kendaraan yang kuat…


Nama : Valdy Christian

Nim : 224108245

Tugas : 9

MTU E

Pada tulisan ke 9 ini saya mencoba menjelaskan PUSHBACK TUGS AND TRACTORS.. yang merupakan salah satu ground handling equipment yang digunakan untuk menarik pesawat saat sudah landing pushback tugs banyak digunakan untuk menarik pesawat dari runway menuju apron, begitu juga sebaliknya. Tugs ini sangat bertenaga karena memiliki mesin yang besar. Pushback tug juga bisa mendorong pesawat dalam beberapa situasi, seperti mendorong ke hangar. Ukuran tugs disesuaikan dengan ukuran pesawat. Beberapa tugs menggunakan tow-bar sebagai penghubung antara pesawat dengan tug itu sendiri. Selama menarik tugs menggunakan gear secara perlahan agar mempermudah dalam menarik pesawat..

demikian info yang bisa saya berikan semoga bermanfaat… ^^

Hal-Hal Yang Perlu Penumpang Ketahui Pada Saat Naik Pesawat


Nama : Hildawati Arief
Kelas : S1-MTU E
NIM : 2241.08.134
Tugas : Ke-10

Tugas yang saya tulis kali ini berisi tentang hal-hal yang perlu diketahui penumpang pada saat sedang naik pesawat, adalah sebagai berikut :
1. Moslem Meal: Selama ini banyak umat islam bepergian dengan pesawat udara terutama dengan maskapai asing yang terpaksa makan seadanya tanpa tahu ke-halal-annya. Padahal kita bisa pesan Moslem meal. Jangan ragu-ragu untuk meminta moslem meal pada waktu check in.
2. Lampu kenakan sabuk pengaman: Banyak orang tidak terlalu mengindahkan lampu ini, atau bahkan tidak tahu maksud dari lampu ini. Dalam sebuah penerbangan seorang penumpang mengeluh : “ wah payah nih pilotnya, masa gak ada turbulence lampu nya tetep nyala?”. Mengapa? Biarpun penerbangan dalam tidak dalam kondisi udara yang berguncang, jika lampu ini menyala maka anda HARUS kembali ke tempat duduk dan mengenakan sabuk pengaman. Hal ini karena penerbang melihat potensi keadaan udara yang kurang baik yang sewaktu-waktu bisa berubah. Jika tidak ada guncangan yang terjadi, itu karena kemungkinan besar penerbang berhasil menghindari udara yang tidak stabil.
3. Baca panduan keselamatan bergambar, lihat tipe pesawat yang tertulis dan pastikan sama dengan tipe pesawat yang dinaiki. Di salah satu perusahaan penerbangan tempat penulis bekerja, suatu waktu seorang awak kabin menemukan bahwa kartu panduan yang ada tidaklah sama dengan pesawat yang bersangkutan. Kesalahan ini ternyata dilakukan tanpa sengaja oleh petugas perusahaan cleaning service yang bertugas memeriksa dan mengganti kartu panduan yang hilang atau rusak. Gambar kartu panduan di sebelah ini adalah untuk tipe pesawat Airbus A330.
4. Perbedaan antara satu pesawat dengan pesawat lain cukup tajam, karena pintu darurat setiap jenis pesawat berbeda. Bahkan tipe pesawat yang sama mempunyai kemungkinan pintu yang berbeda. Contohnya pesawat Fokker 100 yang digunakan oleh Sempati Air pada masa jayanya, memiliki pintu darurat di belakang yang tidak dimiliki oleh pesawat Fokker 100 yang digunakan oleh Merpati Airlines.
5. Ekstra oksigen untuk bayi dan awak . Di atas kursi penumpang ada masker oksigen yang akan turun jika pesawat kehilangan tekanan udara. Untuk baris kursi yang berjumlah 2 misalnya, maka akan ada 3 masker oksigen. Masker tambahan ini digunakan untuk bayi yang digendong oleh orang dewasa. Jadi jangan sampai ada 2 orang bayi yang digendong di atas kursi yang berjajar. Jika terjadi kehilangan tekanan udara, maka seorang bayi tidak akan kebagian masker oksigen. Jika anda membawa bayi dan menemukan penumpang lain yang duduk sejajar dengan anda juga membawa bayi, maka mintalah ke awak kabin untuk pindah ke kursi lain. Seharusnya awak kabin mengerti tentang hal ini. Tapi dengan kesibukan mengatur penumpang bukan tidak mungkin hal ini terlewat oleh awak kabin yang bertugas.
6. Penggunaan toilet. Toilet tidak boleh digunakan selama lampu tanda kenakan sabuk pengaman dinyalakan. Jika anda masih berada dalam toilet ketika lampu tersebut menyala, maka usahakan untuk menyelesaikan urusan anda secepat mungkin, dan kembali ke kursi anda. Jika lampu tanda kenakan sabuk pengaman tidak dinyalakan, jangan menunggu sampai anda merasa ingin buang air. Paling tidak satu jam sekali biasakan pergi ke toilet untuk buang air, terutama dalam perjalanan yang panjang. Karena kondisi cuaca yang buruk bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan dibarengi dengan keinginan buang air akan membuat anda sangat menderita. Jika tidak ada cuaca buruk, penumpang biasanya mengantri di depan toilet setelah makan dan setelah awak kabin atau pilot memberikan pengumuman bahwa pesawat mulai turun dari ketinggian jelajah. Jadi rencanakan waktu anda ke toilet sebelum makan, atau makan dengan cepat dan pergi ke toilet.
7. Tombol flush. Setelah buang air, banyak pelanggan layanan penerbangan yang bingung mencari tombol flush (untuk menyiram/menyedot kotoran) yang kadang-kadang tidak berupa tombol. gambar di kanan ini adalah salah satu contoh tombol flush.
8. Merokok di toilet. Merokok di toilet adalah berbahaya dan di banyak negara merupakan tindakan kriminal yang dapat membuat anda masuk penjara atau minimum membayar denda ribuan dolar. Di dalam toilet pesawat ada alat deteksi asap yang dapat menyala ketika anda merokok. Material dari toilet sendiri adalah semacam plastik yang bisa terbakar dan asapnya merupakan racun. Jadi kebakaran di toilet atau bagian manapun dari kabin pesawat, sekecil apapun mempunyai resiko yang tinggi. Jika anda perokok berat, siapkan permen pengganti rokok sebelum melakukan penerbangan.
9. Duduk di dekat pintu darurat. Membuka pintu darurat adalah tanggung jawab awak kabin. Tapi peraturan tidak membolehkan sembarang orang untuk duduk dekat pintu darurat. Orang yang duduk di sini harus dapat membantu awak kabin untuk membuka pintu darurat. Perhatikan bila anda melihat orang yang duduk di kursi dekat pintu darurat termasuk dalam daftar yang ada di bagian sebelumnya. Jika anda duduk di kursi tersebut dan merasa kurang enak badan, sebaiknya minta untuk dipindahkan ke kursi yang lain, karena keberhasilan evakuasi darurat dapat sangat tergantung pada siapa yang duduk di kursi ini.
10. Pemakaian sabuk ekstra dan tempat tidur untuk bayi. Jika anda membawa bayi kurang dari dua tahun, mintalah sabuk ekstra untuk bayi anda. Beberapa maskapai penerbangan menyediakan baby bassinet, tempat tidur bayi untuk penerbangan yang panjang. Jika terjadi guncangan atau cuaca buruk, ambil bayi anda dan kenakan sabuk pengaman. Di toilet juga ada meja lipat untuk mengganti popok atau membersihkan bayi anda.
Dengan demikian banyak hal yang harus ketahui sebelum naik pesawat seperti di atas. Ada baiknya kita mengetahui hal-hal tersebut sebelum kita menaiki pesawat atau bepergian dengan menggunakan pesawat, agar penerbangan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman.

Pesawat khusus kargo


Nama : ANDI DARMAWATI
Nim : 224108049
Kelas : E
TUGAS 11

Kargo udara, umumnya dikenal sebagai angkutan udara, dikumpulkan oleh perusahaan dari pengirim dan dikirim ke pelanggan. Pesawat pertama kali digunakan untuk membawa surat sebagai kargo pada tahun 1911. Akhirnya produsen mulai merancang pesawat terbang untuk jenis barang lainnya juga.

