempat duduk. Kemudian mereka harus mengisi sebuah “Minor ditemani Aplikasi Layanan” dalam rangkap dua. Aplikasi meliputi: nama anak tanpa pendamping ‘, usia, jenis kelamin, rute, stasiun keberangkatan, stasiun kedatangan, dan nama, alamat, nomor telepon dari orang yang akan mengambil anak-anak di stasiun koneksi dan informasi orang tua UM.
2. Para unaccompanied minor harus dikirim ke check-in counter oleh orang tuanya atau wali. Dan orang tua atau wali UM juga harus menunggu UM di stasiun tujuan.
• Penumpang hamil (pregnant woman)
1. Para penumpang hamil dalam waktu 32-36 minggu harus membawa surat keterangan/diagnosis yang dibuat oleh rumah sakit setempat pada saat pemesanan kursi. Penjelasan tersebut harus mencakup sebagai berikut: nama, umur, tanggal hamil dari jangkauan, penumpang dan tanggal perjalanan, dia layak untuk memulai, apakah dia perlu menyediakan layanan khusus lainnya di kabin, dll. sertifikat diagnosis tersebut harus dilakukan dalam 72hours sebelum keberangkatan pesawat dan ditandatangani oleh dokter dengan cap dari unit medis.
2. Para penumpang hamil dalam waktu 32-36 minggu harus mengisi Aplikasi untuk penumpang hamil ketika mereka melakukan pemesanan.
• Sakit atau Penumpang Luka
1. Para penumpang sakit dan terluka akan memberikan surat keterangan/diagnosis (dalam rangkap tiga) yang dibuat oleh rumah sakit setempat saat pemesanan kursi. Deskripsi diagnosis harus dibuat dalam 96hours sebelum keberangkatan. Para penumpang dengan penyakit serius harus memberikan surat keterangan/diagnosis yang dioperasikan dalam 48hours sebelum keberangkatan ..
2. Untuk melakukan penerbangan, para penumpang yang sakit atau terluka perlu mengisi surat Permohonan untuk Penumpang Khusus (sakit atau terluka) ketika mereka melakukan pemesanan.
3. Pada prinsipnya, para penumpang sakit dan terluka perlu disertai dokter atau perawat lebih baik sehingga mereka bisa mengurus penumpang selama dalam perjalanan mereka.
• Buta Penumpang (blind passenger)
1. Penumpang buta harus didampingi ketika mereka mengambil penerbangan. Penumpang buta tersebut hanya sebagai penumpang normal selama perjalanan mereka.
2. Penumpang buta yang didampingi anjing dalam perjalanannya harus membuat surat keterangan membawa hewan saat pemesanan tempat duduk dan mereka akan diminta untuk menyediakan sertifikat enterance hewan atau lulus negara dan sertifikat karantina yang ditetapkan oleh negara.

• Penumpang kursi roda (wheel chair pax)
Jika penumpang membutuhan pelayanan kursi roda, ia harus membuat aplikasi saat reservasi dan mengisi surat permohonan untuk Penumpang Khusus (sakit atau terluka) dalam rangkap dua.

Pelayanan untuk penumpang khusus
Setelah memasuki ruang terminal, special passenger akan menerima service yang khusus. Pertama, special passenger akan melalui proses serah terima meja di meja penyelidikan, dan staf bandara akan memberikan kursi roda, tandu dan alat-alat khusus lainnya sesuai dengan kebutuhan special passenger tersebut. Staf Khusus akan bertanggung jawab atas penerimaan dan pelayanan dalam mengawal special passenger tersebut. Sebuah “bagian hijau” khusus telah dibuka untuk special passenger untuk pergi melalui proses pemeriksaan keamanan. . Untuk memenuhi kebutuhan khusus special passenger, “Ibu dan Anak Room.” “Ruang Pelayanan Khusus” telah didirikan di daerah terisolasi oleh departemen bandara layanan penumpang. Mereka menyiapkan selimut, peralatan medis dan perlengkapan keperawatan khusus lainnya untuk ribuan special passenger.

Hak perusahaan untuk menolak special passenger

Dalam rangka menjaga keselamatan penerbangan dan semua penumpang, perusahaan-perusahaan penerbangan memiliki hak untuk menolak untuk mengangkut penumpang yang tidak tepat untuk melakukan perjalanan penerbangan atau yang dapat menyebabkan bahaya kepada penumpang lain.

BAGASI


NAMA : DELA MARETIA
NIM : 2241.08.292
KELAS : C

Bagasi adalah barang bawaan, artikel, harta benda, dan barang-barang milik pribadi penumpang, baik bagasi tercatat, bagasi cabin maupun bagasi tak tercatat yang diizinkan oleh perusahaan penerbangan untuk dapat diangkut di pesawat udara guna keperluan pribadi untuk dipakai atau digunakan oleh penumpang selama melakukan pejalanan atau di tempat tujuan penumpang beraktifitas.
Bagasi digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu :
1. Checked baggage
Bagasi terdaftar dan dimuat ditempat khusus barang di dalam pesawat yang disebut cargo compartment.
2. Unchecked baggage
Barang bawaan yang dibawa sendiri oleh penumpang kedalam kabin pesawat.
3. Unaccompanied baggage/luggage
Barang bawaan penumpang yang dikirim atau diangkut sebagai kargo

Tips dalam membawa bagasi dalam dalam pesawat, adalah :
1. Sesuai peraturan penerbangan jangan menyimpan barang berharga di dalam bagasi seperti uang, perhiasan, dokumen penting, alat-alat elektronik, dan juga tidak memasukkan makanan dan obat-obatan ke dalam bagasi.
2. Setiap bagasi sebaiknya diberi label nama sebagai penanda untuk memudahkan mengenalinya.
Setiap airlines mempunyai persyaratan masing-masing mengenai bagasi yang akan diangkut, tetapi secara garis besarnya persyaratan-persyaratan itu adalah :
1. Setiap Penumpang diizinkan untuk membawa ke dalam kabin pesawat satu buah tas standar dengan maksimum berat 7 kg dan ukuran 50x36x15cm. Tas yang melampaui berat dan/atau ukuran standar tersebut diperlakukan sebagai Bagasi yang Dititipkan dan harus dimasukkan ke dalam ruang bagasi pesawat.
2. Sebagai tambahan, penumpang dapat membawa Bagasi yang Tidak Dititipkan, seperti tas tangan, tas wanita, jaket, payung, laptop, dan kamera, ke dalam kabin pesawat. Semua Bagasi yang tidak memenuhi standar di atas akan dikenakan biaya tertentu.
3. Membebaskan biaya atas Bagasi yang Dititipkan sebanyak 20 kg per penumpang. Dikenakan biaya tambahan tertentu untuk penitipan Bagasi. Kepada Penumpang diberikan Tanda Identifikasi Bagasi. Berat maksimum Bagasi yang Dititipkan adalah 32 kg per Bagasi dan diperbolehkan menitipkan lebih dari satu Bagasi.
4. Dilarang keras membawa senjata api dan peluru ke dalam kabin pesawat. Ada beberapa airlines yang menyediakan kotak khusus untuk penyimpanannya. Penumpang harus menunjukkan dokumen kepemilikan senjata api yang sah menurut hukum. Tanpa dokumen yang sah, senjata api tidak dapat dibawa. Penumpang yang membawa senjata api harus mengisi formulir “Senjata Api dan Peluru” yang tersedia di meja lapor. Ada biaya tertentu yang harus dibayar. Biaya tidak berlaku untuk anggota angkatan bersenjata atau petugas kepolisian yang berhak membawa senjata api.
5. Senjata seperti senapan, pedang, pisau antik, dan benda-benda serupa lainnya atas kebijakan beberapa airlines masih dapat diterima sebagai Bagasi yang Dititipkan ke dalam ruang bagasi pesawat, akan tetapi tidak diizinkan dibawa ke dalam kabin pesawat. Barang-barang tersebut dikenakan biaya tertentu per barang.
6. Barang-barang berbahaya (dangerous good) dilarang untuk dibawa dalam bagasi
7. korek api dan pemantik harus dibawa dalam Bagasi kabin dan tidak diperkenankan untuk meletakkannya dalam Bagasi yang Dititipkan.

Apabila anda ragu-ragu tentang barang-barang apa saja yang dapat Anda bawa ke dalam kabin atau harus dimasukkan ke dalam ruang bagasi pesawat, hubungi petugas yang bersangkutan sebelum perjalanan atau tanyakan hal tersebut kepada petugas saat anda tiba di meja lapor diri.
Walaupun transportasi udara semakin berkembang dengan banyaknya perusahaan penerbangan, tetapi masih banyak masalah-masalah yang terjadi dalam bagasi pesawat, contohnya kehilangan atau kerusakan Bagasi yang Dititipkan.
Apabila Bagasi yang Anda titipkan rusak, hilang, atau mengalami penundaan penyerahan selama penerbangan penumpang tersebut harus segera memberitahu petugas yang bersangkutan di Bandara dan mengisi “Formulir Kehilangan dan Kerusakan Bagasi.” Batas kewajiban rata-rata airlines dalam hal kehilangan atau kerusakan bagasi yang dititipkan adalah Rp. 100.000 per kg. Penumpang disarankaan untuk membeli asuransi sendiri untuk melindungi nilai dari Bagasi mereka dan isinya, khususnya apabila penumpang membawa barang penting atau berharga. Klaim akan ditangani sampai dengan batas kewajiban maskapai penerbangan berdasarkan berat barang yang bersangkutan.

PENDAPATAN BANDAR UDARA


NAMA : DANAR RAHADIANTO
NIM : 224108208
KELAS: C

Dalam tulisan saya yang ke 8 ini saya akan membahas tentang dari sector mana saja pendapatan suatu Bandar udara. Bandar udara dalam pengoperasiannya memerlukan biaya yang sangat besar dalam upaya menjaga Safety, Security, Service, dan Complience (3S + C) agar para pengguna jasa bandar udara dalam hal ini penumpang dapat lancer, cepat, dan aman sampai tujuan.
Dalam upaya menjaga 3S + C tersebut, maka pengelolaan bandar udara harus didukung sumber dana yang memadai. Untuk itu, pemerintah membentuk Badan Usaha MIlik Negara (BUMN) yang mengelola jasa penerbangan dan navigasi udara serta jasa bandar udara. Di dalam memperoleh biaya pengoperasian tersebut pengelola bandar udara mengelompokan pendapatan menjadi dua yaitu :
1. Pendapatan Aeronautika (Pendapatan jasa penerbangan dan navigasi penerbangan)
a. Aircraft landing fee
b. Passenger Services charges
c. Parking charges
d. Aviobridge charges
e. Over fying charges
f. Counter charges
2. Pendapatan Non-Aeronautika (Pendapatan jasa penunjang kebandarudaraan)
a. Jasa penyediaan hotel di bandara
b. Jasa penyewaan space untuk pertokoan di bandara
c. Jasa parkir kendaraan bermotor di bandara
d. Jasa pembersihan dan pemeliharaan gedung dan kantor di bandara
e. Jasa penyediaan air bersih di bandara
f. Jasa penunjang kegiatan bandara lainnya

Bandara Soekarno-Hatta Raih Penghargaan Pelayanan Penumpang


Rizqi Putri Utami
NIM: 224108183
Kelas C

Pada tugas ini saya akan membahas tentang “ Bandara Soeta raih penghargaan”. Bandara Internasional Soeta meraih penghargaan Service Quality (SQ) Award 2011 dari lembaga independen, Carre – Center for Costumer Satisfaction & Loyalty (Carre – CCSL) serta penghargaan dari STMT Trisakti. Menurut CEO Carre – CCSL, Yuliana Agung penghargaan untuk kategori Pelayanan di Bandara Domestik Indonesia itu diraih Bandara Soeta.

Indeks pengukuran skor dibagi dalam dua indikator yaitu 1. persepsi nilai pelayanan, persepsi nilai pelayanan merupakan persepsi kesetaraan antara harga yang dibayarkan oleh pelanggan dan pelayanan yang diperoleh oleh pelanggan. 2. Persepsi kualitas pelayanan,dinilai dari empat aspek yang meliputi a. Pengaksesan dari service center oleh pelanggan (accesliability), b. Prosedur serta unsur yang terkait dengan proses pelayanan (proces), c. Staf yang berinteraksi dengan pelanggan (people), d. Kualitas penanganan keluhan (service complain handling).Hasil pengukuran penilaian tersebut diambil dari para pengguna jasa bandara kelas menengah dan atas yang berasal diempat kota besar yaitu Jakarta,Makasar,Surabaya dan Medan.

Selain SQ Award 2011, Bandara Soeta juga menerima penghargaan dari Sekolah Tinggi Manajemen Transpor (STMT) Trisakti, Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan civitas atas kepedulian perusahaan terhadap pengembangan pendidikan dan penelitian di STMT Trisakti.

Menanggapi kedua penganugerahan tersebut, Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II Salahudin Rafi mengungkapkan, manajemen mengungkapkan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan penilaian positif melalui survei yang dilakukan Carre – CCSL dan masyarakat akademik Trisakti. Dan juga khusus Soeta tengah disiapkan rencana induk untuk membenahi kepadatan penumpang yang melebihi kapasitasnya. Rencana induk tersebut, Bandara Soeta diorientasikan memiliki empat terminal penumpang dari kondisi saat ini dengan tiga terminal dan didukung sebuah sistem bernama People Mover System (PMS) yang akan mengintegrasikan seluruh terminal melalui sarana transportasi compact dan dinamis. Selain itu, akan dibangun pula sebuah landasan pacu (runway) baru untuk mengimbangi kapasitas terminal. Kemudian angkutan barang akan dilokalisasi di satu terminal khusus kargo (cargo village).

Kemenhub Diminta Audit , Izin Ground Handling


Rizqi Putri Utami
NIM: 224108183
Kelas: C

Pada tugas ini saya akan membahas tentang “Kemenhub Diminta Audit , Izin Ground Handling “. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta mengaudit seluruh kegiatan penanganan pesawat di darat (ground handling), terutama di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ini terkait seringnya terjadi kasus kecelakaan (tabrakan atau senggolan) pesawat di terminal bandara. Kasus senggolan pesawat ini bukan saja merugikan, melainkan juga memicu keraguan dunia internasional terhadap penanganan keselamatan penerbangan di Indonesia. Terlebih kasus senggolan pesawat ini terjadi di bandara terbesar di Indonesia.

Sekjen INACA Tengku Burhanuddin mengatakan, audit bukan saja harus dilakukan pemerintah, melainkan juga terkait keseriusan pengelola bandara (PT Angkasa Pura II) dalam mengawasi aktivitas penanganan pesawat di darat. Sudah terlalu sering kasus ini terjadi. Ia ingin perusahaan ground handling diaudit secara menyeluruh, Angkasa Pura II juga harus lebih serius melakukan pengawasan. Menurut dia, audit diperukan untuk mencegah terulangnya kasus senggolan/tabrakan pesawat di bandara. Dalam hal ini, seluruh personel di perusahaan ground handling juga harus diperiksa apakah sesuai standar operasi dan prosedur (SOP).

Pencurian Bagasi Polonia


Rizqi Putri Utami
NIM: 224108183
Kelas : C

Pada tugas ini saya akan membahas tentang “ Pencurian Bagasi Penumpang Bandara Polonia”. Pencurian isi tas koper yang masuk bagasi pesawat udara di Bandara Polonia,disuga masih banyak terjadi. Syahrial Mukmin,penumpang air asia yang menjadi korban pencurian isi bagasi mengaku memeriksa isi tasnya,karena sebelumnya sempat melihat dari balik kaca diterminal kedatangan internasional ada dua tenaga kerja ground handling sedang membongkar tas koper miliknya,korban juga mengatakan ,walau telah melapor kepihak berwajib namun hingga kini proses hukum dari kejadian yang dialaminya belum jelas.

Sementara itu General Manager PT Gapura Angkasa Cabang Medan, Zahiruddin, menunding pengamanan yang dilakukan petugas keamanan maskapai penerbangan pada run side atau tempat bongkar muat bagasi pesawat hingga menuju alat pemindahan barang (conveyor belt) masih lemah, jika security maskapai bisa bekerja maksimal maka tindakan kriminal pada run side bisa diminimalisir.