Ada banyak pesawat komersial yang cocok untuk membawa muatan seperti Boeing 747 dan semakin besar An-124, yang sengaja dibangun untuk konversi mudah menjadi pesawat kargo. Pesawat besar tersebut menggunakan kontainer cepat-loading dikenal sebagai Unit Load Devices (ULDs), seperti kapal peti kemas. Para ULDs terletak di bagian depan pesawat.

Sebagian besar negara memiliki dan menggunakan sejumlah besar pesawat kargo seperti C-17 Globemaster III untuk kebutuhan airlift logistik.

Kargo Udara


Nama : ANDI DARMAWATI
Nim : 224108049
Kelas : E
TUGAS 10

Transportasi udara adalah komponen penting dari banyak jaringan logistik internasional, penting untuk mengelola dan mengendalikan arus barang, energi, informasi dan sumber daya lainnya seperti produk, jasa, dan orang-orang, dari sumber produksi ke pasar. Hal ini sulit atau hampir mustahil untuk menyelesaikan setiap perdagangan internasional, ekspor global proses impor /, reposisi internasional bahan baku / produk dan manufaktur tanpa dukungan logistik yang profesional. Ini melibatkan integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, material handling, dan kemasan. Tanggung jawab operasi logistik adalah reposisi geografis bahan baku, barang dalam proses, dan barang mana yang diperlukan dengan biaya serendah mungkin. Pesawat yang digunakan FedEx Express DC-10.
Maskapai kargo yang lebih besar cenderung menggunakan baru atau baru dibangun pesawat untuk mengangkut barang mereka, tetapi menggunakan banyak pesawat tua, seperti Boeing 707, Boeing 727, Douglas DC-8, DC-10, MD-11, Boeing 747, dan Ilyushin Il -76. Contoh dari 60 tahun Douglas DC-3 masih terbang di seluruh dunia kargo tercatat (dan juga penumpang). pesawat turboprop rentang pendek seperti An-12, An-26, Fokker Friendship, dan British Aerospace ATP kini sedang dimodifikasi untuk menerima palet angkutan udara standar untuk memperpanjang hidup mereka bekerja. Hal ini biasanya melibatkan penggantian jendela kaca dengan panel opak, penguatan lantai kabin dan pemasangan pintu atas berengsel luas di satu sisi pesawat. An-225, pesawat terbesar di dunia, juga digunakan oleh penerbangan kargo.
Antonov An-225 dan Antonov An-124 adalah pesawat dunia terbesar, yang digunakan untuk transportasi pengiriman kargo besar dan besar.
Penggunaan pesawat militer besar untuk tujuan komersial, dipelopori oleh Airlines Antonov Ukraina pada tahun 1990an, telah memungkinkan tipe baru kargo di transportasi udara.

PELAYANAN SEBUAH PERUSAHAAN CARGO


Nama : ANDI DARMAWATI
Nim : 224108049
Kelas : E
TUGAS 9

Seperti :

· Bea saran dan estimasi gratis

· Menerapkan atas nama Anda untuk TURN semu (sebagai pengganti nomor PPN)

· Custom clearance:
hidup pohon-pohon, tanaman, lampu, ikan dan mamalia
segar dan beku sayuran, buah-buahan, bahan makanan dan produk binatang
semua jenis tekstil termasuk kulit, sutra wol, dan kapas
semua jenis permadani dan karpet
emas dan logam berharga lainnya, berharga dan batu semi mulia
kelebihan bagasi dan barang pribadi
· Impor dan Ekspor di seluruh dunia semua kendaraan bermotor

· Harian pengiriman dan layanan pengumpulan – udara, jalan dan laut

· Fasilitas pergudangan

· Pengepakan dan pengiriman – layanan global dan ekspor.

ini merupakan standar pelayanan yang diberikan oleh sebuah perusahaan cargo.

Bandar Udara Dubai Tawarkan Fasilitas Bisa Penumpang Gabungan


Nama : ANDI DARMAWATI
Nim : 224108049
Kelas : E
TUGAS 8

Set terbuka untuk lalu lintas penumpang pada awal tahun 2011, Al Maktoum International Airport di Dubai merupakan merenungkan menggunakan pendekatan baru untuk penumpang penanganan dikenal sebagai ‘one-stop’.

Premis adalah bahwa penumpang yang bepergian melalui apa yang ditetapkan untuk menjadi bandara terbesar di dunia secara simultan check-in dan diputar di satu lokasi pusat. Ini tempat yang sama juga akan menyediakan fasilitas bea cukai dan imigrasi, daripada harus mereka menyebar seperti yang biasanya terjadi.

Dubai saat ini dilayani oleh Bandar Udara Internasional Dubai, yang itu sendiri sedang diperbesar untuk memenuhi permintaan. Hampir 41m penumpang digunakan Dubai International pada tahun 2009 dan diperkirakan bahwa ekspansi ada akan memungkinkan lebih 35m melewati dalam waktu dua tahun.
Penumpang-Penanganan: Bandara Dubai
Bandar Udara Internasional Al Maktoum telah dibuka untuk penerbangan kargo. Setelah penerbangan komersial bisa berlangsung, juga, diharapkan bahwa hub Dubai baru pada akhirnya akan menangani 160m penumpang per tahun. Dari tiga terminal, satu yang akan digunakan hanya oleh Emirates Airlines, dan seluruh situs akan menempati area dua kali lebih besar Hong Kong Island.

Sebuah landasan pacu tunggal saat ini digunakan untuk kedatangan kargo dan keberangkatan, tapi Al Maktoum pada akhirnya akan memiliki empat lebih. Kelima landasan pacu akan sama spasi dan berjalan secara paralel, dan semua akan menjadi sama panjang: 4.500 meter. Ini cukup panjang untuk menangani pesawat komersial sampai ke desain Airbus A380 baru.

Cargo Garuda Ditimbang Kembali


Nama : ANDI DARMAWATI
Nim : 224108049
Kelas : E
TUGAS 7

Dicurigai telah dilakukan “Mark-up” oleh oknum berinisial “E”, Rabu (27/10) Pilot Garuda (GA-182) dari Jakarta, puluhan Ton muatannya terpaksa di bongkar dan timbang kembali di terminal cargo Bandara Polonia Medan, gara – gara ada indikasi penipuan timbangan.

Ketika masalah tersebut dikonfirmasikan kepada pihak Gapura selaku pengelola gudang Garuda, seorang petugasnya yang tak ingin disebut namanya mengakui bahwa memang ada penimbangan kembali barang cargo yang diangkut pesawat Garuda (Ga 182) dari Jakarta yang tiba sekitar pukul 9.30 Wib.

Setelah ditimbang ada selisih sekitar 500 Kg barang bawaan cargo tersebut dari jumlah yang dilaporkan atau tertera dalam manifes pesawat Garuda (GA 182). Cuma sumber tersebut tidak menjelaskan berapa ton barang Cargo yang dibawa pesawat Garuda tersebut.

“Dan tidak benar ada selisih sekitar 1 ton lebih sesuai informasi yang beredar”, kata petugas tersebut yang tetap tidak mau disebutkan namanya.
Ketika masalah tersebut dikonfirmasikan kepada salah seorang staff Garuda yang tidak mau juga disebutkan namanya tetapi ia termasuk salah satu orang yang berpengaruh di Garuda khususnya di Bandara Polonia Medan mengakui, memang ada penimbangan kembali tetapi masalah selisih jumlah berapa belum bisa diketahui secara pasti.

Masalah mana yang benar mana yang salah mengenai jumlahnya kita belum bisa jelaskan karena masalahnya masih dalam penyelidikan. Bisa saja bukan selisih berat yang terjadi tetapi kemungkinan saat pembuatan barang cargo tersebut dipesawat tidak seimbang bisa pemuatan di belakang lebih banyak dari pada di depan sehingga penerbangan khususnya pilot merasa barang yang diterbangkan lebih banyak, kata sumber tersebut.

Dari hasil penimbangan barang tersebut hingga saat ini pihak Garuda baik di Bandara Polonia Medan maupun pihak Garuda kantor mangonsidi tidak ada memberikan keterangan.