Penumpang Batavia Air Mengamuk


Rizqi Putri Utami
NIM:224108183
Kelas:C

Pada tugas ini saya akan membahas tentang “ Penumpang Batavia Air Mengamuk”. Karena jadwal keberangkatan tertunda lima jam (13.10-18.00), ratusan penumpang Batavia Air dengan nomer penerbangn Y6-S1S tujuan Palembang mengamuk, mereka nyaris menghakimi petugas Ground Handling Terminal 1c bandara Soeta akibat diterlantarkan pihak maskapai. Menurut penumpang F Wahyu Astuti, sebenarnya kemarahan penumpang bukan hanya pihak airlines menunda keberangkatan secara sepihak tetapi dikarenakan sikap manajeman maskapai yang acuh terhadap protes mereka. Keluhan penumpang hanya dilayani oleh petugas ground handling batavia yang tak kunjung memberikan solusi.

Menurut Humas Angkasa Pura II Feri Utimayasa mengatakan, bahwa pihak maskapai akhirnya menerbangkan penumpang pada pukul 19.25 WIB. Juru bicara Kementrian Perhubungan Bambang S Ervan berjanji akan mencari tahu penyebab keterlambatan itu agar tidak terulang lagi pada penerbangan di kemudian hari.

Jasa Angkasa Patok Laba Bersih Rp 112,7 M,


Rizqi Putri Utami
NIM: 2241.08.183
kelas :C

Pada tugas ini,saya akan membahas tentang “Jasa Angkasa Patok Laba Bersih Rp 112,7 M”. PT Jasa Angkasa Semesta Tbk menargetkan dapat mencatat laba bersih Rp 112,7 M atau mengalami kenaikan 10% dibandingkan posisi tahun lalu Rp 102,5 M. Menurut General Manager Silver Network Development JASS Patria Bayuaji,Untuk penuhi target tersebut perseroan siap menginvestasikan dana Rp 50 M untuk mengembangkan bisnis Ground Handling Service, Lounge dan Cargo Service (warehouse),investasi akan digunakan untuk pengembangan warehouse khususnya IT seperti pelayanan investasi Electronic Data Interchange. Selain bisnis warehouse, perseroan akan mengembangkan layanan Ground Handling Service (GHS) sebagai penyumbang utama pendapatan perseroan . Layanan GHS yang disediakan selama ini meliputi bandara di Jakarta, Bali, Surabaya, Manado, Makasar, Medan, Balikpapan, Batam, Yogyakarta, Timika. Selama lima tahun mendatang ditargetkan akan ada 10 bandara baru yang akan dilayaninya.

PANDUAN ALUR BIROKRASI PERJALANAN UDARA


Nama : Anisa Fauzia Rahma
NIM : 2241.08.089
S1 MTU C
Tugas 10

Untuk melakukan perjalanan udara maka sebagai calon penumpang kita harus melalui prosedur yang telah ditentukan oleh pihak penyedia jasa penerbangan atau bandara dengan harus memasuki beberapa wilayah atau melakukan beberapa tahapan.
DROP ZONE
Area ini disediakan bagi kendaraan untuk menurunkan penumpang yang akan berangkat. Tersedia fasilitas valet parking bagi anda yang memerlukan pelayanan ini.
SECURITY CHECK POINT
1. Pemeriksaan dokumen perjalanan sebagai berikut:
• Tiket sesuai tanggal keberangkatan
• Kartu Identitas
2. Barang-barang bawaan wajib diperiksa melalui x-ray.
3. Untuk memperlancar pemeriksaan, seluruh benda logam seperti Handphone, Kunci, dsb agar dilaporkan dan diperiksa melalui x-ray.
4. Seluruh penumpang wajib melalui Walk Through Metal Detector (WTMD).
5. Apabila diperlukan, penumpang dan barang bawaan dapat diperiksa secara manual.

6. Laporkan kepada petugas security apabila anda:
• Menggunakan alat pacu jantung
• Membawa senjata api
7. Tidak diperkenankan membawa serta barang-barang berbahaya, seperti pisau, cutter, korek api, korek gas, dsb.

CHECK IN COUNTER
1. Siapkan dokumen sebagai berikut:
• Tiket sesuai tanggal keberangkatan
• Kartu Identitas
2. Antrilah pada check-in counter yang sesuai dengan nomor penerbangan.
3. Untuk keselamatan penerbangan laporkan bagasi Anda yang beratnya tidak lebih dari 5kg, Anda hanya diperkenankan membawa 1 bagasi kedalam kabin pesawat.

FISKAL
• Prosedur ini hanya terdapat pada proses keberangkatan penumpang internasional. Counter pembayaran Fiskal terletak didepan tangga sebelum naik ke lantai dua keberangkatan internasional.
• Jika memiliki NPWP dan akan bepergian ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara, cukup melapor di counter Pelayanan Pajak yang juga terletak di tangga sebelum naik ke lantai dua keberangkatan internasional.
PEMBAYARAN PJP2U
• Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dikenakan tariff sebesar Rp. 30.000 untuk penumpang domestic dan Rp. 150.000 untuk penumpang internasional.
• Tariff PJP2U tidak termasuk dalam harga pembelian tiket.
• Penumpang yang dibebaskan dari PJP2U seperti: penumpang transit, bayi, air crew, tamu negara.
PEMERIKSAAN IMIGRASI
Prosedur ini hanya terdapat pada proses kedatangan penumpang internasional. Siapkan dokumen Anda seperti Passport dan Fiskal
SECURITY CHECK POINT 2
• Siapkan Tiket dan Boarding Pass Anda, serta kupon PJP2U.Prosedur ini sama dengan prosedur pada (Security Check Point )SCP1
• Untuk penerbangan internasional tidak diperkenankan membawa barang bawaan yang termasuk kategori LAGs (Liquid, Aerosol dan Gels) lebih dari 1000 ml.
Sesuai standar keselamatan penerbangan, diberlakukan pembatasan jumlah barang-barang berupa cairan, aerosol dan gel yang dibawa ke dalam kabin pada penerbangan internasional, antara lain seperti air mineral dan minuman lain, bahan kosmetik, lotion, parfum, hairspray, minyak rambut, deodorant, pasta gigi, dan sebagainya.
Jumlah yang boleh dibawa untuk masing-masing barang maksimal 100ml/kemasan dengan total seluruh barang maksimal 1 liter. Barang-barang tersebut harus dimasukkan ke dalam plastik transparan dan terpisah dengan bagasi dan barang bawaan lain.

Pentingnya Menaati Peraturan untuk Para Petugas di Area Apron


Nama : Andi Anggrina
Nim : 224108014
Kelas : C

Peraturan dalam area apron juga harus di perhatikan dengan baik karena kegiatan ini memiliki resiko yang besar. Ini di karenakan kegiatan ini mencakup dalam service yang di berikan untuk pesawat-pesawat, dan para pekerja yang di libatkan dalam kegiatan ini harus mengikuti peraturan misalnya saja uniform yang di pakai dan sudah di lengkapi dengan alat keamanan seperti sarung tangan, ear plug, sepatu, dll. Kelengkapan ini benar-benar berguna agar para pekerja bisa meminimalkan atau mengantisipasi apabila terjadi suatu kecelakaan pada pekerja itu sendiri, misalnya tangan atau kaki terjepit pada saat menaruh atau mengambil bagasi penumpang maupun cargo dari pesawat, dan menjauh dari area jet blast yaitu area dimana pesawat mau melakukan start engine karena apabila berada tepat di belakang pesawat tersebut dan bila pesawat sudah mulai start engine maka besar kemungkinan akan memberikan dampak terhempas atau terlempar bisa lebih dari 50 meter atau lebih. Dan ada pun area yang benar-benar harus di ketahui yaitu hazard area adalah dimana area ini sangat berbahaya baik bagi pekerja yang sedang melakukan service pada salah 1 pesawat maupun equipment-equipment yang membantunya kegiatan tersebut. Hazard area ini memiliki syarat bahwa alat-alat yang akan melakukan service pada pesawat tidak boleh kurang dari 5 meter ini di karenakan resiko yang tinggi bila terjadi sesuatu pada saat melakukan service, contohnya pada saat pengisian fuel untuk pesawat yang tidak boleh berada kurang dari jarak yang di tentukan, karena itu alat untuk pengisian fuel ini memiliki selang yang panjang agar bisa mencapai pesawat tersebut. Dan juga para petugas yang terlibat langsung di area apron di sediakan vest yang berfungsi khususnya pada malam hari apabila pesawat mau parkir. Vest ini berguna untuk memberikan tanda adanya petugas pada apron tersebut. Jadi lebih baik menaati peraturan yang ada demi keselamatan para petugas yang terlibat di area apron.

Service-service yang ada pada pesawat


Nama : Andi Anggrina
Nim : 224108014
Kelas : C

Dalam apron yang melibatkan banyak kegiatan yaitu take off sampai landingnya pesawat, naik dan turunnya penumpang dan juga kegiatan unutk service pesawat-pesawat tersebut. Kegiatan yang di maksud adalah dalam memberikan service pada pesawat seperti internal, external, toilet service, water service, cooling and heating service, cabin equipment and in flight entertainment, material, dan storage cabin material. Yang di maksud oleh internal service yaitu yang mencakup tentang kebersihan dalam pesawat tersebut seperti halnya kebersihan seat, kabin, dan sampai pada catheringnya. Ini di lakukan pada saat pesawat berada pada posisi sudah landing dan akan meneruskan penerbangan ke tujuan lain. Pada saat inilah para pekerja yang terkait pada kegiatan service ini akan bekerja dengan cepat dan itu membutuhkan 30 menit saja. Kegiatan ini mencakup pembersihan seat, meja yang ada di setiap seat bias di bayangkan bagaimana cara cepat membersihkan seat yang bias mencapai 100 seat dalam waktu 30 menit saja. Begitu juga kegiatan external yang di bantu oleh alat-alat yang di butuhkan sesuai dengan jenis servicenya. Contohnya apabila pesawat dalam pengisian fuel, apron bus yang membawa penumpang, aircraft towing tractors yang berfungsi untuk mendorong maupun menarik pesawat dalam apron area dan alat ini di gunakan pada saat pesawat akan berangkat, selain itu dapat juga di gunakan untuk memindahkan pesawat ke area lainnya. Alat ini dapat beroperasi bila di hubungkan terlebih dahulu dengan Aircraft Tow Bar (ATB). Ada juga baggage towing tractors yang berguna untuk menarik pallet dollies, container dollies, dan gerobak dengan maksud membantu dalam hal bagasi penumpang yang akan di taruh maupun di ambil dari pesawat tersebut.

PROSEDUR KALAU KEHILANGAN BAGASI ATAU BAGASI RUSAK


NAMA : MAULINA OCTAVIA
NIM : 2241.08.124
KELAS : C
TUGAS KE : 11

Setelah melalui pemeriksaan paspor dibagian imigrasi, anda menuju ke bagian pengambilan bagasi anda di conveyor belt, seandainya bagasi/koper anda tidak ketemu atau hilang, dan juga apabla koper anda rusak sewaktu anda terima, anda harus melapor kebagian lost dan found atau bagian “kehilangan dan penemuan”.

Beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk mengurus masalah ini adalah sebagai berikut:
• Bila koper anda hilang, anda harus menunjukkan bukti baggage claim tag atau tanda penerima bagasi, dimana tertera nomor bagasi anda serta tujuannya. Anda akan dibuatkan property irregularities report (laporan kehilangan) yang biasanya disingkat dengan PIR. Didalam PIR anda akan menemukan data anda dan koper anda.
• Bila koper anda rusak, anda akan dibuatkan demage report (laporan kerusakan). Apabila koper masih bias diperbaiki, maka pihak perusahaan penerbangan akan memperbaikinya, atau anda yang akan memperbaiki sendiri, nanti biayanya akan ditanggung oleh pihak perusahaan penerbangan.
Setelah semua bagasi/koper yang anda bawa anda temukan, anda langsung membawanya ke bagian pabean. Di bandara soekarno-hatta, dibagian pabean ada jalur merah dan jalur hijau. Jalur merah bagi mereka yang mempunyai barang-barang bawaan yang sekitarnya perlu dilaporkan kepada pabean untuk pembayaran bea masuk. Jalur hijau dipergunakan bagi mereka yang tidak membawa barang-barang yang perlu dilaporkan kepada pihak pabean atau tidak ada barang yang perlu dibayar bea masuk. Namun sekalipun anda menggunakan jalur hijau, kalau pihak pabean ingin melihat isi koper anda, maka anda harus membukanya, bila semua ini beres, anda bias meninggalkan bandara.

ASURANSI DALAM DUNIA PENERBANGAN


NAMA : Tesiana Imelda Ayu
NIM : 224108135
KELAS: S1 MTU/C
TUGAS: ke-11

Kalangan asuransi sebuah maskapai penerbangan lebih memilih memaksimalkan pemasaran produk miliknya meski maskapai penerbangan mengundang mereka dalam penutupan risiko tambahan penumpang udara.Selain Simas, perusahaan asuransi lain yang juga aktif memasarkan produk asuransi perjalanan terkait penerbangan a.l. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan PT Asuransi AIU Indonesia.
Asuransi Pelangi merupakan produk Jasindo yang melayani pertanggungan penumpang selama berada dalam masa penerbangan. Sementara passenger liabilities merupakan upaya pihak pengelola bandara dalam memberikan manfaat pertanggungan risiko kepada calon penumpang yang memasuki area bandara.Cakupan dari pertanggungan ini meliputi segala aspek ketika calon penumpang tiba di bandara, mengurusi tiket hingga memasuki pesawat. Ketika dalam pesawat, pertanggungan penumpang berbeda karena terdapat asuransi wajib dari Jasa Raharja serta nonwajib.
Tetapi, ketika penumpang keluar dari pesawat dan mengurusi barang bawaan maka itu termasuk dalam cakupan pertanggungan risiko passenger liabilities. Pendapatan premi asuransi Pelangi per 2005 tercatat meningkat hingga mencapai Rp15 miliar dari sebelumnya Rp10,8 miliar.Asuransi AIU Indonesia bahkan mencatatkan 50% pendapatan preminya berasal dari asuransi perjalanan dan kecelakaan diri tersebut.

MACAM-MACAM ASURANSI ANGKUTAN UDARA


Nama : Tesiana Imelda Ayu
Nim : 224108135
Kelas : S1 MTU/C
Tugas : ke-9

Pada tugas ground handling ke sembilan ini saya akan membahas tentang macam-macam asuransi yang di berikan oleh maskapai angkutan udara.
Beberapa pihak yang terlibat didalam kegiatan industri penerbangan dapat menutupi asuransi sesuai dengan resiko yang dihadapinya masing-masing, diantaranya :
Asuransi mengenai penutupan yang dilakukan oleh operator, pengangkut atau pemilik udara ini berupa :
– Asuransi rangka pesawat
– Asuransi tanggungjawab pengangkut kepada penumpang dan bagasi penumpang
– Asuransi tanggungjawab terhadap pihak ketigaasuransi awak pesawat
– Asuransi pembajakan pesawat udara
Asuransi tanggung jawab pengusaha pabrik pesawat dan bengkel reparasinya“Perusahaan pengangkutan udara yang melakukan kegiatan angkutan bertanggung jawab atas :
• Kematian atau lukanya penumpang yang diangkut
• Musnah, hilang atau rusaknya barang yang diangkut.
• Keterlambatan angkutan penumpang dan atau barang yang diangkut apabila terbukti hal tersebut merupakan kesalahan pengangkut”
Oleh karena itu, karena sering kali terjadi kasus kecelakaan pesawat tersebut maka perusahaan penerbangan harus bertanggungjawab terhadap korban kecelakaan pesawat udara melalui perusahaan asuransi yang ditunjuk oleh maskapai penerbangan tersebut.