Dari kasus diatas yang terjadi di bandara Polonia medan tersebut merupakan satu masalah yang harus cepat diberi tindakkan, agar tidak terulang kembali. Dan tidak akan menjadi suatu penghalang dalam penerbangan.

Kursi Rusak


Nama : Rizky Julainti

Nim : 224108025

Kelas : E

Tugas GH ke – 9

Kejadian ini terjadi pada satu tahun yang dialami oleh om saya yang abis melakukan perjalanan liburan ke Bali dengan menggunakan sebuah penerbangan yang sudah cukup terkenal di Indonesia. Dia bercerita pada saya dia akan naik dikelas bisnis. Saat sampai di Bandara Soekarno Hatta dan melakukan check – in bagasi sampai selesai semuanya tidak terjadi masalah malah semuanya berjalan yang baik dan mendapatkan fasilitas penumpang yang baik dari pihak airlines.

Setelah menunggu di boarding lounge dan ada panggilan untuk naik pesawat, dia langsung menuju pesawat untuk naik pesawat tersebut. Setelah sampai dibangku penumpang yang sudah diberitahukan seatnya oleh pramugari pas mau duduk ternyata seatnya tidak ada sandaran kakinya. Kemudian dia komplain ke pramugari kenapa tempat duduknya tidak ada sandaran kakinya, setelah itu pramugari ke tempat om saya untuk melihat seatnya. Ternyata benar tidak ada sandaran kaki dan pramugari menjelaskan bahwa tempat duduknya rusak. Dan pramugari tu memnta maaf soal tempat duduk tersebut dan dia menawarkan om saya untuk mengganti penerbangan selanjutnya dengan kelas yang sama atau tetap di penerbangan yang sama tetapi pindah kelas ekonomi dengan jaminan akan mendapatkan fasilitas spesial yang diinginkan. Dan om saya memeilih untuk pindah kelas dan tetap melamjutkan penerbangan dengan fasilitas yang terbaik.

Seharusnya pihak airlines memeriksdan memperbaiki apabila terjadi fasilitas yang buruk supaya tidak mengganggu kenyamanan penumpang. Apabila tetap terjadi seperti itu pihak airlines tetap mau bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat kepada penumpang dan mau memberikan spesial fasilitas untuk para penumpang.

Pentingnya ground time rotasi aircraft


Nama : Fabyanisa resti astria

Nim : 224108026

Kelas : E

Dimana pada setiap perusahaan maskapai suah memberikan kebijakan ground time pada rotasi aircraft sesuai schedule yang sudah di buat .kita ambil biasnya dalam ground time pesawat transit di berikan waktu 40-60 menit artinya ketiaka aircraft sudah dalam keadaan block-on sampai aircraft dalam posisi block-off.dan pengordinir ground time tersebut dipegang penuh pada divisi ramp handling .berarati sebagai staff ramp handling harus bisa mengkoordinir waktu aircraft tersebut dengan efektif sesuai acuan ground time.sehingga bisa memberangkatkan aircraft dengan safety ,dalam keadaan waktu yg schedule.jarak pentingnya ground trime pada perusahaan maskapai itu pasti sudah di sosislisasikan kepada seluruh jajaran divisi station baik niaga,operasional,tekhnik.sehingga seluruh management pun bisa mengestimasikan jadwal keberangkatan ataupun kedatangan rotasi aircraft sesuai dengan schedule rotasi aircraft yang telah dibuat oleh perusahaan maskapai tersebut.

PENANGANAN GROUP PAX TRANSIT


Nama : fabyanisa.resti.astria

Nim : 224108026

Kelas : E

Dalam menanganin group pax transit,seharusnya sebagai staff transit harus dapat selalu memonitori group pax tpx tersebut.yang akan melakukan conecting flight.contoh group pax tpx tsb melakukan perjalanan dengan route upg-cgk-soc.sebagai staff transit kita harus benar”memonitori group pax transit tersebut.yang terpenting adalah waktu keberangkatan awal group transit tersebut yaitu di upg-cgk.dengan cara cara meminta dataa actual keberangkatan flight yang ditumpangi oleh group tersebut,dengan fax,email,atau telpon.staff upg,jika dalam flight tersebut tidak mengalami delay on departure berarti group pax tersebut aman,dalam arti group tersebut dapat melakukan perjalanan dengan route yang sesuai dengan flight connecting tersebut.tetapi jika ternyata flight yang ditumpangi group mengalami delay on departure berarti kita harus bisa menghitung estimasi flight tiba di cgk dan tidak lupa juga kita harus memonitori flight makaa bila flight dengan route cgk-soc.masih dalam estimasi ontime schedule.berarti kita harus cepat dalam berkoordinasi kepada pihak-pihak yang bertugas,biasanya pertama kitaharus menginfokan kepada station operasional sehingga station operasional dapat kembali mengkoordinasi kepada staff ramp handling,crew&atasan on duty,dan sudah menghasilkan keputusan yang disepakati oleh semua jajaran yang bertangung jawab dengan menunggu group pax connecting ke soc.berarti konsekuensi dengan route flight cgk-soc juga akan mengalami delay on departure ,seandainya lebih dari 60 menit delay maka maskapai harus melakukan penanganan dengan cara memberikan sog kepada pax yang sudah ada di ruang tunggumaka dengan adanya kordinasi yang baik kita bisa meminimizepax komplain dalam penanganangroup pax transit dan pax route cgk-sog yang sudah ada di ruang tunggudengan memberikan (sog)sehingga group pax transit tersebutpun bisa tiba di tujuan akhir meski dengan keadaan delay.

Fasilitas bandara soekarno hatta


Nama : sri rahayu permana

Nim : 224108007

Kls : E

Fasilitas di bandara adalah suatu alat menujang kinerja dari suatu bandara , jika dibandara tidak memiliki fasilitis makan bandara tersebut tidak akan berjalan dengan baik, karena semua orang atau calon penumpang yang ingin menggunakan pesawat, pastinya menunggu di bandara yang tentunya yang aman dan nyaman. fasilitas di bandara antara lain tempat ibadah, E-ticket,tempat ibu menyusui dan tempat bermain anak – anak. Namun hal ini fasilitas dibandara belum dapat menunjang, diantaranya tempat ibu menyusui dan tempat bermain anak – anak. Dengan adanya tempat ibu menyusui di bandara dan tempat bermain anak – anak adalah suatu hal yang dapat menujang bandara dan calon penumpang dapat menjadi betah berlama – lama dibandara soekarno hatta .

Catering Dalam Pesawat


Nama : Hildawati Arief
NIM : 2241.08.134
Kelas : S1-MTU E
Tugas : ke-9

Untuk tugas GH-2 kali ini saya akan membahas tentang catering di pesawat. Pernah ngga sih kita mikirin makanan yang kita makan ketika di pesawat? Apakah bersih? Sehat?. Tentu saja untuk sebagian orang iya, tetapi untuk sebagian orang lagi tidak/cuek saja (yang penting kenyang)hehehe. Oleh karena itu, kali ini saya membahas tentang kebersihan makanan yang kita makan dalam pesawat. Artikel yang saya dapat dari Aero Catering Services Garuda Indonesia.
Persoalan higienitas memang menjadi andalan bagi jasa katering penerbangan. Bagaimana tidak, setiap makanan siap saji harus melalui 10 tahap, mulai dari penerimaan barang, penyimpanan, pemotongan, pemasakan, pengeringan, pencucian, pengeringan kembali, dan sebagainya.
Sebelum proses pembuatan makanan di Aerowisata Catering Services (ACS), setiap bahan makanan harus dipastikan benar-benar steril. Karena itu, bahan makanan seperti sayuran dan daging selalu disimpan dalam kamar pendingin. Sayuran disimpan dalam kamar pendingin 4 derajat celcius dan daging dalam kamar pendingin 18 derajat celcius.
Agar makanan tetap segar saat disajikan, petugas membawa makanan ke pesawat dengan dry es dalam suhu kurang dari 13 derajat celcius. Sterilisasi memang menjadi poin penting yang diutamakan di ACS. Hal tersebut berlaku sejak awal penerimaan bahan makanan hingga makanan disajikan pada konsumen. Karena itu, seluruh pegawai katering diwajibkan memakai pakaian khusus dan penutup kepala saat bekerja agar produk makanan yang dihasilkan benar-benar higienis.
Setiap karyawan masuk tempat kerja, petugas selalu mengukur suhu badan. Jika lebih dari 38 derajat celcius, maka karyawan tak diperbolehkan bekerja agar tak menulari karyawan lain atau menyebarkan penyakit melalui makanan.
Dengan demikian, ternyata makanan yang kita makan itu bersih dan sehat. Mudah-mudahan artikel ini tidak hanya dipaparkan ACS untuk diketahui oleh masyarakat tetapi juga diterapkan dalam menyajikan masakannya.