OBESITAS PASSENGER DAN POOLING DUA ANAK


NAMA : MARTIAS SAMSUDIN
NIM : 224108235
KELAS : C , GH 2

Ditulisan saya yang ke-10 ini, saya ingin melanjutkan bahasan saya yang ke-9 yang membahas tentang hal mengenai penumpang khusus (special passenger). Yang pada tulisan ini saya ingin membahas mengenai Obesitas Passenger (Penumpang gemuk) dan Pooling Dua Anak (Dua anak kecil ditempatkan dalam satu kursi).
Penumpang dengan ukuran badan/fisiknya sangat gemuk/besar, seperti atlet gulat tradisional jepang; sumo dll, harus mendapatkan penanganan secara khusus. Untuk penumpang dengan ukuran fisik seperti ini perlu disediakan kursi yang lebih dari penumpang biasa/normal, yaitu dua kursi sekaligus dan ditempatkan di barisan depan atau palin belakang serta dekat gang/row. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan penumpang tersebut masuk dan keluar dari kursi/barisannya sehingga tidak mengganggu penumpang lainnya.
Penumpang semacm ini tetap membayar 100%, meskipun ada beberapa airline yang mempunyai aturan lain, yaitu membayar dua kursi (2X lipat) atau kena biaya tambahan 50%.
Sedangkan bila diketahui penumpang anak untuk penerbangan tertentu, perlu diberlakukan ketentuan untuk pooling 2 anak. Maka, untuk satu kursi dpat diisi oleh 2 orang anak setelah diketahui secara pasti kondisi fisik kedu anak tersebut memungkinkan untuk didudukan dalam satu kursi.
Ketentuan seperti ini biasanya diberlakukan apabila terdapat kondisi sebagai berikut.
1. Kondisi pesawat penuh (peak season). Bila tidak penuh, tetap didudukkan satu kursi untuk satu anak.
2. Umur kedua anak tersebut tidak lebih dari 7 tahun.
3. Kedua anak tersebut bias bersandar dalam satu kursi dan satu keluarga dengan seizing orang tua.
4. Ditentukan di airport setelah petugas melihat secara langsung kondisi fisik anak. Ketentuan pooling ini hanya untuk pesawat-pesawat tertentu yang memang dapat melakukan ketentuan tersebut.
5. Umumnya ketentuan ini hanya diberlakukan untuk penerbangan ke luar negeri (internasiaonal).

STRETCHER CASE PASSENGER


NAMA : MARTIAS SAMSUDIN
NIM : 224108235
KELAS : C , GH 2

Ditulisan saya yang ke-9 ini, saya ingin melanjutkan bahasan saya yang ke-8 yang membahas tentang hal mengenai penumpang khusus (special passenger). Yang pada tulisan ini saya ingin membahas mengenai Strecher Case Passenger (penumpang yang ditandu).
Penumpang ini kondisi fisk dan mentalmya memerlukan tandu alat bantu untuk memudahkan penumpang naik pesawat/berada di dalam pesawat. Pengangkutan penumpang sakit ini harus melalui proses penanganan standar yang disebut medical clearance atau medical case disingkat MEDA. Untuk kepentingan ini, maka perusahaan penerbangan harus menyediakan peralatan tersebut dan untuk memudahkan koordinasi, penyediaan alat tandu sebelumnya harus dilakukan terlebih dahulu. Permintaan tanda harus diajukan pada waktu membuat reservasi yang hendaknya dilakukan jauh hari sebelumnya. Permintaan ini akan diteruskan kepada bagian-bagian lain yang terkait dengan pengurusannya.
Untuk pembayaran, sebagian airline mengenakan biaya normal 100%. Sementara itu, beberapa airline yang lain ada yang menetapkan biaya tambahan yang besarnya bervariasi.
Untuk pengangkutan penumpang yang ditandu ini, persyaratan yng harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
1. Adanya surat keterangan dokter yang menyatakan penumpang tahan naik pesawat dan penyakit yang dideritanya tidak menular;
2. Diantara oleh anggota keluarga, perawat dan/atau dokter;
3. Naik ke pesawat duluan dan turun belakangan;
4. Tersedia ambulance ditempat/stasiun tujuan;
5. Membayar biaya tambahan sebesar 200%;
6. Beberapa perusahaan menetapkan biaya berbaring di pesawat sebesar tiga kali harga tiket normal dimana ia naik (dengan asumsi ia memerlukan tiga seat);
7. Menandatangani form of indemnity.
Perusahaan penerbangan menyediakan botol berisi oksigen bagi penumpang orang sakit membutuhkannya selama penerbangan dengan biaya/tariff yang telah ditentukan untuk setiap botolnya. Pemberitahuan tentang adanya penumpang orang sakit kepada awak pesawat tercantum di dalam dokumen yang disebut passage information sheet (PIS). Informasi tentang penumpang orang sakit, termasuk permintaan tandu atau stretcher langsung dikirim bersamaan dengan pengiriman load message pada saat keberangkatan pesawat.
Dalam hal ini untuk memperlancar pekerjaan, maka diperlukan adanya koordinasi menyangkut seating, makanan, ambulance, pihak penyambut/penjemput, dll.

WHEEL CHAIR PAX


NAMA : MARTIAS SAMSUDIN
NIM : 224108235
KELAS : C , GH 2

Ditulisan saya yang ke-8 ini, saya ingin menjelskan beberapa hal mengenai penumpang khusus (special passenger). Yang pada tulisan ini saya ingin membahas mengenai Wheel Chair Pax (penumpang yang memerlukan kursi roda).
Wheel chair pax adalah penumpang yang karena kondisi kesehatannya/keadaan fisiknya yang memerlukan kursi roda untuk menuju ke pesawat atau sebaliknya. Permintaan kursi roda ini dapat dibagi dalam tiga kategori berikut:
1. Penumpang dapat naik dan turun sendiri serta bergerak ke/dari tempat duduk. Dalam hal ini dari gedung terminal ke pesawat dan sebaliknya penumpang akan memakai kursi roda. Penumpang seperti ini dikenal dengan istilah WCHC (penumpang memerlukan kursi roda sewaktu didalam kabin).
2. Penumpang tidak dapat naik dan turun dari pesawat sendiri, tetapi dapat jalan ke/dari tempat duduk sendiri, dengan sangat sulit dan pelan-pelan.penumpang seperti ini dikenal dengan istilah WCHS (penumpang tidak bias naik-turun pesawat menggunakan tangga atau step).
3. Penumpang dapat naik dan turun pesawat sendiri ke/dari tempat duduknya, dan tidak bias berjalan agak jauh, misalnya di Ramp. Penumpang seperti ini dikenal sebagai penumpang WCHR.
Untuk poin 2 dan 3 penumpang harus disediakan kursi roda dari petugas pembantu bandara keberangkatan dan bandara tujuan. Bila tidak ada yang mengantar dan menjemput dapat diminta bantuan cabin crew atau ground staff dll.

”FREIGHT FOWARDING”


NAMA : DESTY ADELINA
NIM : 2241.08.175
KELAS : C

Freight forwarding adalah layanan yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang menangani impor internasional atau multi-nasional dan ekspor. Sementara freight forwarder tidak benar-benar memindahkan barang itu sendiri, itu bertindak sebagai perantara antara klien dan berbagai layanan transportasi. Mengirim produk dari satu tujuan internasional lain dapat melibatkan banyak operator, persyaratan dan legalitas. Sebuah layanan pengiriman barang menangani logistik yang cukup besar ini tugas untuk klien, menghilangkan apa yang sebaliknya akan menjadi beban yang tangguh.
Sebuah layanan pengiriman barang umumnya menyediakan satu atau lebih perkiraan untuk klien bersama dengan nasihat, jika diperlukan. Pertimbangan bahwa harga efek akan berkisar dari asal dan tujuan dengan persyaratan khusus, seperti pendingin atau, misalnya, pengangkutan bahan berbahaya. Dengan asumsi klien menerima tawaran forwarder itu, angkutan ini disiapkan untuk pengiriman. Layanan pengiriman barang kemudian melaksanakan tanggung jawab mengatur pengangkutan dari titik asal ke tujuan.
Salah satu dari banyak keuntungan dari menggunakan freight forwarding adalah bahwa ia menangani layanan tambahan yang merupakan bagian dari usaha pelayaran internasional. Asuransi dan bea cukai dokumentasi dan clearance adalah beberapa contoh. Sebagai konsolidator, sebuah layanan pengiriman barang juga mungkin menyediakan Non-Kapal Operasional Common Carrier (NVOCC) dokumentasi, atau bill of lading. Pergudangan, penilaian risiko dan manajemen, dan metode pembayaran internasional juga biasa diberikan kepada klien oleh layanan jasa pengiriman.
Sebuah layanan pengiriman barang forwarding dapat menghemat waktu klien tak terhitung potensi dan sakit kepala sementara menyediakan transportasi yang dapat diandalkan produk dengan harga yang bersaing. Sebuah layanan jasa pengiriman merupakan aset untuk hampir semua perusahaan yang bergerak dalam pengangkutan barang internasional, dan terutama berguna ketika di rumah-sumber daya yang tidak berpengalaman dalam prosedur pelayaran internasional.
Freight Forwarding Services :
Mengirim produk dari satu tujuan internasional lain dapat melibatkan banyak operator, persyaratan dan legalitas. Sebuah layanan pengiriman barang menangani logistik yang cukup besar ini tugas untuk klien, menghilangkan apa yang sebaliknya akan menjadi beban yang tangguh.
Produsen dan distributor dari seluruh dunia sering mengandalkan jasa ekspedisi udara untuk menangani logistik menghasilkan produk yang dikirim melalui udara ke tujuan internasional
Cargo Freight Forwarding :
Pengiriman udara seringkali sangat mahal, sehingga forwarder angkutan udara biasanya akan menangani pengiriman kargo kecil dan waktu sensitif. Proses pengiriman barang biasanya dimulai sebelum pengiriman sudah siap. Forwarder angkutan udara akan bernegosiasi harga dengan maskapai penerbangan komersial dan memberikan pilihan routing ke pelanggan mereka.
Untuk alasan ini, memiliki beberapa bentuk pengalaman layanan pelanggan sebelumnya sebelum Anda menjadi freight forwarder udara sering dianjurkan. Untuk menjadi freight forwarder udara, Anda mungkin akan perlu untuk memiliki keterampilan komputer baik dalam perangkat lunak yang biasa digunakan serta beberapa jenis perangkat lunak khusus untuk industri angkutan udara forwarding.
International Freight Forwarder :
Industri manufaktur dan ritel sering sangat tergantung pada perusahaan ekspedisi udara untuk memastikan bahwa produk dikirim dikirim ke pelanggan internasional dengan aman dan tepat waktu.
Isu penting lainnya ukuran dan berat kiriman dan seberapa cepat barang tersebut untuk mencapai tujuan. Berdasarkan informasi pengiriman ia telah terkumpul, freight forwarder penelitian pilihan. Ini biasanya termasuk menentukan apakah kereta api, air, udara atau transportasi truk adalah pilihan terbaik untuk transportasi.
Freight Forwarding Perusahaan/company :
Karena proses pelayaran internasional seringkali cukup rumit, banyak produsen beralih ke perusahaan angkutan udara forwarding untuk keahliannya di bidang ini. Jika Anda menjadi freight forwarder udara, Anda akan perlu memiliki pemahaman yang baik tentang berbagai aturan dan peraturan transportasi internasional.
Sebelum menggunakan layanan dari sebuah perusahaan forwarding, itu adalah ide yang baik untuk mendapatkan review dan rekomendasi. Banyak negara tidak mengatur perusahaan yang mengiklankan diri mereka sebagai menawarkan layanan jasa angkut, yang berarti bahwa pelanggan dapat berakhir dalam perawatan perusahaan yang tidak memiliki pengalaman atau terlibat dalam aktivitas penipuan.

APA YANG HARUS DILAKUKAN PETUGAS KEPADA PENUMPANG TRANSIT??


NAMA : M. DODI DANUBRATA
NIM : 224108018
KELAS : S1 MTU C

Jika kita ingin melakukan perjalanan ke sebuah kota, baik dalam lingkup domestik atau internasional pasti akan ada salah satu kota tujuan kita yang tidak bisa dicapai melalui penerbangan langsung. Nah, untuk hal itu maka pesawat harus melakukan transit. Entah untuk refueling atau kita harus berganti pesawat saat transit. Saat transit itulah, pentingnya keberadaan petugas transit. Petugas transit haruslah melakukan pelayanan yang baik kepada penumpang misalnya:
• petugas harus siap di pintu gate 20 menit sebelum STA.
• petugas security mengarahkan penumpang ke counter transit.
• petugas transit menyiapkan kartu transfer/transit.
• Petugas memeriksa tiket dan boarding pass
• Petugas transit dan petugas gate melakukan pengecekan terakhir penumpang transit dengan mencocokkan data di load departure message, boarding lounge, dan load control.
Yang membuat banyaknya penumpang yang tertinggal atau salah pesawat ketika transit, khususnya di indonesia.hehee.. adalah saat transit tersebut mengharuskan ganti pesawat. Kurang cakapnya pelayanan yang diberikan petugas,membuat itu semua masih banyak terjadi hingga saat ini. Mungkin saja petugas tersebut malas melakukan pengecekan pesawat untuk memastikan tidak ada bagasi yang ketinggalan, atau malas menanyakan dan memberi informasi tentang penerbangan yang akan digunakan.
Mungkin ada baiknya , pihak bandara membuat ruang transit sesuai tujuan akhir penumpang. Dengan begitu,tidak akan ada lagi penumpang yang ketinggalan. Kelengkapan sign board pun menunjang dalam proses transit. Pada akhirnya, pelayanan yang baik dan didukung oleh kelengkapan fasilitas yang menunjang saat transit akan dengan sendirinya mengurangi resiko penumpang ketinggalan atau salah pesawat dan begitupun dengan bagasinya itu sendiri.

CUACA FAKTOR UTAMA DALAM PENERBANGAN


NAMA : DESSY INDARTI PUTRI UTAMI
NIM : 224108140
KELAS : C

Cuaca adalah salah satu faktor utama dalam melakukan penerbangan, kondisi cuaca dapat menganggu proses pengoperasian pesawat pada saat lepas landas maupun saat landing di bandara tujuan. Sekarang ini banyak terjadi kecelakaan penerbangan yang diakibatkan oleh faktor cuaca, hal ini diakibatkan karena kurangnya informasi yang diberikan oleh NOTAM (notification to airment) kepada seorang PIC. Unsur cuaca meliputi prediksi arah angin, kecepatan angin, awan rendah dan kabut, tinggi dan ketebalan awan, visibilitas atau jarak pandang, turbelensi udar dan pengendapan es pda badan pesawat. Kondisi cuaca juga dapat dikategorikan cuaca yang baik (clear weather) atau cuaca yang buruk (bad weather), kondisi ini sangat menentukan bagi penerbangan apakah penerbangan ini bisa lanjut,ditunda, atau dibatalkan. Ketika hujan deras dapat menganggu visibility (jarak pandang) dan dapat menyebabkan landasan tergenang air yang bisa membahayakan dalam proses take off maupun landing, dalam hal ini biasanya peasawat melakukan holding (gerakan berputar di udara). Kondisi angin juga harus diwaspadai karena ada beberapa macam arah angin yang dapat menggangu dalam proses landing atau ketika berada di udara, arah angin dari depan (up wind), arah angin dari samping (cross wind). Hal ini dapat menganggu stabilitas pesawat. Cuaca sulit atau bahkan tidak dapat dihindari, petugas hanya dapat menyesuaikan aktifitas penerbangan dengan kondisi cuaca tertentu dan memprediksinya.

Kategori GSE (Ground Support Equipment)


Nama : Nuris Salim
Nim : 224108048
Kelas : C
Tugas Ke : 9

Setelah kita mengenal Ground Handling, kita juga akan dikenalkan pada Ground Support Equipment (GSE) yaitu peralatan-peralatan pendukung dalam kegiatan Ground Handling. Ada dua (2) kategori untuk Ground Support Equipment (GSE) :
1. NON-POWERED EQUIPMENT
2. POWERED EQUIPMENT

1. NON-POWERED EQUIPMENT

CHOCKS
Chock digunakan untuk mencegah pesawat bergerak ketika parkir di apron atau di hanggar. Chocks diletakkan di depan dan di belakang roda landing gear pesawat. Chocks terbuat dari kayu yang keras atau karet yang keras biasa disebut juga towbar.