Ketentuan Khusus Seeing eye dog (anjing penuntun orang buta }


Nama : catur kusworo

nim : 224108116

kelas : E

seeing eye dog adalah anjing yang setia dan terlatih dengan baik sebagai penuntun sekaligs pengawal orang tuli atau buta,IATA dan semua airlines anggotanya menetapakan bahwa anjing jenis ini boleh dibawa masuk ke dalam cabin,tanpa larangan ataupun biaya tambahan,syaratnya anjing tersebut harus dalam keadaan sehat dan memakai penutup pada mulut anjing tersebut.

Pets

tidak semua penerbangan memperbolehkan penumpang membawa hewan peliharaan ke dalam cabin, karena perlu dipertimbangkan peraturan tentang impor/ekspor hewan di kota tujuan,yaitu apakah hewan itu diperbolehkan masuk ke negara tujuan atau tidak

hewan yang termasuk ke dalam kategori tersebut adalah kucing,anjing dan burung,pengangkutan hewan peliharaan di dalam cabin disebut PETIC ( pet in cabin ) pengankutan hewan didalam cabin ini dibatasi hanya 1 ekor didalam cabin dan harus melewati prosedur reservasi yang ketat,jumlah berat hewan dan kandangpun tidak boleh lebih dari 8 kg

dangerous good

ada beberapa barang bawaan yang dibatasi untuk dibawa penumpang karena dianggap dapat membahayakan penerbangan, barang- barang tersebut antara lain :

benda- benda berisi gas( compressed gases ),barang-barang kimia (chemical articles), barang- barang mudah meledak (eksplosive materials) barang mudah terbakar (inflameables materials) ,barang yang mengandung radia aktif (radioactive materials) barang-barang yang mengandung magnet (magnetized materials )

barang yang boleh dibawa tanpa persetujuan airlines

barang-barang tersebut antara lain :

barang kimia dan obat -obatan yang hanya sebatas untuk keperluan penumpang di perjalanan contoh : hair spray,obat semprot penyakit asma,parfum (dengan takaran yang sudah ditentukan )

korek api gas,dry ice,

barang yang harus mendapat persetujuan airlines

barang barang tersebut adalah :

satu tabung oksigen untuk keperluan pengobatan , satu karbondioksida untuk keprluan penumpang tertentu,satu tabung kecil gas untuk keperluanberkemah atau korek api, peralatan olahraga menembak senjatadan amunisinya

Apron Management Service


Nama : Andrea Patrick Panggabean
NIM : 2241 08 057
Kelas : S1 MTU E

Dalam ICAO Document 9426-AN/924 tahun 1984 V-1-1-4 menyebutkan bahwa :“ Apron Management Service is a service provided to regulate the activities and the movement of aircraft and vehicles on Apron”.
Maksudnya Apron Management Service adalah suatu pelayanan untuk mengatur pergerakan lalu lintas pesawat udara dan kendaraan-kendaraan di Apron.
Apron memang tidak termasuk Manoeuving area tetapi masuk kedalam Movement Area. Dalam Anex 14, Aerodrome Volume I, Aerodrome Design and Operations disebutkan bahwa “Manoeuvring area is part of an Aerodrome to be used for take off, landing and taxiing of aircraft, axcluding aprons.” Jadi manoeuvring area adalah bagian dari Aerodrome yang digunakan untuk take off, landing, taxiing kecuali Apron. Sedangkan yang dimaksud Movement Area dalam annex 14, Aerodrome Volume I adalah “ Movement area is part of an Aerodrome to be used for the take off, landing, taxiing of aircraft, consisting of the manouevring area and the apron(s).” jadi yang dimaksud movement area adalah bagian dari Aerodrome yang digunakan untuk take off, landing, taxiing pesawat termasuk manouevring area dan apron.
ICAO merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut :
a. Apron hendaknya dibuat nyaman untuk bongkar muat penumpang, kargo atau pos sebaik memberikan pelayanan kepada pesawat tanpa mengganggu traffic lainnya di aerodrome tersebut.
b. Seluruh area apron hendaknya mampu digunakan untuk expeditious handling traffic di aerodrome tersebut pada saat traffic padat.
c. Setiap bagian dari apron hendaknya dapat digunakan untuk pesawat yang akan segera ditangani walau beberapa bagian apron memang dikhususkan untuk dipakai jika traffic padat saja.
d. Slope di apron termasuk aircraft stand taxi lane dibuat agar air tidak tergenang.
e. Slope terbesar pada aircraft stand adalah 1%
f. Setiap aircraft stand harus memiliki jarak yang aman terhadap aircraft stand yang lain, bangunan-bangunan didekatnya, dan benda-benda lain di apron. Berikut ini adalah jarak aman antar aircraft stand :
1) Code letter A : 3 meter
2) Code letter B : 3 meter
3) Code letter C : 4,5 meter
4) Code letter D : 7,5 meter
5) Code letter E : 7,5 meter
6) Code letter F : 7,5 meter
Untuk pesawat dengan Code letter D, E, F jika lingkungan sekitar memungkinkan jaraknya bisa dikurangi dengan model nose in parking. Dengan memperhatikan :
a) Terminal, termasuk garbarata, dan nose pesawat.
b) Beberapa stand menggunakan azimut guidance dan yang sebagian lagi menggunakan visual docking guidance system.

Menurut ICAO dalam Document 9157-AN/901 Part 2 Chapter 3.4.5 ada dua metode pesawat untuk meninggalkan dan memasuki aircraft stand yaitu :
• Self Manouevring, digunakan untuk konfigurasi parkir; Angle nose-in, Angle nose-out & Parallel. Pada metode ini pesawat tidak memerlukan bantuan towing car.
• Tractor Assisted, digunakan untuk konfigurasi parkir Nose-in. Pada metote ini pesawat memerlukan bantuan towing car.
Sedangkan konfigurasi parkir pesawat ada 4, yaitu :
• Konfigurasi parkir pesawat Angle Nose-in, yaitu sistem parkir pesawat udara dengan hidung pesawat menghadap gedung terminal membentuk sudut 45° terhadap gedung terminal.
• Konfigurasi parkir pesawat Angle Nose-Out : yaitu sistem parkir pesawat udara dengan hidung pesawat membelakangi terminal membentuk sudut 45° terhadap gedung terminal.
• Konfigurasi Parkir Pesawat Palarel, yaitu sistem parkir pesawat udara sejajar dengan bangunan terminal.
• Konfigurasi Parkir Pesawat Nose-In, yaitu sistem parkir pesawat udara dengan hidung pesawat tegak lurus sedekat mungkin dengan gedung terminal.

Sampai kapan?


Nama : Resky Amelia Sari

Nim : 224108003

Kelas : MTU E

Tugas : 10

Sebuah pertanyaan yg timbul ketika ada sesuatu yang kurang nyaman melanda sebagian besar orang, dan telah terjadi beberapa lama, akhirnya timbullah pertanyaan ini, karena jika sedang dalam kenyamanan, jarang sekali orang yg menanyakan, kebanyakan mereka larut didalamnya. Saat ini pertanyaan itu timbul pada diri saya.

Pertanyaan ini tidak selalu berarti negatif, karena ketika seseorang berani bertanya menurut saya itu sudah tindakan positif. Pertanyaan ini pun bisa ditujukan kepada siapa saja, Tuhan pun termasuk 🙂 . Namun jika saya mempertanyakan ini ke Tuhan, pasti Tuhan akan mempertanyakan balik ke saya, sampai kapan juga hambanya yg kecil ini terlalu menuhankan kepentingan dunia, sampai sering sekali Tuhan dilupakan keberadaannya dan tidak dianggap lagi menjadi kebutuhan hidup.