BAG CARTS
Kereta angkut (Baggage carts), digunakan untuk mengangkut cargo, excess baggage, mail, dan material lainnya dari terminal ke pesawat atau sorting facility. Carts dilengkapi dengan system pengereman dengan memblok roda sehingga tidak bergerak ketika akan disambungkan dengan balok untuk ditarik. Banyak kereta yang dilengkapi dengan penutup, kecuali untuk bagian yang menggunakan plastik dilindungi dengan terpal sehingga items terlindungi dari kondisi cuaca.

DOLLIES FOR CONTAINERS AND PALLETS
Trolli untuk container dan pallet digunakan untuk mengangkut muatan di container dan pallet. Dari keduanya memiliki inbuilt rollers atau roll untuk memudahkan di dalam mengangkut container dan pallet ke dalam space pesawat. Container dan pallet juga wajib dilengkapi dengan built-in fuses. Mekanik rem bergantung kepada konstruksi blok roda ketika trolli diangkat ke atas atau sebaliknya. Trolli untuk container memiliki pola memutar untuk membuat container dapat berbalik arah secara langsung saat proses loading ke dalam pesawat. Semua bagian pada trolli, baik roda, pole, system pengereman, bagian sambungan haruslah sesuai prosedur.

2. POWERED EQUIPMENT

REFUELLERS
Hydrant truck aircraft refueller, Aircraft refuellers biasa juga disebut fuel truck, atau hydrant truck. Fuel truck sendiri dapat mengangkut bahan baker sekitar 10,000 US gallons, fuel truck memiliki alat pemompa, penyaring, selang karet, dan peralatan lainnya. Sebuah hydrant cart bergerak ke pipeline network untuk menyediakan bahan bakar pesawat. Ada perbedaan yang signifikan antara hydrant system dengan fuel truck, hydrant system lebih menguntungkan karena fuel truck harus mengisi kembali secara berkala.

TUGS AND TRACTORS
Tugs dan tractors memiliki beberapa fungsi dan tujuan di dalam memberikan pelayanan pendukung di darat. Mereka digunakan untuk menarik atau menggerakkan alat-alat ground support yang mengalami kerusakan, termasuk bag carts, mobile air conditioning units, air starters, lavatory carts, and peralatan lainnya.

GROUND POWER UNITS
Ground power unit adalah kendaran yang mampu menyuplai tenaga ke pesawat yang sedang berada di parkir area. Ground power units juga memungkinkan dapat menyuplai jetway, mempermudah suplai energi listrik ke pesawat. Semua pesawat yang memiliki syarat 28V arus searah, dan 200V 400HZ arus bolak balik, energi listrik dibawa dari sebuah generator yang disambungkan ke pesawat lewat kabel yang sangat tebal. Kabel penghubung ini adalah standar untuk semua pesawat.
BUSES
Bis digunakan untuk mengangkut penumpang, dan memindahkan penumpang dari pesawat ke terminal, atau dari satu terminal ke terminal yang lainnya. Di beberapa Bandar udara bis hanya dapat digunakan untuk penumpang yang berada di lantai dasar, apabila berada di lantai 2 biasanya penumpang menggunakan garbarata, bis terkadang disebut sebagai mobile lounges.

CONTAINER LOADER
Loader untuk pesawat berbadan lebar (aircraft platform) digunakan untuk loading dan unloading cargo yang berada di container atau di pallet. Loader memiliki dua peron yang secara bebas mengangkat dan menurunkan. Container dan pallet saat di loader digerakkan dengan built-in rollers atau roda, dan diangkut ke pesawat melewati peron.

TRANPORTERS
Transporters adalah peron kargo yang memiliki konstruksi untuk membantu proses loading dan unloading. Tipe transporter tergantung pada load capacity container yang akan diangkut, dan berlaku juga untuk pallet serta transporter yang lebih besar.

AIR STARTER
Sebuah air starter adalah sebuah kendaraan yang dilengkapi dengan mesin gas turbin yang, selama menghidupkan pesawat membutuhkan udara seperlunya agar mesin pesawat dapat hidup. Selama kompresor tidak bisa bekerja sendiri mengantarkan udara yang cukup, udara disediakan oleh air starter. Air starter mengeluarkan udara dengan selang yang didekatkan ke pesawat.

POTABLE WATER TRUCKS
Potable water trucks adalah kendaraan khusus yang mengisi drinking water di tangki pesawat. Air disaring dan dilindungi dari beberapa elemen selama tersimpan di kendaraan. Sebuah pompa di kendaraan membantu menggerakkan air dari kendaraan ke pesawat.

LAVATORY SERVICE VEHICLES
Kendaraan lavatory service kosong dan mengisi dari lavatories onboard aircraft, kotoran yang tersimpan di tangki, kemudian dibersihkan dengan kendaraan ini, setelah tangki dibersihkan kemudian diberikan campuran air dengan disinfecting concentrate, biasa disebut blue juice. Beberapa Bandar udara memiliki kereta lavatory yang lebih kecil dan harus ditarik dengan penarik.

CATERING VEHICLE
Catering juga meng unloading minuman dan makanan yang tidak habis terkonsumsi, selain me loading makanan dan minuman yang baru untuk penumpang dan crew. Tipe makanan di antar dengan kereta yang distandarkan. Makanan dibuat di darat sesuai dengan banyaknya permintaan (apart from chilling or reheating).
Kendaraan catering terbuat dengan lifting system, platform and an electro-hydraulic control mechanism. Kendaraan dapat mengangkat dan menurunkan, peron dapat menggerakkan ke depan pesawat.

BELT LOADERS
Belt loader adalah kendaraan yang menyediakan moveable belts untuk loading dan unloading baggage dan cargo. Sebuah belt loader digerakkan untuk membuka ruang di bawah pesawat, dikenal sebagai bin atau pit. Belt loader banyak digunakan pesawat kecil yang tidak dapat menggunakan container. Baggage tersimpan tanpa container melainkan dengan bulk loading.

PASSENGER BOARDING STAIRS
Passenger boarding stairs terkadang disebut tangga udara, digunakan untuk mengangkut penumpang dari darat ke kabin pesawat. Semenjak banyak pesawat yang memiliki pintu pesawat yang tinggi dari darat, tangga membantu penumpang naik dan turun dengan aman serta efisien. Ada beberapa tangga yang seperti eskalator sehingga mempermudah penumpang, ada juga tangga yang biasa saja. Banyak tangga yang dapat menyesuaikan ketinggian tangga dengan ketinggian pesawat.

PUSHBACK TUGS AND TRACTORS
Pushback tugs banyak digunakan untuk menarik pesawat dari runway menuju apron, begitu juga sebaliknya. Tugs ini sangat bertenaga karena memiliki mesin yang besar. Pushback tug juga bisa mendorong pesawat dalam beberapa situasi, seperti mendorong ke hangar. Ukuran tugs disesuaikan dengan ukuran pesawat. Beberapa tugs menggunakan tow-bar sebagai penghubung antara pesawat dengan tug itu sendiri. Selama menarik tugs menggunakan gear secara perlahan agar mempermudah dalam menarik pesawat.

DE / ANTI-ICING VEHICLES
Prosedur dari de/ anti icing, melindungi pesawat dari kebekuan akibat tertutup salju, dengan menggunakan kendaraan khusus yang memiliki tangan-tangan, seperti sebuah cherry picker untuk mempermudah akses masuk ke pesawat. Sebuah selang penyempot khusus mencairkan ice pada pesawat, juga mencegah penumpukkan salju selama berada di darat.

Prosedur Penanganan Penerbangan VVIP


Nama : Nuris Salim
Nim : 224108048
Kelas : C
Tugas Ke : 7

Saya pernah punya pengalaman ketika saya hendak terbang dari Surabaya ke Jakarta, ketika itu saya naik maskapai penerbangan yang sudah almarhum yang ber kode KI. Waktu itu entah mengapa saya mengalami delay yang berkepanjangan, memang sudah sangat wajar bahwa maskapai penerbangan ini terkenal dengan delay nya. Tetapi delay ini menurut saya sangat tidak wajar karena sudah lama dan tidak ada penjelasan dari pihak airline. Setelah menunggu sekitar 1 jam ada pengumuman dari pihak bandara bahwa ada penerbangan VVIP yang akan landing. Pada waktu itu kalau tidak salah mantan presiden Jusuf Kalla akan mengunjungi kota Surabaya, yang ada di dalam benak saya pada waktu ialah mengapa dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk menunggu orang penting terbang. Berikut saya ingin coba berbagai mengenai hal tersebut.
Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : SKEP/ 188/VII/2006 Tentang VVIP (Presiden RI, Wakil Presiden RI,dan Kepala Negara Pemerintah Negara Asing) menyatakan beberapa hal sebagai berikut:
A. Demi keamanan dan keselamatan serta kelancaran penerbangan VVIP,maka kegiatan arus lalu lintas penerbangan di seluruh Bandar udara dan FIR Indonesia diatur dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Pada Bandar udara keberangkatan dan kedatangan, pergerakan pesawat udara VVIP diberi prioritas, dan operasional Bandar udara tidak dinyatakan tertutup untuk kegiatan sipil lainnya.
2) Apabila dibutuhkan, dapat menerbitkan NOTAM EXPECTED DELAY dengan ketentuan 30 menit sebelum keberangkatan dan 15 menit setelah pesawat udara VVIP berangkatan.
3) Separasi atau jarak terbang antara pesawat udara VVIP dengan pesawat udara sipil lain akan diatur
4) Operator penerbangan atau pilot in command harus memberikan informasi kepada penumpang umum pesawat udara bila terjadi penundaan keberangkatan dan/atau kedatangan pesawat udara dari jadwal perkiraan yang telah ditetapkan, dengan alas an perasional (Operasional Reason).
5) Pesawat udara VVIP yang tidak memiliki RVSM approval, agar mencantumkan STATE AIRCRAFT pada kolom 18 format ICAO ,VVIP flight plan agar disampaikan dalam kurun waktu 72 jam dan tidak boleh kurang dari 4 jam sebelum keberangkatan, tanpa adanya perubahan.
6) Untuk terselenggaranya kelancaran penerbangan VVIP, agar dilakukan koordinasi antara secretariat militer RI dengan pelaksana kegiatan penerbangan di Bandar udara.

Sesuai dengan Annex 11, Air Traffic Services, part 2.16, 2.17 mengenai koordinasi antara ATS dengan otorisasi militer disebutkan bahwa :
a) Pejabat ATS yang berwenang harus membuat dan menjaga koordinasi yang erat dengan pihak militer yang bertanggung jawab terhadap kegiatan pesawat yang mungkin membahayakan penerbangan sipil.
b) Perjanjian hendaknya dibuat sehingga informasi yang relevan dengan keselamatan dan kecepatan penerbangan sipil dapat disampaikan/ditukarkan dengan segera antara unit ATS dan unit militer yang berwenang.
c) Baik secara rutin ataupun atas permintaan, unit ATS harus menyediakan flight plan dan data penerbangan sipil bagi pihak militer yang berwenang sesuai dengan prosedur local yang telah disetujui.
d) Prosedur-prosedur yang ada harus menjamin bahwa unit ATS akan diberitahu apabila unit militer mengetahui ada pesawat sipil atau dipercaya sebagai pesawat sipil mendekati atau sedang memasuki daerah dimana mungkin diperlukan untuk melakukan intercept. Pemberitahuan tersebut hendaknya meliputi aksi perbaikan yang diperlukan yang mungkin dapat menghindari diperlukannya tindakan intercept.

Tanggung jawab pengoperasian militer :

• Bahwa suatu ketika operasi pesawat militer tidak harus sesuai dengan prosedur dengan lalu lintas udara sipil (mungkin bersifat rahasia dan mendadak/darurat). Tugas ATC sipil adalah melindungi keselamatan penerbangan sipil, oleh karena itu ATC wajib meminta kepada pihak militer untuk memberi tahu unit ATC terkait tentang rencana operai penerbangan, jika memungkinkan, sehingga ATC sipil dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi lalu lintas penerbangan sipil.
• Gerakan-gerakan luar biasa/di luar kebiasaan atau pemakaian separator kurang dari standard minimal mungkin dilakukan oleh pesawat militer. Tindakan tesebut hanya akan diterima/disetujui oleh ATC sipil jika pemintaan khusus secara tertulis telah diterima dari pihak militer dan penerapan separation minima yang kurang dari standard tersebut hanya diberlakukan bagi pesawat militer (antara pesawat militer, sedangkan anatara pesawat militer dan sipil diupayakan tetap sesuai atau lebih besar dari standard minima yang berlaku). Instruksi tertulis yang memuat pengurangan separation minima tersebut harus disebarluaskan kepada unit ATC lain yang terkait.
• Pemakaian ruang udara (airspace reservation) oleh militer baik bersifat tetap di suatu lokasi (stasionary) atau bergerak dari satu tempat ke tempat lain (mibile) untuk terbang formasi berskala besar atau operasi militer lainnya boleh dilakukan dengan syarat koordinasi dilakukan sedini mungkin sehingga memungkinkan disebar luaskannya informasi tersebut melalui prosedur di Annex 15 (aeronautical Information Service).
Dalam pengaplikasianya, koordinasi sipil militer didasarkan pada filosofi bahwa keselamatan dan efisiensi penggunaan ruang udara dapar dicapai apabila terjadi integritas sistem antara sipil dan militer dan semua pesawat udara pada ruang udara nasional mengacu pada rule of the air dan prosedur ATC. Pada beberapa negara, personel militer berhubungan dengan unit ATC sipil, dimana mereka bekerja pada posisi operasional dan prosedural, dan terlibat pada riset dan pengembangan, dan perencanaan airways. Saat semua prosedur ATC harus di koordinasikan dengan otoritas militer sebelum diadopsi, keterlibatan personel militer dalam aktivitas ini, baik sebagai pengguna atau penyedia sangat penting.
Di bawah beberapa ketetapan, otoritas militer dapat mendelegasikan tanggung jawab pengkoordinasian aktivitas dari hari ke hari kepada personil ATS sipil yang bekerja pada unit Area Control Center (ACCs). Aktivitas tersebut meliputi pengarahan singkat kepada pemandu lalu lintas udara mengenai aktivitas militer dan melaksanakan tugas sebagai penghubung kerjaselama aktifitas militer dan melaksanakan tugas sebagai penghubung kerja selama aktivitas militer tesebut berlangsung.

??????


Nama : FaulitaTifani
NIM : 2241.08.012
Kelas : MTU C
Tugas ke-5

Ground Handling yang dalambahasa Indonesia berartikanpenanganan di darat. Makaketikapesawat yang berada di daratbaik yang akanlepaslandasataubarutiba di darat, langsungditanganiolehpetugas yang disebutdenganpetugas ramp dispatcher. Petugas ramp hanyadiberikanwaktukuranglebih 30 menituntukmenyelesaikantugasnya yang mencakup refueling, catering, flushing, loading and unloading, packing, repairing, labeling, cleaning, refilling, engineering,
Refueling merupakanpengisianbahanbakaruntukpesawatdanharusdiperhitungkandenganbaik agar pemakaianbahanbakartepatguna.
Catering yaitumemasukkanmakanandanminumankedalampesawat, jika di pesawattersebutmenyediakanmakananatauminumanuntukpenumpangbaikdiberikansecara gratis ataupunmembeli.
Flushing yaitumembersihkankotoranataulimbahatau air kotor yang ada di dalampesawatdengandisedotdenganmobilalatpenyedotkemudiandibuang.
Loading and unloading yaitu proses memasukkandanmengeluarkanbagasipenumpangkedalamataukeluardaripesawatdenganmenggunakanalat yang disebut ULD ( Unit Load Device ).
Packing yaitu proses mengemasataumengepackbagasipenumpangsesuaidenganprosedur.
Repairing yaitumengecekdanmembetulkanbagianpesawatbilaterjadikerusakansesuaidengan standard keamanan.
Labeling merupakanmemberikantandaatau label padabagasipenumpang agar bagasi yang diangkutdapattibadibandaratujuandengantepatdantidaktertukaratautertinggal.
Cleaning yaitumembersihkanbagiandalampesawatsehinggalebihbersihdanmemberikankenyamananuntukpenumpangberikutnya.
Refilling merupakanpengisian air bersihkedalampesawatsesuaidengankebutuhan.
Engineering yaitumengecekkondisimesinpesawatdanmembetulkanbilaterjadikeusakan agar kemudiandapatdipergunakankembalisecaraaman.
Selamabekerja, petugas ramp jugaharusmenggunakaseragamsesuaidenganprosedur yang telahdisediakansepertirompi, sepatukhusus, sarungtangan, alatpenutuptelinga.Petugasharusselalumengikutiprosedur yang berlaku demi keamanandankeselamatanpetugas tersebut.

Baggage Allowance


Nama : Anief Budiman
Nim : 224108081
Kelas : C

Yang dimaksud baggage allowance adalah bagasi Cuma-Cuma yang diberikan kepada setiap penumpang dalam setiap penerbangannya.
1. Weight Concept
Pada konsep ini bagasi Cuma-Cuma yang diperbolehkan adalah suatu berat yang sudah ditetapkan sehubungan dengan kelas dan harga yang tiket yang dibayarkan , yaitu :
 Bagasi Cuma-Cuma untuk Frist class 40 kg
 Bagasi Cuma-Cuma untuk Bussiness class 30 kg
 Bagasi Cuma-Cuma untuk Economy class 20 kg
Apabila jumlah berat bagasi bawaan yang melebihi dari baggage allowance yang diberikan, maka akan dikenakan surcharge untuk bagasi lebih atau dikenakan biaya bagasi.
2. Piece Concept
Pada konsep ini bagasi Cuma-Cuma yang diperbolehkan adalah suatu piece yang sudah ditetapkan sehubungan dengan kelas dan harga tiket yang sudah dibayarkan.
Contoh :
• Untuk kelas F, C, Y adalah 2 pieces dengan jumlah berat per 1 pcs-nya adalah 32 kg dan ukuran panjangnya adalah 158 cm / 62 inc.
• Untuk Infant adalah 1 pcs dengan jumlah berat 115 cm / 45 inc.
Peraturan Piece Concept ini diberlakukan jika seseorang atau penumpang melakukan perjalan atau penerbangan ke atau dari benua Amerika termasuk Canada dengan terus menerus atau langsung dan tidak melakukan stop over disuatu negara amerika termasuk Canada.

PROSEDUR PENGIRIMAN JENAZAH


NAMA : DESSY INDARTI PUTRI UTAMI
NIM : 224108140
KELAS : C

Sebelum melakukan pengiriman harus melakukan booking terlebih dahulu untuk menyiapkan tempat, akan ditaruh dimana jenazah tersebut.
Menyertakan beberapa dokumen :
• Surat kematian
• Surat kepolisian
• Shipping instruction
• Pemberitahuan tentang isi
• Airway bill
• Certificate of autopsy, death certificate, SK formalin
• NOTOC (notification to captain)
• Surat pemberitahuan bahwa jenazah bebas dari penyakit menular
Jenazah manusia dikirim berupa jasad yang dibalsem yang dimasukkan dalam container atau peti dan jasad yang telah dikremasi (abu) yang dimasukkan dalam porselen atau guci.
Menggunakan formalin atau balsem jenis apa.
Menyiapkan bandara transit.
Dimensi peti, agar bisa masuk ke dalam pintu pesawat.
Berapa orang pengantar jenazah yang ikut, sesudah sampai tujuan bagaimana handling yang dilakukan apakah ada orang yang menerima masuk ke dalam apron.
Menyiapkan dollis dan pallet khusus.

Penanganan Unaccompanied Minor


Nama : Ratu Tendengan
Nim : 234110024
Kelas : C
Tugas : 8

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, penggunaan jasa transportasi udara merupakan mod transportasi yang paling benyak diminati oleh masyarakat apabila hendak bepergian jauh karena dapt lebih mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Hampir semua kalangan sudah mampu menjangkau dan menikmati moda transportasi ini. Penumpang transportasi udara juga beraneka ragam mulai dari anak kecil hingaa orang dewasa yang tentunya dengan mematuhi semua ketentuan atau persyaratan yang belaku.
Dalam hal ini saya khusus akan membahas mengenai unaccompanied minor yaiu penumpang anak-anak yang melakukan perjalanan atau bepergian menggunakan pesawat udara dengan sendirian tanpa pendamping. Pada umumnya yang termasuk dalam kategori penumpang UM adalah anak-anak yang berumur antara 2-10 tahun untuk Domastik dan 2-12 untuk Internasional.
Penumpang Unaccompnied minor akan selalu diawasi oleh petugas Ground Handling atau petugas yang ditunjuk mulai dari UM tersebut tiba di bandara hingga naik ke pesawat dan pada saat tiba di bandara tujuan. Penumpang UM barada dalam tanggung jawab petugas sehingga seluruh keperluan atau kepentingan UM yang berkaitan dengan keberangkatannya berada pada tanggungjawab petugas dan melayani kebutuhannya sebaik mungkin hingaa sampai di bandara tujuan dan di jemput oleh keluarganya atau penjemputnya.
Sebelum malakukan suatu perjalanan, tentunya seorang penumpang UM harus memenuhi semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh perusahaan penerbangan yang bersangkutan yaitu antara lain :
• UM harus dalam keadaan sehat
• Um harus memiliki dokumen perjalanan yang dibutuhkan dan masih berlaku
• Pengangkutan hanya berlaku dari airport keberangkatan ke airport tujuan
• Dipastikan bahwa di airport tujuan sudah ada penjemput yang akan menjemput UM
Pada saat di Airport, UM akan diberikan kartu pengenal yang menandakan anak tersebut sebagai penumpang UM sehingga lebih memudahkan petugas mengenalinya dan menanganinya. Pada saat naik pesawat, penumpang UM akan diserahkan kepada Pramugari dan akan berada dalam tanggung jawab Pramugari untuk dilayani dan ditangani hingga tiba di airport tujuan.

Bagaimana jika Lampu di Sekeliling Landas Pacu Mati ya..


Nama : Fajar Lazuardi Ermanto
Nim : 2241.08.141
kelas : S1 MTU C.

Dari sebuah kasus yang tterjadi banyak yang bertanya kenapa pesawat memerlukan lampu sebagai tanda atau symbol untuk dapat mendarat di runway pada saat take off maupun landi pada malam hari. Karena itu setiap bandara harus mampu menyediakan fasilitas-fasilitas bandara pada saat operasionalnya berjalan pada malam hari karena sudah banyak bandara yang kerja opperasionalnya 24 jam penuh, karena kebutuhan dan keperluan setiap seseorang berbeda.
Bagaimana ya jika lampu landas pacu mati atau padam, saya membaca dari sumber berita tahun tahun lalu banyak kejadian yang cukup kurang di mengerti, kenapa karena lampu di landas pacu merupakan standard pendaratan bagi pesawat untuk dapat mendarat di runway atau bandara tersebut. Karena seorang pilot pada waktu jam terbangnya pada malam hari seorang pilot membutuhkan penunjang atau suatu fasilitas untuk dapat mendaratkan pesawat pada malam hari.
Kasus yang terjadi dari beberapa sumber ialah adanya kehilangan kurang lebih lampu bandara soetta hilang, yaitu tepatnya di terminal 1 bandara soetta. Ini sangat dapat membahayakan. Karena jika suatu system itu tidak berjalan atau tersendat di suatu jalan, akan menyebabkan adanya bahaya bagi yang memakainya,. Yaitu keselamatan penerbangan di sini ialah semua yang menggunakan jasa penerbangan. Contohnya lampu di landas pacu banyak di gunakan sebagai salah satu tanda bagi penerbang untuk melihat runway di mana ia akan mendarat tepatnya di runway yang tepat, jika terjadi suatu cuaca yang buruk seperti adanya kabut yang menyelimuti area bandara atau asap dan keadaann-keadaan yang lainnya. Maka lampu di landas pacu sangat di butuhkan bagi bandara. Dan juga tidak harus padam dan mati sewaktu waktu pada saat di butuhkan. Ini yang terjadi pada saat pesawat Batavia air no penerbangan 7P-852 dari Jakarta menuju Ambon, gagal mendarat di bandara pattimura dan juga pesawat lion air.
Jadi semua fasilitas dan sistem yang ada di bandara adalah bagaikan sebuah jantung, yang menentukan keamanan dan keselamatan dalam dunia penerbangan.

BEBERAPA DESAIN PESAWAT YANG GAGAL


Nama : Tesiana Imelda Ayu
Nim : 224108135
Kelas : S1 MTU/C
Tugas : ke -10

Membangun sebuah desain pesawat tunggal tidaklah mudah harus disertai dengan dukungan keuangan yang besar untuk penelitian dan pengembangan dan juga banyak waktu dan usaha manusia yang belum selesai menguji pesawat tersebut diterbangkan, tetapi untuk beberapa alasan sejumlah pesawat sejarah yang terjadi masih pendek dari harapan banyak orang.

Berikut ini adalah beberapa jenis desain pesawat udara yang gagal diantaranya :

1.Northrop XP-79
The Northrop XP-79 dianggap sebagai desain ambisius untuk pesawat tempur terbang sayap.pesawat ini pada awalnya dirancang sebagai pencegat roket bertenaga namun tidak berfungsinya kedua mesin dalam tes menyebabkan itu harus diganti dengan mesin turbojet.

2.De Havilland comet
De havilland comet dikenal sebagai sebagai pesawat jet komersial pertama didunia dan datang pada tahun 1949.serangkaian kecelakaan meskipun fungsi penerbangan terhambat dan akhirnya mulai penyelidikan kecelakaan pesawat yang memberikan data untuk desain yang lebih kuat lagi,lebih aman pesawat jet komersial yang kita ketahui saat ini.

3.Northrop YB-49
The Northrop YB-49 adalah prototipe pembom jet-powered sayap terbang yang dikembangkan untuk angkatan udara AS setelah perang dunia ke II.itu sebenarnya YB diubah-35 yang piston mesin digantikan oleh mesin jet yang lebih kuat .dari dua yang dibangun satu yang mengalami kecelakaan dan terbakar saat taxi.

4.Tupolev TU-144
Dengan prototipe yang pertama terbang pertama kali didunia transportasi pesawat supersonik
Bahkan sebelum concorde ,masalah desain tertentu namun gagal ditangani ditambahkan oleh kecelakan udara paris ditampilkan pada tahun 1973 dan kecelakaan berhasil pada tahun 1978 tertunda dan pelayanan penerbangan menempatkan pengembangan pesawat tersebut berhenti.

5.Fan Lear 2100 (futural)
The lear fun futura 2100 adalah Bill Lear desain akhir untuk sebuah peswat jet terbaling-baling pendorong bemesin ganda yang seluruhnya terbuat dari bahan komposit .dari tiga prototipe hanya satu yang terbang penerbangan perdananya pada januari 1981 dan sudah pensiun untuk tampilan museum.

Terhadap semburan jet dan Kebisingan


NAMA : MAULINA OCTAVIA
NIM : 2241.08.124
KELAS : C
TUGAS KE-10

Pada saat starting dan running engine, setiap personil yang bertugas harus menggunakan penutup telinga. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi telinga dari kebisingan yang bisa ngengakibatkan gangguan pada pendengaran baik sementara ataupun permanen (tuli).
Penutup telinga tersebut sebaiknya dari tipe yang sudah disahkan oleh departemen kesehatan. Penutup telinga tipe headset dan microphone harus secara berkala disterilkan, demikian juga headset dan microphone pesawat.
Dilarang menggunakan bola lampu sebagai penutup telinga. Hal ini yang harus diwaspadai dan dihindari adalah jet blast (semburan jet engine) yang memiliki tekanan dan temperatur yang tinggi..
Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh semua petugas di area Ramp:
• Pada saat pesawat datang, semua petugas dan GSE harus diam di tempat sampai pesawat yang dipandu untuk parkir, telah benar-benar berhenti.
• Pada saat keberangkatan pesawat, area engine intake dan exhaust harus bersih dari peralatan dan seluruh petugas tidak berada di area tersebut.
• Petugas tidak berada di sisi engine.
• Jangan menyentuh bagian engine, rem atau roda karena kemungkinan temperaturnya sangat panas.
• Dalam kondisi apapun, hindarkan berjalan di dekat engine yang sedang running.

“ Mampukah Indonesia Dapat Bersaing “


Nama : Bosa Nova
Nim : 224108145
Kelas : C

Pada tugas Ground Handling yang ke sepuluh ini saya akan membahas tentang “ Mampukah Indonesia Dapat Bersaing?? ”. Kemajuan dunia transportasi di era globalisasi sekarang ini membuat jarak, batas dan waktu antar Negara bukanlah suatu hambatan yang besar, karena dengan adanya transportasi membuat jarak dan batas antar Negara semakin dekat dan waktu yang di tempuh pun semakin singkat terutama jika menggunakan transportasi udara.
Dengan kemajuan ini maka banyak pula perusahaan penerbangan yang bersaing. Untuk dapat tetap bertahan didalam persaingan ini maka perusahaan penerbangan haruslah pintar-pintar dalam mengatur strategi dan memberikan pelayanan kepada penumpang. Untuk dapat menarik para penumpang tentunya perusahaan haruslah mengetahui pelayanan seperti apa yang diinginkan oleh penumpang, karena dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan itu dapat menentukan dan mempengaruhi tingkat kepuasan penumpang terhadap pelayanan tersebut.
Dengan keadaan tersebut dan membandingkan dengan kenyataan yang ada di dunia perbangan di Indonesia ini mampukah Indonesia dapat bersaing di dunia globalisasi sekarang ini mengingat banyaknya pelayanan-pelayanan yang kurang bahkan mengecewakan para penumpangnya. Tidak sedikit penumpang pesawat yang mengalami kerusakan bahkan kehilangan barang yang berada di bagasi pesawat, padahal prosedur yang ada sudah dijalani dengan baik oleh para penumpang sebelum memasukan barang kedalam bagasi pesawat namun hal tersebut tetap saja terjadi berulang-ulang.
Melihat kejadian ini apakah munkin perusahaan penerbangan di Indonesia dapat bersaing di dunia internasional? Tanpa adanya perubahan yang signifikan terhadap pelayanan, penanganan, dan keamanan penumpang. Hal tersebut haruslah sangat diperhatikan oleh para perusahaan penerbangan apabila mereka ingin terus dapat bersaing di dunia penerbangan internasional.

LOAD CONTROL


Nama: Maulina Octavia
Nim : 2241.08.124
Kelas: C
Tugas ke-8

Load control adalah unit kerja dari operation depatmrnt dsuatu airlines atau ground handling. Load control bertanggung jawab atas pengawasan aerta perhitungan berat dan keseimbangan dari suatu pesawat udara.
Output dari unit ini adalah instruksi pemuatan (loading instructions) dan load sheet. Instruksi pemuatan dibuat berdasarkan kemamuan dan keseimbangan pesawat, loading instruksi merupakan acuan kerja bagi loading master dalam melakukan pemuatan ke pesawat udara.
Sedangkan load sheet adalah dokomen wajib yang harus ada disetiap penerbangan, dokumen ini merupakan bentuk pelaporan yang harus mendapat persetujuan dari pilot in command.
Load sheet berisikan informasi mengenai jumlah muatan dan penumpang serta berat dan posisi keseimbangan pesawat udara yang diperlukan pilot dalam meakukan take-off dan landing.