Pertanyaan ini menurut saya sangat berhubungan dengan waktu, karena kata “kapan/when” itu menunjukkan keterangan waktu. Dan waktu itu dari dulu hingga sekarang tidak berubah, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 12 bulan setahun. Jadi sangat tidak relevan jika dalam sebuah tanggung jawab, kita selalu menyalahkan waktu, yg perlu diperhatikan bagaimana kita memanfaatkan dan membuat waktu itu begitu berharga.

Dan pertanyaan ini sangat erat sekali hubungannya dengan kondisi Bandara Soekarno-Hatta yang sekarang ini sedang dalam perbincangan banyak orang. Hal ini terkait karena jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta sudah melebihi kapasitas yang ada. Dari daya tampung 22 juta penumpang, bandara ini sudah disesaki oleh 44,2 juta orang. (yaa.. ampun).
dan bukan hanya itu bandara soeta pun tidak memenuhi standar internasional sebagai pintu masuk Indonesia. Beberapa infrastruktur dan keamanannya masih harus diperbaiki. Mari bandingkan Bandara Soekarno Hatta dengan bandara lain di Asia Tenggara. Calo tiket, taksi gelap, hingga penjual parfum berseliweran di bandara. Pengunjung yang memasuki tempat parkir akan disambut dengan petugas gadungan. Petugas parkir itu akan meminta uang dengan paksa.selain itu, konsumen juga mengeluhkan toilet yang tak higienis, papan informasi yang kurang jelas, fasilitas musala dan akses menuju bandara.

keberadaan Terminal 3 yang dibangun pada 2009 sangat membantu. Terminal itu pun menjadi percontohan dengan mengoptimalkan kapasitas penumpang hingga 48 juta orang pertahun. Lantas, apakah itu membuat Bandara Soekarno Hatta bisa dikatakan sebagai terminal internasional? Dan SAMPAI KAPAN Bandara soetta terus-terusan di “cap” seperti itu?

Danger Zone A


Nama : Angga Dwijananto
NIM : 224108044
Kelas : E
Tugas : 9

Danger Zone A merupakan zona berbahaya yang harus dijauhi atau dihindari baik bagi petugas ground handling yang berada di apron maupun bagi mobil maupun alat-alat penunjang pekerjaan. Daerah atau zona tersebut yaitu dilarang berada di belakang engine pesawat yang dalam keadaan engine pesawat hidup, karena dapat terjadi jet blast, atau orang atau benda yang berada di belakang engine pesawat dalam keadaan hidup dapat terpental. Selain di belakang engine pesawat juga terdapat larangan berada di depan engine pesawat dalam keadaan hidup, karena engine pesawat dapat menghisap orang maupun benda apapun yang berada di depannya yang dapat mengakibatkan rusaknya engine pesawat. Oleh karena itu petugas ground handling yang bekerja di apron area khususnya di danger zone A harus mengetahui daerah- daerah yang harus dihindari pada saat pesawat mulai menghidupkan engine.

Circle Of Safety


Nama : Angga Dwijananto
NIM : 224108044
Kelas : E
Tugas : 8

Circle of safety merupakan daerah atau ruang lingkup di apron area yang membatasi antara pesawat terbang dengan mobil-mobil penunjang pekerjaan ground handling. Semua ini sudah diatur dan aturan ini harus dijalankan agar terciptanya keselamatan dan keamanan bagi pesawat terbang. Jarak 5 meter dari keseluruhan badan pesawat, dan jarak 2 meter bagi mobil-mobil pendukung dalam proses ground handling yang menangani pesawat dalam proses loading dan unloading. Mobil-mobil pendukung pekerjaan ground handling itu dilarang parkir dibawah sayap pesawat (wing) atau dekat dengan engine pesawat. Karena dapat merusak badan pesawat jika terjadi gesekan dengan alat-alat pendukung ground handling. Keadaan engine baik pesawat maupun mobil dalam proses penanganan dilapangan harus dalam keadaan mati atau tidak dihidupkan, agar tidak menggangu jalannya proses loading dan unloading yang sedang berlangsung.

Hazard Area


Nama : Angga Dwijananto
NIM : 224108044
Kelas : E
Tugas : 7

Didalam penanganan pesawat terbang pada saat pesawat berada di apron area, petugas ground handling yang akan mengerjakan pesawat tersebut harus menggunakan alat-alat penunjang pekerjaan yang sudah diatur sesuai aturan yang berlaku. Ramp safety itu sendiri salah satunya yaitu Hazard Area. Untuk hazard area terdapat alat-alat penunjang dalam menunjang pekerjaan petugas ground handling antara lain yaitu Ear Plug (penutup telinga) yaitu untuk melindungi telinga dari suara bising pesawat, Safety Shoes (sepatu yang digunakan pada saat di ramp) yaitu sepatu yang harus digunakan untuk melindungi kaki dari kejadian-kejadian yang mungkin terjadi seperti barang-barang berat yang mungkin jatuh, Sarung Tangan yaitu untuk melindungi tangan dari kejadian seperti tangan kejepit, Jas Hujan yaitu baju yang dikenakan petugas ground handling untuk menangani pesawat pada saat keadaan hujan, dan Rompi yaitu baju atau pelindung yang digunakan untuk menahan bagian tubuh dari angin. Peralatan tersebut digunakan oleh petugas ground handling agar aman dalam proses loading dan unloading.

Gimana si makanan masuk ke pesawat??


Nama : Valdy Christian

Nim : 224108245

Tugas : 8

MTU E

Saat melihat menu menu makanan yang berada di pesawat terlihat enak-enak dan sudah diatur menunya hmm .. makanan yang tersedia seperti makanan hotel berbintang.. itulah yang saya pikirkan lalu saya berpikir lagi bagaimana cara makanan-makanan ini bisa masuk kepesawat ? sementara saya tidak melihat orang yang memasak atau bolak balik membawa makanan dalam peswat.. lalu saya mencoba mencari info dengan apakah makanan ini bisa sampai diatas pesawat?

Pada tulisan ke 8 ini saya mencoba menjelaskan tentang CATERING VEHICLE .. merupakan salah satu ground handling equipment yang digunakan untuk membantu pesawat untuk memuat makanan CATERING VEHICLE juga meng unloading minuman dan makanan yang tidak habis terkonsumsi, selain me loading makanan dan minuman yang baru untuk penumpang dan crew. Tipe makanan di antar dengan kereta yang distandarkan. Makanan dibuat di darat sesuai dengan banyaknya permintaan (apart from chilling or reheating).
Kendaraan catering terbuat dengan lifting system, platform and an electro-hydraulic control mechanism. Kendaraan dapat mengangkat dan menurunkan, peron dapat menggerakkan ke depan pesawat.

Demikianlah tulisan yang bisa saya buat semoga bermanfaat…

CONTAINER LOADER


Nama : Valdy Christian

Nim : 224108245

Tugas : 6

MTU E

Saat berkunjung ke bandara saya pernah melihat alat besar yang tidak pernah saya jumpai sebelumnya dan saya mencari tau alat apakah ini?? Setelah mencari info kesana sini dan ternyata alat itu adalah CONTAINER LOADER..

Pada tulisan ke 6 ini saya ingin mencari tau tentang container loader… alat merupakan salah satu ground handling equipment yang digunakan untuk menaikan barang keatas pesawat .. kalo kita sering kebandara pasti tidak asing lagi dengan alat ini.. alat ini juga mendukung kegiatan dalam ground handling unit equipment.. jadi countainer loader adalah loader untuk pesawat berbadan lebar (aircraft platform) digunakan untuk loading dan unloading cargo yang berada di container atau di pallet. Loader memiliki dua peron yang secara bebas mengangkat dan menurunkan. Container dan pallet saat di loader digerakkan dengan built-in rollers atau roda, dan diangkut ke pesawat melewati peron…

Gambar http://aessg.com/Image86.gif

Demikianlah tulisan yang bisa saya buat semoga bermanfaat…

Tangga yang berjalan….


Nama : Valdy Christian

Nim : 224108245

Tugas : 7

MTU E

Saat saya ingin naik kepesawat ada tangga yang membantu kita agar bisa naik kepesawat hmm.. tangga ini bentuknya unik dan dapat didapat dibawa kemana-mana saya menjadi penasaran apa nama tangga ini? Dan saya mencoba mencari-cari info tentang tangga ini dan inilah info yang saya dapatkan..