Keamanan Bandara


NAMA : DESTY ADELINA
NIM : 2241.08.175
KELAS : C

Selain keamanan bandara yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan, keamanan yang berkaitan dengan ancaman kekerasan dan terorisme juga harus menjadi fokus perhatian keamanan bandara. Kejadian ini menjadi catatan penting dalam sejarah penerbangan sipil, yang menunjukkan bahwa bandar udara telah dipergunakan oleh teroris sebagai landasan untuk menyerang dan menghancurkan sasaran yang dikehendaki.
Berbagai kasus banyak menunjukkan bahwa tingkat ancaman dan risiko keamanan Bandara Soekarno-Hatta relatif masih cukup tinggi. Untuk itu dibutuhkan identifikasi berbagai bentuk ancaman dan dampak yang dapat ditimbulkan serta bentuk kerentanan lainnya yang kemungkinan dapat terjadi di masa datang. Melalui analisis risiko, pihak manajemen diharapkan dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko keamanan di masa akan datang serta untuk memperbaiki sistem keamanan ke arah yang lebih baik.
Terdapat 5 prinsip yang harus ditelaah pada saat pengembangan sistem keamanan bandara dan keselamatan penerbangan, yakni :
1. Kerahasiaan, yakni memastikan bahwa informasi tentang penerbangan hanya dapat diakses oleh pihak yang benar-benar berhak.
2. Integritas, berarti menjaga keakuratan dan kelengkapan informasi serta metode pemrosesannya. Suatu sistem memiliki integritas yang baik apabila informasi yang tersedia dalam lingkungan sistem akurat dan handal, serta apabila modifikasi data oleh pihak tak berwenang dapat dicegah.
3. Ketersediaan, yakni tindakan mencegah informasi atau sumberdaya disimpan di luar ketentuan, sehingga mengakibatkan pengguna lain tidak bisa mengaksesnya. Ketersediaan menjamin pihak yang berwenang dapat mengakses data atau sumberdaya yang akurat pada saat dibutuhkan.
4. Otentikasi, merupakan proses memverifikasi bahwa orang yang mengakses atau masuk ke suatu lingkungan sistem keamanan perusahaan benar-benar sesuai dengan identitas yang diklaimnya.umumnya dilakukan melalui user name dan password, atau yang lebih canggih ádalah menggunakan smart card atau biometrik, termasuk pemindaian sidik jari atau retina mata.
5. Otorisasi, yaitu hak yang diberikan lepada seorang individu atau suatu proses untuk menggunakan suatu sistem dan data. Biasanya otorisasi ditentukan oleh administrator sistem sesuai dengan ketentuan otorisasi keamanan dalam perusahaan terkait. Hal ini kemudian diverifikasi oleh suatu komputer di sistem tersebut melalui suatu bentuk identifikasi pengguna, seperti PIN (personal identification number), code number, atau password.

DALAM PENAGANAN PESAWAT UDARA UNIT AMC DAN PT.GAPURA ANGKASA SERING TERJADI PERSELISIHAN JIKA SUATU PESAWAT PARKING MENGGUNAKAN AVIOBRIDGE DI BANDARA SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR


Nama : Ratih suci asih
Nim : 224108189
Kelas : C

Dalam penangan pesawat udara yang parking menggunakan aviobridge,personil AMC kadang datang terlambat di aviobridge,padahal operator aviobridge seharusnya datang lebih awal sebelum pesawat selesai melakukan boarding untuk persiapan,sehingga biasanya pesawat udara yang ingin melakukan push-back terlambat,karna operator garbarata kurang disiplin waktu,padahal dari gapura angkasa sudah minta undocking.
Sebaliknya kadang dari pihak PT.Gapura angkasa terlalu cepat menginfokan kepada personil AMC,padahal penumpang belum boarding,sehingga personil garbarata terlalu lama menunggu di aviobridge,sehingga mengakibatkan pertentangan ke dua pihak.

BANDARA INTERNATIONAL JUANDA SURABAYA RUN-WAY HANYA 1 DAN MINIMYA SLOT PARKING STAND ALLOCATION TIDAK SEBANDING DENGAN FREKUENSI PENERBANGAN YANG BEROPERASI


Nama : Ratih suci asih
Nim : 224108189
Kelas : C

Jika kita melihat maskapai penerbangan/airlines yang beroperasi di bandara juanda surabaya sangat ramai dalam sehari bisa saja mencapai ratusan fligth dari tiap airlines yang beroperasi dibandara international juanda surabaya,sedangkan ran-way hanya 1 sehingga tidak efektif jika suatu pesawat udara melakukan pendaratan/landing dan lepas landas/take off di bandara international juanda surabaya.
Hal dalam keselamatan penerbangan di bandara juanda surabaya,jika suatu pesawat ingin melakukan pendaratan/landing,sering kali terjadi holding,karna pesawat yang sedang taxi-way tiba-tiba muncul di ujung run-way,sehingga pesawat yang mau landing harus holding,dikarnakan ada pesawat di ujung run-way.
Parking stand allocation yang ada dibandara juanda surabaya hanya 27 parking stand,sehigga pesawat udara sering parking di taxi-way,dikarnakan semua parking stand sudah penuh,dan ini dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

PEMBAGIAN PELAYANAN LALU LINTAS UDARA


Nama : Bagus Wisnu Widyantoro
Nim : 2241 08 249
Kelas : C
Tugas : 7

Pembagian pelayanan Lalu-Lintas Udara sesuai dengan tujuan pemberian Air Traffic Services, Annex 11 International Civil Aviation Organization (ICAO), 1998. Pelayanan yang diberikan oleh petugas pemandu Lalu-Lintas Udara terdiri dari 3 layanan, antara lain :
1. AERODROME CONTROL SERVICE
Memberikan layanan Air Traffic Control Service, Flight Information Service dan Alerting Service yang diperuntukkan bagi pesawat terbang yang beroperasi atau berada di Bandar Udara dan sekitarnya (vicinity of aerodrome) seperti take-off, landing, taxiing, dan yang berada di kawasan manouvering area, yang dilakukan di AIR CONTROL TOWER. Unit yang bertanggung jawab memberikan pelayanan ini disebut AERODROME CONTROL TOWER (TWR).

2. APPROACH CONTROL SERVICE
Memberikan layanan Air Traffic Control Service, Flight Information Service dan Alerting Service yang diberikan kepada pesawat yang berada di ruang udara sekitar bandar udara, baik yang sedang melakukan pendekatan maupun yang baru berangkat, terutama bagi penerbangan yang beroperasi terbang instrumen yaitu suatu penerbangan yang mengikuti aturan penerbangan instrumen atau dikenal dengan Instrument Flight Rule (IFR). Unit yang bertanggung jawab memberikan pelayanan ini disebut APPROACH CONTROL OFFICE (APP).

3. AREA CONTROL SERVICE
Memberikan layanan Air Traffic Service, dan Alerting Service, yang diberikan kepada penerbangan yang sedang menjelajah (en-route flight) terutama yang termasuk penerbangan terkontrol (controlled flights). Unit yang bertanggung jawab memberikan pelayanan ini disebut Area Control Centre (ACC).

Demikianlah artikel saya ini, semoga dapat menambah wawasan untuk rekan-rekan mahasiswa dan mahasiswi semuanya, Terima Kasih.

TINDAKAN BILA TERJADI KEHILANGAN KARGO (MISSING/PILFERAGE CARGO)


NIM : 224108208
KELAS: C
NAMA : DANAR RAHADIANTO

Dalam tulisan saya yang ke-7 ini saya akan membahas tentang tindakan apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi kehilangan kargo. Kehilangan kargo ini dapat terjadi karena beberapa penyebab diantaranya tercecer, kemasan mudah dicuri atau rusak, serta tertinggal (dinyatakan hilang sementara). Dokumen yang diterima dari pengangkut oleh station mengenai kargo hilang/rusak/dicuri harus dinyatakan diterima dengan jawaban interim tanpa komitmen apapun dan copy dari surat tersebut dikirimkan kepada Manager Customer Service.

Otoritas penggantian
General manager setiap penerbangan memiliki otoritas jumlah/nilai maximum dalam penggantian tuntutan ganti rugi bila terjadi, sesuai dengan kebijakan baiksecara setempat maupun yang ditetapkan dari kantor pusat. Dalam penyelesaian claim, manager penerbangan akan menyesuaikan dengan aturan dan persyaratan yang diberlakukan dala perusahaan tersebut atau mengikuti aturan IATA yang berlaku.

Peran & tanggung jawab cargo handling yang mewakili pihak penerbangan:
a) Menangani claim cargo & mail yang dikirim secara langsung oleh pelanggan baik melalui surat maupun internet.
b) Menyelidiki claim secara seksama dengan mencari informasi dan data history booking, dokumen transaksi, telex, delivery receipt dari port yang terkait .
c) Mengidentifikasi akar permasalahan atau asal muasal claim itu terjadi, dan menentukan apakah penerbangan ikut bertanggung jawab atas kerusakaan barang tersebut.
d) Mengidentifikasi dan mengevaluasi tingkat tanggung jawab secara legal atas claim tersebut sesuai dengan kontrak dari penerbangan dan konvensi pemerintah.
e) Membuat keputusan untuk melakukan pemberian kompensasi/pembayaran untuk claim yang tidak biasa dan pelanggan khusus.
f) Memonitor system input data yang benar, yang telah dilakukan oleh staff yang menangani.
g) Melaporkan kecenderungan claim tersebut ke kantor pusat dengan memberikan laporan bulanan, statistic dan membuat rekomendasi sebagai alat pencegahan.
h) Mengklaim ulang pihak-pihak bertanggung jawab untuk menyelesaikan jumlah yang harus diselesaikan

Ketidak seimbangan antara luas apron dan pertumbuhan maskapai penerbangan di Indonesia


mandiri 7
Ratu Namirha
kelas C
224108289

Seperti yang kita lihat sebelumnya bahwa sekarang ini pertumbuhan maskapai penerbangan di Indonesia berkembang pesat, yang jadi pertanyaannya adalah apakah luas apron sudah cukup untuk menampung pesawat ? dan apa yang perlu di lakukan dalam menangani masalah ini.

Menurut beberapa artikel yang saya baca bahwa sekarang ini, apron di bandara Soekarno Hatta hampir saja kehabisan tempat untuk memarkirkan pesawatnya, ini juga berpengaruh pada tingkat keamanan di apron. Banyak hal yg di lakukan di apron, sehingga membuat aktivitas di apron menjadi crowded, dan hal yang di takuti adalah jika anggota AMC lalai dalam pelaksanaan pengawasan walaupun ini jarang sekali terjadi. Apa solusi yang pihak bandara lakukan , apakah dengan perluasan lahan apron semua masalah di apron dapat teratasi.

Perkembangan maskapai penerbangan tidak hanya terjadi di Indonesia, di luar negri pun lebih berkembang pesat. Sebagai bandara International, sebaiknya bandara Soekarno Hatta melakukan perombakan terutama di bagian bagian yang sudah melebihi kapasitas dan mengurangi performa bandara.

Sistem Check-In Berbasis Chip


Nama : Anisa fauzia Rahma
NIM : 2241.08.089
Kelas MTU C
Tugas ke 9

Untuk tugas kali ini saya akan membahas tentang sistem check-in berbasis chip. Bandara Perth menjadi bandara pertama yang menguji coba sistem terbaru ini. Sekitar 100.000 penumpang pemegang Qantas Frequent Flyers yang terbang secara teratur melalui Perth telah diundang untuk ambil bagian dalam uji coba sistem baru tersebut. Next Generation Check-in ini dikembangkan Design Group bekerja sama dengan Marc Newson untuk Qantas ini mencakup Qantas Frequent Flyer Card berbasis teknologi chip “intelligent Q”, Q Card Reader, fasilitas Bag Drop, serta teknologi bagasi Q Bag Tag. Dan biaya yang dihabiskan untuk sistem baru ini sekitar 75 juta dolar Australia.
Ternyata dengan Frequent Flyer Card bukan hanya untuk melakukan check-in, terapi kartu baru itu juga akan berlaku sebagai boarding pass. Sungguh mempunyai manfaat yang banyak. Setelah Perth, bandara Sydney juga akan ikut meluncurkan ujicoba sistem chip tersebut, disusul dengan bandara Melbourne, Brisbane, Adelaide dan Canberra yang rencana nya akan selesai di paruh kedua tahun 2011 ini.
Menurut saya sistem baru seperti ini banyak sekali keuntungan nya, baik dari sisi penumpang, airline dan bandara itu sendiri. Dengan adanya sistem baru ini dapat dipastikan proses check-in lebih cepat dengan menghilangkan proses antrian di bandara dan mengurangi waktu antrean bagi penumpang, dengan demikian memungkinkan para penumpang melewati proses check-in dengan cepat dan nyaman. Impian saya semoga di Indonesia bisa mengikut langkah yang diambil oleh negara tetangga kita itu walaupun memerlukan biaya yang sangat besar tetapi bukankah akan memperoleh manfaat yang banyak pula.

Apron Movement Control


nama : Heri Fadliniawan Utomo
NIM : 224108230
Kelas : S1 MTU C

Kita ketahui bahwa pergerkan pesawat di apron diatur oleh tower/ground control yang mempunyai wewenang untuk pengaturan. Sedangkan pergerakan mobil, truck, garbarata, dan sebagainya diatur oleh petugas Apron Movement Control (AMC) atau yang biasa disebut petugas parkir pesawat yang mengontrol, mengatur dan mengawasi keberadaan pesawat yang ada di landasan parkir bandara.
Biasanya ruang petugas AMC berada didekat ruang keberangkatan berjarak tiga ruang dari loket maskapai penerbangan. Mungkin banyak orang beranggapan bahwa tugas dari AMC itu sangat mudah hanya sekedar memarkirkan pesawat saja. Namun kenyataanya tidak demikian, karena para petugas AMC ini adalah para petugas yang sudah memiliki lisensi khusus dimana tugas dari AMC ini tidak dapat digantikan oleh orang lain.
Ketika pesawat landing para petugas AMC langsung menentukan dimana lokasi pesawat akan diparkir, termaksud didalamnya para petugas AMC ini harus dapat membuat suatu pertimbangan dimana pesawat akan ditempatkan. Dan biasanya untuk satu pesawat sedikitnya ditangani oleh 2 petugas AMC yang berada di apron.
Para petugas AMC ini juga dilengkapi dengan alat komunikasi ke ATC, dimana memiliki arti yang dapat didengar juga oleh pilot. Tetapi pada dasarnya alat komunikasi ini pasif dan hanya untuk penerima saja sebagai tanda pesawat akan landing. Namun ada di frekuensi tertentu yang sudah diatur antara ATC dan AMC untuk komunikasi di lapangan atau di apron.
Dengan demikian petugas AMC memberikan Parking Stand kepada Tower untuk dilanjutkan kepada Pilot yang selanjutnya tower akan memandu pesawat hingga ke parking stand atau AOC (Airport Operation Centre) yang tugasnya mengatur slot time parking stand. Maka dari itu sangat penting peran petugas AMC yang bisa disebut juga “polisi apron” untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di apron seperti resiko tertabrak pesawat dan terkena hempasan jet dari kepak pesawat yang bisa mengacam jiwa para petugas AMC. Maka dari itu para petugas AMC harus bertugas dengan lebih hati-hati sesuai dengan Safety Management System (SMS) dengan AVSEC (Aviation Security).