Pada tulisan ke 7 ini saya mencoba menjelaskan tentang PASSENGER BOARDING STAIRS.. merupakan salah satu ground handling equipment yang digunakan untuk membantu penumpang naik keatas peswat jadi Passenger boarding stairs terkadang disebut tangga udara, digunakan untuk mengangkut penumpang dari darat ke kabin pesawat. Semenjak banyak pesawat yang memiliki pintu pesawat yang tinggi dari darat, tangga membantu penumpang naik dan turun dengan aman serta efisien. Ada beberapa tangga yang seperti eskalator sehingga mempermudah penumpang, ada juga tangga yang biasa saja. Banyak tangga yang dapat menyesuaikan ketinggian tangga dengan ketinggian pesawat. ..

demikian info yang bisa saya berikan semoga bermanfaat… ^^

TRANSPORTASI KERETA SAMPAI KE DALAM BANDARA


Bimo Rhomdoni
224108266
kelas E

Hampir Setiap bandara besar yang ada di dunia memiliki aksesibilitas yang baik. Dengan aksesibilitas yang baik maka semakin mudah bagi calon penumpang untuk mencapai Bandar udara tersebut. Selain dapat dijangkau melalui transportasi darat seperti mobil, ada banyak juga Bandar udara yang dapat di akses menggunakan kereta. Seperti Narita Internasional Airport di Jepang atau Bandar udara besar lainya.
Lalu bagaimana dengan Bandar udara internasional Soekarno-Hatta?? Bandar udara internasional Soekarno-Hatta untuk saat ini belum bisa diakses melalui kereta tetapi sudah ada rencana untuk membuat jalur kereta untuk masuk kebandar udara tersebut. Hal tersebut merupakan suatu gagasan yang tepat dan sungguh ditunggu oleh para calon penumpang. Kenapa hal tersebut sangat ditunggu? Banyak alasan kenapa hal tersebut sangat ditunggu. Salah satunya faktor waktu, faktor ini sangat penting terlebih dalam transportasi udara ontime performa sangat di kedepankan. Akses yang sekarang untuk mencapai Bandar udara Soetta sangatlah kurang baik. Mulai dari banjir sampai jalan toll yang macet. Calon penumpang butuh waktu berjam-jam menghadapi macet untuk mencapai Bandar udara Soetta. Belum lagi selama musim penghujan tiba makan jalan toll menuju Bandar udara akan terendam banjir. Dengan adanya jalur kereta untuk masuk bandara tentunya akan mempermudah para calon penumpang untuk mencapai bandara sekaligus menciptakan Bandar udara yang terdepan. Pengembangan jalur kereta ini juga harus diperhatikan betul dalam pembangunannya agar lebih menciptakan dan memberikan nilai tambah bagi keamanan, keselamatan dan kenyamanan dalam Bandar udara maupun penerbangan itu sendiri.
Oleh karena itu dengan adanya pembangunan jalur kereta Bandar udara ini diharapkan mampu membuat Bandar udara internasional Soetta menjadi salah satu Bandar udara yang unggulan dan mampu meyakinkan orang asing untuk menjadikan Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta menjadi Bandar udara tujuan maupun transit

PERANAN CIQ DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL


Bimo Rhomdoni
224108266
kelas E

Kita semua sudah tahu bahwa Bandar udara internasional pada suatu Negara merupakan gerebang masuk bagi Negara tersebut. Gerbang masuk bagi orang, barang maupun tumbuhan dan hewan. Setiap Negara mempunyai wewenang untuk menentukan siapa saja danapa saja yang boleh masuk maupun keluar dari negaranya. Oleh karena itu di tiap bandara internasional di berikan suatu counter khusus yaitu counter CIQ atau pabean,imigirasi dan karantina.
CIQ mempunya tugasnya masing-masing. Bagian kepabeanan berfungsi sebagai pengawasan lalu lintas keluar masuknya barang. Kepabean akan menentukan boleh atau tidaknya barang yang dibawa penumpang untuk masuk atau keluar dari suatu Negara. Ada juga jenis barang yang boleh dibawa masuk tetapi dikenakan pajak tambahan karena peraturan yang berlaku. Selain itu kepabeanan juga berperan penting dalam mengawasi peredaraan narkotika yang masuk maupun keluar dari Negara tersebut. Pihak Imigrasi berfungsi sebagai pengawas dalam lalu lintas orang asing yang masuk ataupun warga negaranya yang ingin keluar. Dalam hal ini pihak imigrasi akan menentukan siapa-siapa saja yang boleh masuk ataupun keluar dari Negara tersebut. Dengan data yang ada makan akan terlihat siapa-siapa saja yang akan diizinkan. Selain itu Keimigrasian akan mengecek dokumen perjalanan dari setiap orang yang ingin masuk ataupun keluar. Jika seseorang sedang ada dalam daftar pencarian atau dalam daftar pencekalan maka pihak imigrasi berhak menindak orang tersebut bahkan mendeportasi jika ada orang asing yang tidak berkepentingan masuk ke negaranya. Lalu yang terakir adalah bagian karantina. Karantina dibagi menjadi 3 bagian yaiu: karantina manusia , karantina hewan dan karantina tumbuh tumbuhan. Pada karantina manusia bertujuan untuk mencegah masuknya orang-orang yang membawa wabah atau orang yang menidap penyakit menular seperti AIDS dan Antrax. Hal tersebut agar warga negaranya terlindungi dari wabah penyakit tersebut. Karantina hewan, karantina hewan ini berfungsi sebagai pencegahan masuk dan tersebarnya penyakit hewan. Selain itu itu bertujuan juga sebagai pengawasan terhadap keluar masuknya hewan=hewan yang dilindungi oleh suatu peraturan pemerintah. Karantina tumbuhan hamper sama dengan karantina hewan yaitu bertujuan untuk melindungi / pengawasan keluar masuknya tumbuhan-tumbuhan yang dilindungi oleh pemerintah atau pencegahan terhadap tumbuhan yang dapat merusak kehidupan makhluk lain seperti tumbuhan parasit yang dapay merugikan.
Jadi peran CIQ dalam menjaga keamanan Negara dan segenap warga negaranya sangat vital karena banyak hal – hal yang merugikan bisa dengan mudah masuk melalui gerbang suatu Negara yaitu Bandar udara internasional sehingga pihak CIQ harus lebih ketat dalam menjaga arus lalu lintas manusia ataupun barang.

Ramp Services


Nama : Rama Rohesa Lenny
Kelas : E
Nim :234110042

Keahlian inti adalah waktu-on dan penanganan yang efisien penerbangan Anda. Dengan menawarkan kinerja yang luar biasa, tidak peduli apa pun jenis beban pesawat udara atau barang yang bersangkutan. profesional kami, staf yang berkualitas menangani sampai 1.100 penerbangan setiap hari. Meskipun demikian volume berat, tingkat penanganan tepat waktu kita tetap 99,4 persen. Berkat pemuatan efektif dan proses bongkar tingkat misconnex untuk bagasi di bawah 0,12persen.

Layanan profesional Ramp mencakup spektrum penuh penanganan kebutuhan yang berhubungan, termasuk pengawasan ramp, penerimaan pesawat udara, pesawat, serta bongkar muat. Dengan berbagai jasa transportasi bagi penumpang dan awak, serta bagasi, kargo dan transportasi mail. Pesawat penuh bergerak dan berjalan-out-bantuan. Pesawat Pengisian tim Services menawarkan ruang lingkup yang lengkap layanan yang berkaitan dengan penyediaan air bersih dan layanan toilet. Selain itu, dilengkapi layanan pesawat kita dengan berbagai perawatan kabin kabin dan kebersihan interior ASG melalui anak perusahaan kami. jasa pesawat Certified de-icing disediakan oleh anak perusahaan kami N * ICE.