Penanganan Incapacitated Passanger


Nama : Ratu Tendengan
Nim : 234110024
Kelas : C
Tugas : 7

Incapacitated passanger merupakan penumpang yang secara kondisi fisik atau pun mental dinyatakan tidak mampu atau cacat fisik mental yang dalam perjalanannya memerlukan perhatian khusus pada saat akan berangkat dalam suatu penerbangan maupun pada saat kedatangan. Disinilah peran Ground Handling sangat dibutuhkan sebagai pemberi jasa pelayanan dalam memberikan penanganan khusus bagi setiap penumpang yang membutuhkan penanganan khusus dimana memiliki keterbatasan fisik seperti penumpang yang menggunakan dan memerlukan kursi roda, penumpang yang memerlukan tandu, penumpang yang tidak dapat melihat maupun penumpang yang tidak dapat mendengar.
Penumpang yang memiliki keterbatasan fisik seperti yang disebut di atas dapat diterima apabila dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan seperti :
• Tidak menimbulkan gangguan bagi penumpang lain, awak pesawat, atau menimbulkan kerusakan terhadap pesawat.
• Mempunyai keterangan medis yang menyatakan bahwa penumpang tersebut tidak berbahaya bagi orang lain dan layak untuk terbang.
• Penumpang tersebut dapat memenuhi aturan yang dipersyaratkan selama berlangsungnya pengangkutan.
• Mempunyai pendamping yang dapat mendampingi selama perjalanan.
Pengangkutan penumpang yang sakit hanya dapat dilakukan apabila terdapat persetujuan dari paramedis yang ditunjuk oleh airlines atau persetujuan tertulis dari dokter yang menangani penumpang tersebut.
Penumpang dengan keterbatasan fisik atau sakit akan selalu diawasi oleh petugas untuk memberikan pelayanan atau penanganan bila memerlukan bantuan baik sebalum barangkat maupun pada saat tiba di tempat tujuan. Dengan adanya penanganan yang baik akan memberikan kepuasan tersendiri bagi setiap penumpang sehingga dapat memberikan citra yang baik bagi perusahaan dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Persiapan Dan Pelaksanaan Boarding Gate


Nama : Anief Budiman
Nim : 224108081
Kelas : C

Boarding gate merupakan tempat dimana penumpang menungggu keberangkatan pesawat dan sebagai filter terakhir dari proses keberangkatan penumpang. Jumlah petugas yang cukup harus ditempatkan di gate paling lama 60 menit sebelum Schedule Time Departure agar segera bisa membantu sesuai dengang kebutuhan penumpang.
sebelum boarding ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan dilaksanakan oleh petugas Boarding Gate yaitu antara lain :
1. Persiapkan peralatan seperti : Hand Talky, Bus, WCHR, pying, Actual Passenger On Board.
2. Mengececk posisi atau parker pesawat dan nomor registrasi pesawat.
3. Memberitahukan waktu boarding kepada penumpang.
4. Koordinasi dengan Operation Flight mengenai Boarding Time.
5. Menyampaikan passenger information List kepada Purser atau Flight service manager yang aktif pada setiap penerbangan sebelum proses boarding.
6. Memberitahukan kepada petugas Announcement mengenai Boarding Time agar dapat segera diumumkan.
7. Menyobek dan mengumpulkan Boarding Pass penumpang dengan meneliti apakah sudah sesuai dengan nomor penerbangan dan jam keberangkatan.
8. Memperhatikan Pre Boarding Call yaitu dengan memprioritaskan penumpang yang Incapacitated passenger, VIP, CIP, Flight atau Check-In class, ibu hamil, Passenger Infant dan UM.
9. Memperhatikan dan mengontrol setiap penumpang yang membawa bagasi ke cabin dan apabila terdapat bagasi yang berukuran tidak sesuai atau kelebihan berat maka harus dipindahkan ke hold atau tempat sementara.
10. Mengarahkan penumpang ke pintu pesawat dan menunggu sampai penumpang yang terakhir naik ke pesawat.
11. Menyerahkan daftar nama penumpang dan Actual Passenger On Board kepada awak cabin atau purser sebelum Departure.
12. Menunggu pesawat Block Off dan memperhatikan proses Boarding harus selesai lima menit sebelum pesawat Block Off.

“PELABUHAN / TERMINAL CARGO PENANGANAN PERALATAN”


NAMA : DESTY ADELINA
NIM : 2241.08.175
KELAS : S1-MTU C

Banyak peralatan penanganan cargo terminal atau pelabuhan disediakan untuk memfasilitasi pergerakan cargo ke dan dari sisi kapal dan transit gudang, gudang, tongkang, gerbong kereta api atau kendaraan jalan. Ini termasuk dua roda gerobak tangan dan truk empat roda secara manual atau mechanically digerakkan, dan secara mekanis atau electrica1ly digerakkan traktor untuk mengangkut empat roda trailer. trailer Ro-ro digerakkan oleh tarikan-master atau ro-ro traktor. Ada juga sabuk konveyor mekanis atau secara listrik, atau rol, semua mungkin membentang dari dermaga untuk transit gudang, gudang, gerbong kereta api atau kendaraan jalan. Wadah dimuat dan dibongkar dengan cara dari crane dermaga kontainer, gantries kontainer yaitu juga disebut shiptainers.

Transtainers atau crane menumpuk, straddle carrier, pembawa van, depan dan samping loading truk fork-lift digunakan untuk bergerak dan penumpukan peti kemas di terminal hingga lima-tinggi, yaitu lima kontainer satu di atas yang lain. straddle carrier mekanik bertenaga dirancang untuk mendistribusikan kontainer di dermaga dan terminal.

truk angkat Fork (FLT) adalah mekanis atau elektrik dioperasikan dan dilengkapi di depan dengan platform dalam bentuk dua cabang dari garpu; kapasitas angkat bervariasi dari 1 sampai 45 ton. Klem untuk gulungan dan bal disediakan pada beberapa truk garpu angkat.

Di dermaga berbagai jenis crane dermaga, crane tingkat-luffing, mobile crane dan lainya digunakan untuk bergerak dan mengangkat paket. Semua gerakan kargo vertikal dilakukan oleh gigi pengangkat (peralatan lift-on/lift-off).

Roll-on/roll-off kargo, yaitu wadah dan beban berat pada trailer, roll dan mematikan kapal ro-ro melalui buritan, membungkuk atau landai kuartal. Mereka diangkat untuk berbagai geladak kapal dengan cara gunting-platform yang didukung.

KENAPA MASIH TERJADI KECELAKAAN


NAMA : DESSY INDARTI PUTRI UTAMI
NIM : 224108140
KELAS : C

Sudah diawasi dari mulai display sampai manifacture kenapa kecelakaan masih terus terjadi, itulah prosesnya dalam arti ada suatu barang yang dibuat pasti secara standar telah memenuhi syarat dioperasionalkan kaitannya macam macam nantinya kaitannya dengan perawatan, pemakaian, dsb. Kalau kita bicara diawasi, pesawat tersebut sudah mempunyai sertifikat bahwa pesawat tersebut layak terbang, dalam investigasi kecelakaan pesawat terbang ada satu protokol internasional yang kira-kira berkata tidak boleh tergesa-gesa mengambil kesimpulan. Karena tujuan dari investigasi itu adalah untuk memperbaiki sistem yang keliru, kalau dari awal-awal keliru yang mempunyai kewenangan berbicara tergesa-gesa bisa membiarkan penyelidikan yang akan dilakukan, ada satu aturan etika sebagai badan investigasi milik negara tentu saja tidak akan tergesa-gesa mengiyakan atau mengtidakkan bisa mengganggu investigasi. Karena investigasi ini berdasarkan ICAO, waktu yang diberikan dari protokol internasional itu adalah satu tahun kalau tidak bisa satu tahun ditambah 12 bulan kedua 12 bulan ketiga sampai ada kasus yang 2 sampai 3 tahun baru ketemu, tetapi ada satu aturan dalam waktu yang paling pendek umumnya kita menyelesaikan dalam waktu 6 sampai 7 bulan kalau. Dalam waktu yang telah ditentukan selama penyelidikan terjadi kecelakaan ada satu aturan dalam kejadian kecelakaan sampai final record selesai mengeluarkan rekomendasi dari KNKT karena KNKT menyelidiki kejadian tersebut beberapa bulan kemudian, tetap saja kita mengacu pada struktur yang telah ditentukan harus menunggu hasil record black box apakah penyebabnya human error, bad weather, problem di pesawat atau fasilitas di daerah tersebut tidak mendukung.

Penerimaan Kargo Live Animal


NAMA : MARTIAS SAMSUDIN
NIM : 224108235
KELAS : C , GH 2

Ditulisan saya yang ke-7 ini, saya ingin melanjutkan pembahasan pada tulsan yg ke-6 saya mengenai prinsip-prinsip penerimaan kargo HUM. Dan di tulisan ke-7 saya ini, saya ingin sedikit membahas apa saja yang perlu diperhatikan dalam penerimaan kargo live animal.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerimaan live animal adalah sebagai berikut.
1. Kesehatan dan kondisi live animal tersebut.
Hanya binatang yang terlihat sehat dan dalam kondisi yang fit dapat melakukan perjalanan ke tempat tujuan dengan menggunakan jasa angkutan udara.
2. Packing and marking
Cointainer tempat binatang harus diberi tanda khusus untuk live animal berupa tag “LIVE ANIMAL” di setiap container.
3. Food and other additional articles
Makanan yang diperlukan oleh binatang selama perjalanan harus termasuk dalam perhitungan chargeable weight.
4. Reservation
Harus ada kepastian dari reservasi yang dilakukan mengenai keberadaan ruang di pesawat, kemungkinan connection flight dan kepastian keberangkatan ke stasiun tujuan.
5. Consolidation
Live animal tidak boleh dijadikan consol cargo dengan cargo lain selain live animal.
6. Documents
Dokumen kesehatan dan sertifikat suntikan rabies harus disertakan karena merupakan ketentuan umum sesuai dengan TACT rules 7.3.2
• Live tropical fish and other marine/river products
Pengiriman live fish, live tropical, dan marine product (coral, rumput laut, dan lain-lain) harus mengandung air berkandungan garam yang cukup agar live animal dapat hidup selama pengiriman.
• Live reptiles, small mammals
Container untuk live animal seperti ini harus menjamin agar live animal tidak lolos dari celah-celah kecil yang ada di container karena gigitan atau cakarannya dapat merusak komponen kabel di pesawat yang dapat membahayakan penerbangan.

Kegiatan di Apron


Nama : Andi Anggrina
Nim : 224108014
Kelas : C

Kegiatan dalam apron yaitu dimana seluruh kegiatan terjadi take off dan landingnya pesawat, adanya penumpang yang naik dan turun, pergantian crew pesawat, pengaturan bagasi penumpang, serta kegiatan pendukung lainya. Dalam area apron segala prosedur penanganan pesawat di bandara antara satu pesawat dengan pesawat lainnya tidak sama. Namun secara umum waktu yang di perlukan atau kegiatan pesawat yang mendarat pada kota tujuan akhir (turnaround arrangement) adalah 40 menit sampai dengan 1 jam. Dan untuk pesawat yang mendarat di kota persinggahan atau transit (transit arrangement) yang waktunya biasa lebih singkat dari turnaround arrangement ini terjadi pada setiap bandara hanya biasanya terlihat perbedaannya dalam waktu penanganannya saja.
Aktivitasnya yaitu terdiri dari ramp handling yang di dukung serta oleh ground support equipment dan adanya aktivitas untuk aircraft servicing. Dalam ramp handling yang terdiri dari beberapa hal ini memerlukan peralatan-peralatan pembantu pergerakan pesawat penumpang, cargo selama di darat (bandara) dan peralatan inilah yang biasanya disebut GSE (Ground Support Equipmement) dan GSE sendiri terbagi dari dua bagian yaitu dari kemampuan geraknya secara mekanikal dan elektrikal, yaitu motorized GSE dan non-motorized GSE.
Untuk motorized GSE seperti yang kita ketahui yang terdiri banyak equipment yaitu Apron Bus, Air Conditing Unit, Garbarata, Aircraft Towing Tractor,Baggage Towing Tractor/ Ting car, dll. Alat-alat ini memiliki kerja membantu kegiatan pesawat, penumpang maupun,cargo. Dan SDM yang terlibat di dalam kegiatan ini pun telah di sediakan alat pengaman oleh perusahaan yang menangani bandara khususnya daerah apron itu sendiri. Karena daerah apron ini memiliki resiko yang sangat tinggi. Dan untuk non-motorized sendiri juga terdiri dari beberapa equipment yaitu Aircraft Wheel Chock, Aircraft Tow Bar, Aircraft Jack, Cart, dll.

POST FLIGHT


NAMA: MAULINA OCTAVIA
NIM : 2241.08.124
KELAS: C
TUGAS KE-9

Kegiatan penanganan terhadap penumpang beserta bagasinya dan kargo serta post dan pesawat setelah penerbangan di bandara tujan.
Secara teknis operasional,aktivitas ground handling dimulai pada saat pesawat taxi (parkir stand), mesin pesawat sudah dimatikan, roda pesawat sudah di ganjal (block on) dan pintu pesawat sudah dibuka dan para penumpang sudah di persilahkan untuk turun atau keluar dari pesawat, maka pada saat itu para staff udara sudah memiliki kewenangan untuk mengambil alih pekerjaan dari pilot in command beserta cabin crewnya.
Dengan demikian fase ini kami namakan arrival handling, dan sebaliknya, kegiatan atau pekerjaannya orang-orang darat berakhir ketika pesawat siap-siap untuk lepas landas, yaitu pada saat pintu pesawat ditutup, mesin dihidupkan dan ganjal roda pesawat sudah dilepas (block off). Tanggung jawab pada fase ini berada ditangan pilot in command beserta para awak kabinnya. Fase ini dikenal dengan istilah departure handling.

On Time Performance


Nama : Bosa Nova
Nim : 224108145
Kelas : C

Pada tugas Ground Handling yang ke sembilan ini saya akan membahas tentang” On Time Performance ”. Industry penerbangan di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin bertambahnya perusahaan-perusahaan penerbangan baru serta meningkatnya arus penumpang.
Dengan pelung seperti ini, membuka satu kesempatan yang baik bagi perusahaan ground handling yang merupakan salah satu unit eksternal yang terkait secara langsung berhubungan dengan perusahaan penerbangan untuk menunjang kelancaran jasa perusahaan penerbangan tersebut. Dengan adanya beberapa perusahaan ground handling, maka tiap perusahaan bersaing untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk menjadi salah satu perusahaan yang dipercaya oleh berbagai perusahaan airline di Indonesia.
Untuk memberikan pelayanan yang baik pada pelanggan, perusahaan ground handling harus memahami dulu orientasi suatu angkutan udara dan orientasi dari suatu penerbangan. Faktor penting dalam perusahaan penerbangan adalah on time performance. On time performance adalah suatu keadaan dimana waktu keberangkatan dan waktu kedatangan sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Adapun beberapa hal yang menyangkut masalah on time performance, yaitu:
1. Estimated time of departure
2. Actual time departure
3. Estimated time of arrival
4. Actual time arrival
5. Flight time
6. Total departure
Hal-hal tersebut haruslah sangat diperhatikan karena hal tersebut dapat sangat berpengaruh terhadap on time performance suatu penerbangan.

Pemerintah Evaluasi Perusahaan Ground Handling


Nama : Bosa Nova
Nim : 224108145
Kelas : C

Pada tugas Ground Handling yang ke delapan ini saya akan membahas tentang “ Pemerintah Evaluasi Perusahaan Ground handling”. System layanan jasa operasi darat bagi pesawat milik maskapai penerbangan (ground handlimg) yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta dievaluasi. Hal tersebut terkait dengan terjadinya dengan terjadinya senggolan pesawat Boeing B737-300 milik Kalstar Aviation dengan MD-80 milik Wings Air di Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta minggu 10 april 2011 lalu. Kasus senggolan kedua pesawat tersebut diduga akibat perusahaan ground handling tidak mengikuti standar pengoperasian yang telah berlaku.
Setelah pemeriksaan ini diadakan, dan jika ada faktor kelalaian, kementrian akan memberikan sanksi bahkan izinnya bisa dicabut jika terbukti tidak memenuhi persyaratan. Meski kemenrian akan melakukan evaluasi terhadap penyediaan jasa ground handling, kepala pusat komunikasi public kementerian perhubungan Bambang S Ervan mengimbau kepada operator bandara dan maskapai untuk turut mengawasi perusahaan Ground Handling agar bekerja sesuai dengan standard operating procedure dan menaati SOP dengan ketentuanyang ada.

LOAD CONTROL


Nama : Bosa Nova
Nim : 224108145
Kelas : C

Pada tugas Ground Handling yang ke tujuh ini saya akan membahas tentang “ LOAD CONTROL”. Di dalam penerimaan data-data pesawat dan muatan untuk mendapatkan weight & balance Load Control harus mengacu pada dua aspek yaitu:
1. Safety
2. Economical Operation
Hal tersebut bertujuan untuk memperoleh pelayanan yang aman dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan terjalin koordinasi yang baik dan efektif dengan pihak-pihak yang terkait, seperti:
• Mengusahakan maksimum payload pada suatu penerbangan
• Menyusun muatan sesuai dengan urutan dan urutan destination load
• Memperhatikan factor Ramp Safety dan on time performance
Tugas dari Load Control:
• Mempersiapkan registrasi aircraft, crew, pantry, basic weight dan basic index
• Membuat ideal trim di system atau manual
• Menerima data CPM dan LDM
• Membuat loading instruction untuk unloading
• Menerima data actual cargo dari warehouse
• Menerima data actual cargo dari warehouse
• Membuat loading instruction
• Menerima fuel dari ramp handling
• Menerima closing penumpang dari check in 30 menit sebelum keberangkatan

TINDAKAN BILA TERJADI KEHILANGAN KARGO (MISSING/PILFERAGE CARGO/AWB)


Nama : Tia Sarah
NIM : 2241.08.092
Kelas : C
Tugas Ke-8

Kargo yang hilang dapat terjadi karena tercecer, kemasan mudah dicuri atau rusak, serta tertinggal ( dinyatakan hilang sementara), dinyatakan hilang karena shorttlanded dan setelah di tracing tidak diketemukan saat itu juga.

Bila pilferage : terjadi kerusakan pada kemasan atau tanpa merusak kemasan tetapi isi atau berat barang berkurang pada saat kedatangan. Pihak tracing atau komunikasi sangatlah penting dalam mengupdate perkembangan missing cargo ini.

Korespondensi

Dokumen yang diterima dari pengangkut oleh stasiun mengenai cargo hilang/rusak/dicuri harus dinyatakan diterima dengan cara jawaban interim tanpa komitmen apapun dan copy dari surat tersebut dikirimkan kepada Manager Customer Service. Korespondensi selanjutnya dengan pihak-pihak yang terlibat akan dilakukan oleh Manager Customer Service yang akan memutuskan berdasarkan keunikan tiap-tiap kasus.

Menentukan Tempat Parkir Pesawat


Nama               : Nuris Salim

Nim                 : 224108048

Kelas               : C

Tugas ke          : 6

Masih berhubungan dengan tugas saya yang sebelumnya tentang Apron Management Service, pada tugas kali ini  saya akan membahas tentang Apron Movement Control atau bisa disebut juga pelayanan parkir pesawat. Apron Movement Control adalah unit yang bertugas menentukan tempat parker pesawat setelah menerima estimate dari unit ADC (Tower). Sebelum menentukan Parking Stand atau tempat parkir pesawat, unit AMC harus berkoordinasi dengan pihak airline atau operator agar proses bongkar muat atau loading dan unloading berjalan lancar. Setelah menentukan Parking Stand pesawat, unit AMC langsung memberikan informasi tersebut kepada unit ADC (Tower).

Pesawat di parkir di area Apron, apron memang tidak termasuk Manoeuving area tetapi masuk kedalam Movement Area. Dalam Anex 14, Aerodrome Volume I adalah “ Movement area is part of an Aerodrome to be used for the take off, landing, taxiing of aircraft, consisting of the manouevring area and the apron(s).” jadi yang dimaksud movement area adalah bagian dari Aerodrome yang digunakan untuk take off, landing, taxiing pesawat termasuk manouevring area dan apron(s).

Standard Apron pun telah ditetapkan oleh ICAO untuk seluruh bandara di dunia. ICAO merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Apron hendaknya dibuat nyaman untuk bongkar muat penumpang, kargo atau pos sebaik memberikan pelayanan kepada pesawat tanpa mengganggu traffic lainnya di aerodrome tersebut.
  2.  Seluruh area apron hendaknya mampu digunakan untuk expeditious handling traffic di aerodrome tersebut pada saat traffic padat.
  3. Setiap bagian dari apron hendaknya dapat digunakan untuk pesawat yang akan segera ditangani walau beberapa bagian apron memang dikhususkan untuk dipakai jika traffic padat saja.
  4. Slope di apron termasuk aircraft stand taxilane dibuat agar air tidak tergenang.
  5. Slope terbesar pada aircraft stand adalah 1%
  6. Setiap aircraft stand harus memiliki jarak yang aman terhadap aircraft stand yang lain, bangunan- bangunan didekatnya, dan benda- benda lain di apron. Berikut ini adalah jarak aman antar aircraft stand :
    1.  Code letter A : 3 m
    2. Code letter B : 3 m
    3. Code letter C : 4,5 m
    4. Code letter D : 7,5 m
    5. Code letter E : 7,5 m
    6. Code letter F : 7,5 m

Untuk pesawat dengan Code letter D,E,F jika lingkungan sekitar memungkinkan jaraknya bisa dikurangi dengan model nose in parking. Dengan memperhatikan :

a)      Terminal, termasuk garbarata, dan nose pesawat.

b)       Beberapa stand menggunakan azimut guidance dan yang sebagian lagi menggunakan visual docking guidance system.

Setiap Parking Stand pesawat hendaknya dapat dilihat secara jelas untuk memastikan bahwa pesawat tersebut berada pada jarak yang aman dengan pesawat lain maupun bangunan di sekitarnya. Menurut ICAO dalam Document 9157-AN/901 Part 2 Chapter 3.4.5 ada dua metode pesawat untuk meninggalkan dan memasuki aircraft stand yaitu :

  • Self Manouevring, digunakan untuk konfigurasi parkir; Angle nose-in, Angle nose-out & Parallel. Pada metode ini pesawat tidak memerlukan bantuan towing car.
  • Tractor Assisted, digunakan untuk konfigurasi parkir Nose-in. Pada metote ini pesawat memerlukan bantuan towing car.

Sedangkan konfigurasi parkir pesawat ada 4, yaitu :

  1. Konfigurasi parkir pesawat Angle Nose-in, yaitu sistem parkir pesawat udara dengan hidung pesawat menghadap gedung terminal membentuk sudut 45° terhadap gedung terminal.
  2. Konfigurasi parkir pesawat Angle Nose-Out : yaitu sistem parkir pesawat udara dengan hidung pesawat membelakangi terminal membentuk sudut 45° terhadap gedung terminal.
  3. Konfigurasi Parkir Pesawat Palalel, yaitu sistem parkir pesawat udara sejajar dengan bangunan terminal.
  4. Konfigurasi Parkir Pesawat Nose-In, yaitu sistem parkir pesawat udara dengan hidung pesawat tegak lurus sedekat mungkin dengan gedung terminal.

Oleh karena itu untuk memastikan tempat parkir pesawat dan pelayanan yang sesuai harus ditentukan aturan yang jelas. Parkir dan pelayanan yang sesuai ini ditujukan kepada semua jenis pesawat. Baik pesawat umum, pesawat tidak berjadwal, maupun pesawat pemerintah. Apron Management Service ditujukan untuk memperlancar pergerakan pesawat dan pengoperasian pesawat di apron dan mengurangi waktu pemberhentian pesawat di darat. Adapun kegiatan Apron Management Service dapat dilaksanakan dengan :

  1. Mengatur alokasi parkir pesawat sebaik mungkin dengan jarak antar pesawat, antar pesawat dengan bangunan terminal yang sedekat mungkin untuk proses bongkar muat, Ini ditujukan untuk pemanfaatan apron yang optimal.
  2.  Mengatur jarak yang cukup antar pesawat selain untuk kegiatan bongkar muat, agak terpisah dari bangunan terminal untuk menghindari rintangan di apron.
  3. Menyediakan ruang parkir yang cukup untuk pelaksanaan pelayanan terbaik bagi seluruh pesawat.
  4. Membantu pesawat dalam kegiatan embarkasi dan disembarkasi.
  5. Menyediakan fasilitas untuk pengisian bahan bakar.
  6.  Menyediakan transportasi dari tempat parkir pesawat ke bangunan terminal jika jaraknya relatif jauh.
  7. Menyediakan ruang untuk inspeksi pesawat, penumpang, kru pesawat dan barang- barang bawaan.

Definisi dan Klasifikasi Bagasi Penumpang


Nama   : Andi Anggrina

NIM    : 224108014

Kelas   : C

Pengertian tentang bagasi penumpang yaitu barang yang di bawa pada saat mereka melakukan perjalanan dan menggunakan jasa penerbangan. Namun secara luas bagasi penumpang memiliki arti adalah barang bawaan yang berupa harta, artikel, dan barang pribadi lainnya yang sudah melalui prosedur pihak perusahaan penerbangan dan di perbolehkan untuk di bawa baik melalui cargo maupun yang di bawa ke kabin pesawat sesuai dengan tujuan penumpang tersebut. Dan bagasi pun memiliki klasifikasi bagasi penumpang yaitu:

  • Checked baggage adalah bagasi yang terdaftar dan di angkut di dalam pesawat yang biasa disebut cargo compartment. Untuk prosedurnya bagasi ini sebelumnya harus di timbang dahulu di check-in counter dan beratnya harus sesuai apabila melebihi daya angkut maka penumpang akan dikenakan biaya bagasi lebih dan itu tergantung dari perusahaan penerbangan itu sendiri. Dan bagasi penumpang akan mendapatkan label yang biasa disebut claim tag dan itu tandanya bagasi ini telah terdaftar. Fungsi dari claim tag adalah bukti dari kepemilikan bagasi, dan apabila penumpang mengalami kerusakan maupun kehilangan maka claim tag ini akan di serahkan ke bagian lost and found yang bekerja melacak bagasi tersebut.

Namun di bandara internasional kita kejadian kehilangan sangat sering terjadi dan tahukah anda bagaimana nasib bagasi tersebut “mari kita ucapankan selamat tinggal” karena tidak akan kembali bagasi yang hilang. Apalagi kerusakan pada bagasi itu pun menjadi momok ketakutan para penumpang specially for our passenger in airport. Jujur kerusakan pada bagasi pernah saya alami, dan tidak ada pertanggungjawaban dari pihak bandara maupun airlines jadi saya hanya bisa bersabar dan menerima kejadian itu. Sistem pada bandara kita harusnya lebih di tingkatkan apalagi banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang bisa membuat bagasi kita rusak atau pun hilang. Namun apakah pihak dari bandara kita sadar akan banyaknya kekurangan pada sistem keamanan, who knows ???


Shinta lestari

224108212

Kelas : c

Dalam karya tulis kali ini saya akan membahas tentang “KENAPA SIH HANDPHONE (HP) GAK BOLEH AKTIF DI DLM PESAWAT?”

Pasti teman-teman atau kalian semuanya pada bete yaa.. dan sering bertanya2 “KENAPA SIH HP GAK BOLEH AKTIF DI DALAM PESAWAT?” padahal kan di dalam pesawat kita suka jenuh/bete karna nungguin perjalan yang cukup panjang dan cukup jenuh.. dan HP salah satu cara dalam mengatasi ke jenuhan dalam perjalanan─

Setelah saya telusuri,ternyata penggunaan HP di dalam pesawat bukan cara yang tepat dalam mengatasi kejenuhan di dalam pesawat.. malahan penggunaan HP di dalam pesawat sangat berbahaya bagi pesawat dan penumpangnya. Karena HP yang aktif di dalam pesawat terbang dapat mengganggu kendali / navigasi pesawat, akibatnya pesawat beserta seluruh penumpang dan awak pesawat terancam keselamatannya,karena keduanya adalah alat dan mesin berteknologi tinggi dan keduanya pula memiliki hubungan yang kontroversi. Kendali / Navigasi pesawat menggunakan serangkaian alat eletronik digital yang sangat sentitif terhadap frekuensi gelombang radio, sedangkan HP mengeluarkan / menerima gelombang radio yang sangat kuat.
dan sebuah HP yang sedang aktif & Transmit saat posisi terbang pada ketinggian 35.000 kaki sanggup menembus jarak radius 35 Km di bawah pesawat (di pusat kota Jakarta pada radius 35 Km terdapat ١ 600 BTS), itu artinya disamping menggangu system Kemudi & Navigasi pesawat, juga menggangu BTS yang mampu terjangkau oleh HP.

Dan Pesawat CROSSAIR nomor penerbangan LX498 selepas landas dari Bandara Zurich Swiss, mengalami gangguan kemudi, menukik dan jatuh menewaskan 10 penumpang.

Jadi, ternyata mengaktifkan handphone(hp) di dalam pesawat amat sangat berbahaya. So buat para penumpang pesawat, jangan coba2 nekat meng aktifkan hp di dalam pesawat. Demi keamanan dan kenyamanan perjalanan did lm pesawat.

Sekian karya tulis saya kali ini, saya mohon maff  kalau ada bahasa/ kata-kata yang kurang tepat dalam karya tulis ini.

KARGO MASIH RUWET


NAMA  :TESIANA IMELDA AYU

NIM      :224108135

KELAS  :S1MTU/C

TUGAS: KE-7

Pelanggaran masih saja terus terjadi yang dilakukan oleh pengelola bandara soekarno hatta walaupun pengelola soekarno hatta menyatakan sudah membenahi pelaksanaa manajemen kargo. Menteri perhubungan Hatta Rajasa justru yang menemukan pelanggaran itu sendiri. Hal itu terungkap dalam kunjungan menteri perhubungan ke terminal kargo PT Gapura Angkasa dan Garuda Indonesia. Menteri dan Dirjen Perhubungan Udara Dephub Moh Iksan Tatang menyaksikan pelanggaran masih dilakukan staf perusahaan penerbangan di terminal 510 yang dikelola Gapura Angkasa.

Adapun jenis pelanggarannya kiriman kargo yang ternyata tak dilengkapi dengan dokumen pemberitahuan tentang isi (PTI) secara benar sesuai aturan tentang keselamatan penerbangan sipil. Pada kesempatan itu menhub melihat kapasitas terminal kargo 510 tak lagi sesuai volume barang. Akibatnya tempat itu terasa sumpek dan barang bertumpuk-tumpuk di seluruh ruangan. Angkasa Pura seharusnya harus segera mencarikan tempat lain untuk Gapura karena tempatnya tak cukup lagi lanjut Hatta yang mengakui masih adanya kesemerawutan manajemen terminal kargo di bandara internasional tersebut.

KONSEP TERMINAL BANDAR UDARA


NAMA : M. DODI DANUBRATA (224108018)

KELAS : S1 MTU C

Terminal bandara mempunyai peranan penting dalam kegiatan transportasi udara. Banyaknya terminal tergantung dari luasnya bandara. Untuk bandara kecil biasanya hanya memiliki satu terminal, dan untuk bandara yang luas biasanya terdiri dari beberapa terminal. Setiap bandar udara memiliki konsep terminal yang berbeda-beda agar lebih efektif dan efisien. Saya akan menjelaskan beberapa konsep yang dipakai dalam pembangunan bandar udara :

  1. Pier adalah konsep desain terminal yang sederhana karena terdiri dari sebuah bangunan yang di kedua sisinya terdapat pesawat yang parkir. Salah satu ujung bangunan terhubung ke area baggage claim dan area kepengurusan tiket. Tapi dibalik kesederhanaannya, konsep ini justru membuat jarak tempuh dari check in counter menuju gate pesawat menjadi jauh.
  1. Terminal Satelit adalah konsep bangunan yang terpisah dari bangunan bandara lain, namun membutuhkan penghubung. Contohnya, Bandar Udara London Gatwick yang menggunakan sebuah terowongan pejalan kaki untuk menghubungkan antara terminal satelit dan terminal utama.
  1. Terminal berbentuk setengah lingkaran adalah konsep yang menggunakan bentuk setengah lingkaran yang diaplikas8kan dalam pembangunan terminal. Dimana di ujung yang satu merupakan tempat pesawat diparkir dan ujung yang satunya lagi merupakan tempat bus-bus bandara diparkir. Walaupun penumpang harus menempuh perjalanan yang cukup jauh antara pesawat menuju tempat bus diparkir, namun dapat mengurangi waktu tempuh dari check in counter hingga menuju pesawat.

Dengan adanya konsep desain terminal bandara di atas, maka kita dapat mengetahui bahwa bentuk terminal bandara tidak sesederhana yang kita duga. Dan kita bisa mengetahui konsep terminal yang ada di beberapa bandara dengan melihat bentuknya.