Penerapan teknologi informasi modern memungkinkan kita untuk menyederhanakan proses penanganan dan mempercepat arus informasi: Penggunaan sistem kami disposisi II Padilos menyediakan peralatan tepat waktu dan disesuaikan pengiriman staf dan penanganan untuk acara penerbangan tertentu dalam cara yang cepat dan mulus . Dengan terminal genggam baru beban agen master dapat memeriksa status penanganan yang tepat secara real time. Karena genggam dapat berinteraksi melalui LAN nirkabel dengan perubahan menunggu & keseimbangan sistem yang diperlukan untuk perbandingan untuk memuat lembaran dapat segera dilakukan, sehingga mengurangi kesalahan transmisi dan menghemat waktu yang berharga.

Komitmen untuk kualitas tinggi dijamin oleh evaluasi terus menerus standar mutu yang telah disepakati dan tingkat pelayanan. Dalam kombinasi dengan pertemuan pelanggan reguler dan pemeriksaan kualitas-situs kami memastikan bahwa pelanggan kami `kebutuhan individu dan keinginan terpenuhi pada tingkat yang tertinggi – hari ke hari

Layanan Ramp :
Ramp supervisi (sebagai bagian dari konsep master beban agen)
Pesawat penerimaan dan jalan ke komunikasi penerbangan dek
Bongkar dan pemuatan bagasi, kargo dan surat
Penumpang dan awak transportasi
Bagasi, kargo dan transportasi mail
Fresh air
Toilet layanan
Pembersihan dan perlengkapan kabin
Pendinginan, pemanasan dan mulai
Memindahkan pesawat dan berjalan-out-bantuan
De-icing/anti-icing layanan dan salju / es penghapusan
Keselamatan tindakan

Apakah Ibu hamil tidak boleh naik pesawat ???


Nama : Ayumi Koshikawa Kanaka
NIM : 12241.08.185
Kelas : S1 MTU E
Tugas : Ke-6

Wanita hamil tidak dilarang melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang selama kondisi fisiknya sehat dan tidak ada kelainan dengan kehamilannya. Kelainan yang dimaksud misalnya riwayat kontraksi atau riwayat perdarahan. Bila ada riwayat, dikhawatirkan terjadi perdarahan di pesawat.
Sejak hamil muda sampai usia kehamilan 32 minggu, perjalanan dengan pesawat terbang diperbolehkan bagi wanita hamil-karena tidak akan berdampak bagi ibu maupun janinnya. Tekanan udara di dalam kabin sudah diatur sedemikian rupa sehingga aman untuk ibu yang sedang hamil. Bahkan frekuensi penerbangan pun dapat dilakukan sesering mungkin tanpa menimbulkan bahaya terhadap ibu dan janin. Ibu pun tak perlu mengkhawatirkan alat detektor yang harus dilewati di bagian pemeriksaan penumpang di bandara, karena alat ini tak akan membahayakan janinnya.
Untuk profesi tertentu seperti pramugari, tentu ada peraturan khusus yang mengatur batasan usia kehamilan maksimal sehingga tetap dapat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Seorang pramugari sebaiknya tidak menjalankan tugasnya di pesawat terbang setelah usia kehamilannya 28 minggu. Hal itu mengingat seorang pramugari harus aktif bekerja melayani penumpang pesawat, sementara ibu hamil perlu banyak waktu untuk beristirahat.
oleh karena itu kepedulian terhadap penumpang harus manjadi prioritas utama dalam hal pelayanan agar

SARAN BAGI OPERATOR GSE PAX AND BAGGAGE


NAMA:ABDUL RAHMAN

NIM :224108166

KELAS:MTU E

Saran yang mungkin bermanfaat bagi Operator GSE Pax and Baggage, yaitu :

1. Hendaknya lebih memberi perhatian terhadap unit-unit pendukung lainnya, agar tercipta lingkungan kerja yang kondusif antara operator dengan unit lainnya.

2. Hendaknya mempertahankan pelayanan yang ramah serta selalu siap pada saat dibutuhkan, karena sudah sesuai dengan harapan pelanggan internal.

3. Walaupun telah sesuai pelaksanaannya dengan harapan unit terkait dalam hal memperhatikan ketepatan waktu dalam menyiapkan sarana pendukung, namun hendaknya di pertahankan karena bagaimanapun faktor ini dapat memberikan image yang baik bagi perusahaan.

4. Kemampuan operator dalam merespon keluhan yang di sampaikan oleh unit lain hendaknya di pertahankan atau di kembangkan agar bias melebihi harapan pelanggan.

5. Secara keseluruhan hendaknya memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik agar harapan pelanggan dapat terpenuhi dan memberikan kepuasan pelanggan yang meksimal.

Pengangkutan Hewan Hidup


Nama : Pina Marlina
Nim :2241.08.278
Kelas :E
Tugas ke :7

cargo adalah barang yang memiliki sifat yang tidak membahayakan, tidak mudah rusak, busuk atau mati, merupakan barang yang tidak memerlukan penanganan khusus hanya memerlukan persyaratan pengangkutan yang telah memenuhi ketentuan –ketentuan yang berlaku, serta ukuran dan beratnya dapat ditampung kedalam ruangan ( Compartment ) pesawat udara, sehingga barang-barang tersebut dapat diberangkatkan seperti garmen, spare part, elektronik dll.
Special cargo adalah barang-barang yang memerlukan penanganan khusus baik dalam penerimaan, penyampaian, atau pengangkutan. Penanganan dalam pengangkutan live animal juga merupakan penanganan special cargo.
Bagi sebagian orang, hewan peliharaan mempunyai arti penting, sebagai hewan kesayangan (anjing, kucing, burung) maupun hewan untuk perlombaan, maka di waktu-waktu tertentu, hewan tersebut perlu untuk diangkut dengan pesawat terbang, ada dua cara dalam mengangkut hewan ked alam pesawat udara yaitu dengan menggunakan cargo atau bagasi.
Sebelom memasukan hewan hidup ke dalam pesawat ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi, yaitu, mengenai sertifikasi dan dokumen-dokumen lain nya, diantaranya :
• Surat Keterangan dari Dokter Hewan yang menyatakan kesehatannya baik dan tidak mempunyai penyakit menular.
• Surat ijin pengangkutan dari kantor Karantina setempat.
• Surat pembebasan tanggung jawab (pada saat penerimaan di bandara).
pengurusan surat-surat tersebut dapat dilakukan minimal 1 (satu) hari sebelum keberangkatan. Dan juga membayar biaya yang dibutuhkan. Di dalam memuat live animal, hewan tersebut harus di pisahkan dengan makanan, jenazah, dan barang yang menyengat dan membahayakan bagi hewan tersebut.

Boarding Lounge


Nama : Pina Marlina
Nim : 2241.08.278
Kelas : E
Tugas ke 6

Ruang tunggu bandara merupakan fasilitas yang sangat di butuhkan oleh para pengguna bandara. Kenyamanan adalah hal terpenting yang perlu diperhatikan. Akan tetapi ruang tunggu di bandara fasilitas ruang tunggu kurang di perhatikan atau masih kurang nyaman, khususnya di ruang tunggu bandara di terminal domestic.
Sebagai tempat yang di gunakan untuk menunggu, seharusnya para penumpang diberikan pelayanan yang mengutamakan kenyamanan, tetapi masih ada beberapa bandara yang kurang menperhatikan fasilitas tersebut, misalnya Jumlah kursi yang terbatas, sempitnya ruang tunggu , bahkan ada beberapa Bandar udara yang tidak menggunakan penyejuk udara, Dan hampir di semua ruang tunggu di Bandara hanya menggunakanan satu ruangan besar tanpa pemisah, sehingga seluruh penumpang yang menggunakan ruang tunggu tumpah ruah di satu ruangan yang mengakibatkan ssak dan tidak nyaman. Hal tersebut merupakan masalah yang sering ditemui di bandara-bandara yang ada di Indonesia, terutama di beberapa bandara yang terletak di kota kecil, misalnya Bandara Adisutjipto Jogja, Bandara Polonia Medan, Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Sjamsoedin Noor Banjarmasin, Bandar udara Hasanudin dan bandarbandara lain nya di Indonesia.

Walaupu sebagian besar bandara di Indonesia merupakan bandara peninggalan pda zaman dahulu, bukan berarti sebagai alasan untuk bersaing dengan bandara domestik di Negara-negara lain. penambahan akses internet di ruang tunggu, pemasangan fasilitas wifi di lingkungan bandara. Memberikan executive lounge dimana dapat menikmati makanan ringan, minuman serta akses gratis ke internet, maka dengan perbaikan dan peningkatan kualitas ruang tunggu, semua penumpang dapat menikmati fasilitas tersebut tanpa harus membayar lagi. Sehingga dapat meningkatkan kenyamanan maksimal untu fasilitas boarding lounge yang ada di bandara.

Penanganan Klaim ( claim handling )


NUR AINY
224108091
KLS E
TUGAS GH 9

Definisi klaim atau complain : terjadi bila pelanggan ( shipper atau consignee atau freight forwarder ) yang menggunakan jasa pengiriman tidak puas akan pelayanan atau kesalahan yang telah dilakukan baik dari pihak freight forwarder maupun pihak lain yang terkait didalamnya,bentuk complain bisa hanya keluhan secara tertulis yang mana membutuhkan penanganan professional agar tidak berkembang kea rah klaim atau tuntutan secara material.
Kebijakan dari sebuah perusahaan baik penerbangan maupun freight forwarder ber variasi tetapi pada intinya keluhan dan bahkan klaim harus ditangani secara baik, dengan cara yang professional dan berorientasikan pelayanan untuk mencapai kepuasan pelanggan dan meminimalisasi berkembangnya tanggung jawab dari perusahaan. Lebih lanjut mengenai tanggung jawab penerbangan atau perusahaan ground handling.
Mishandling ( kesalahan penanganan ) : secara serius mempengaruhi minat pelanggan. Seluruh staff harus memastikan bahwa semua kasus dari kesalah penanganan secara baik ditindak lanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Akibat kesalahan dalam penanganan sebuah barang kiriman (cargo), maka akan menimbulkan kejadian atau kelainan yang merupakan hal-hal yang tidak diharapkan terjadi.
Jenis-jenis kesalahan dalam penanganan kargo :
A. Kargo kurang atau tidak lengkap pada saat dating
B. Kargo terbawa atau kelebihan pada saat diterima/ dikirim
C. Kargo tertinggal
D. Kargo teroffload
E. Kargo tidak terbawa / tidak diambil oleh pemilik/ pengurus
F. Kago salah label
G. Kargo rusak
H. Kargo hilang
I. Dokumen hilang
Tindak lanjut bila terjadi Shortanded Cargo ialah :
1. Periksa ke station yang mengangkut bisa Stasion/Negara asal (Origin stasion) untuk impor ,transit station dan stasion akhir ( final destination )untuk Ekspor
2. Data yang harus didapatkan : Nomor pesawat,No AWB, berat ,jumlah barang yang kurang ,dan hal detail lain yang dapat membantu dalam proses identifikasi .
3. Bila tidak berhasil ,kirim berita untuk melacak (tracer message )ke station lain yang dianggap memiliki potensi barang tercecer
4. Bila seluruhnya (Proses 1s/d 3 ) masih tidak membuahkan hasil (negative result) maka tindakan selanjutnya memberitahukan status tersebut /update ke shipper atau consignee
Jika stasiun yang dituju tidak dapat menemukan kargo setelah pengiriman oleh stasiun asal seperti yang tercatat dalam manifest dan stasion tersebut telah menerima balasan pesan berita pencarian melalui email /telek/fax dari stasiun asal dan stasiun transit.

Shipping Instruction ( cargo space booking confirmation )


NUR AINY
224108091
KLS E

Shipping instruction adalah dokumen yang menyertai sebuah transaksi pengiriman yang merupakan pemberitahuan pengiriman dari agen / pengiriman untuk airlines. Agen / pengirim harus menyerahkan shipping instruction kepada pihak airlines.
Fungsi shipping instruction adalah sebagai tanda bukti bahwa agen / pengirim telah melakukan resevasi dan konfirmasi mengenai jenis dan jumlah barang secara rinci kepada pihak Airlines, jika ternyata ada yang salah maka pihak Airlines berhak mengajukan keberatan kepada agen / pengirim tersebut .
Shipping instruction berisi : ( REF : TACT RULE section 2.2.1 B )
Paling tidak terdiri dari 16 item ( tidak termasuk nomor AWB )
1. Shipper Pengirim (Nama,alamat lengkap termasuk kota,Negara,nomor telephone)
2. Consignee Penerima (data sama dengan shipper )
3. Airport of departure ( nama lengkap bandara asal keberangkatan )
4. Airport of destination ( nama lengkap bandara tujuan )
5. Requested Routing /Requesting booking
6. Marks and Numbers (tanda dan jumlah kemasan )
7. Number and kind of packages (jumlah total kemasan dan tipe kemasan )
8. Description of goods (gambaran untuk barang )
9. Gross Weight (Berat kotor )
10. Measurement (ukuran barang panjang xlebar x tinggi )
11. Air freight charges /other charges at origin
12. Declared value for Carriage
13. Declared value for Customs .
14. Insurance amount requested
15. Handing information and remarks
16. Date /Signature

Surat pernyataan oleh pengirim mengenai barang yang tidak jelas rinciannya :
Khusus untuk kasus deskripsi barang kiriman tidak jelas, atau isis barang berupa bubuk obat-obatan, cairan bahan pewarna sintestis, obat-obatan tidak berbahaya dsb. Maka pengirim harus membuat surat pernyataan / rincian tertulis secara jelas contoh : ditulis nama teknis dari produk yang dikirim menyatakan bahwa barang tidak berbahaya, tidak mengandung resiko tinggi. Dalam kasus seperti diatas maka instruksi DGR serta form check-sheet tidak perlu dilakukan karena barang yang dikirim tidak termasuk kategori barang berbahaya.

KELALAIAN PETUGAS APRON


Nama : Resky Amelia Sari
Nim : 224108003
Kelas : MTU E
Tugas : 9

Detik demi detik berlalu, menit ke menit pun berlalu, melihat arah jarum jam yang terus berputar membuat waktu terasa begitu cepat berlalu, jam dinding terus melakukan putarannya, seperti otak saya yang selalu berputar untuk mengerjakan tugas mingguan ground handling. ( hMmm J )
Sekarang ini peranan groung handling di dunia penerbanagan semakin menjadi sorotan, terutama di penerbangan Indonesia. Dalam kurun waktu setahun terakhir ini begitu banyak kecelakaan penerbangan yang terjadi. Kecelakaan ini, di akibatkan selain dari pada human error,cuaca, dan sebagainya. Ternyata faktor kesalahan dari ground handling juga cukup memberikan kontribusi yang besar seperti kasus “Pesawat Lion Air bersenggolan di Apron Bandara Soekarno Hatta”.
(kasus ini saya baca di http://www.dephub.go.id/read/berita/3440 )
Berawal dari kelalaian petugas apron, pesawat Lion Air Boeing 737 900 ER bersenggolan dengan jenis pesawat yang sama saat petugas push back car mendorong pesawat ini keluar dari apron, Yang mengakibatkan kerusakan pada kedua pesawat tersebut.
Kejadian tersebut sangat di sayangkan karena di semua apron dan taxiway ada marka yang memberi petunjuk kepada operator dan petugas. Kalau saja mereka (petugas ground handling) mengikuti semua aturan-aturan yang ada, mungkin senggolan tersebut tidak akan terjadi, maka secara jelas para petuga GH tidak mengikuti aturan tersebut (PAYAH L).
DAN.. Menurut pendapat saya pada permasalahan ini, pihak bandara (khususnya petugas ground handling) harus melakukan pengelolaan dan pengerjaan yang lebih serius dan mematuhi peraturan terhadap kinerja nya. Seperti petugas yang mengoperasikan push back car harus sudah memiliki lisensi, memberikan pelatihan pada petugas yang bekerja di lapangan, memberikan penyediaan sarana dan prasarana yang baik seperti pembatas jalan yang jelas, penerangan cahaya dan menjalin komunikasi yang baik sesama petugas agar tidak terjadi kesalah pahaman yang dapat mengakibatkan kesalahan yang fatal seperti kejadian tersebut. Sehingga kecelakaan tersebut dan kecelakaan yang lainnya dapat dihindari dan bahkan tidak akan terjadi lagi di kemudian hari karena sifatnya yang sangat mendasar dan seharusnya kasus ini tidak terulang jika di barengi dengan tingkat keseriusan dan kewaspadaan serta komitmen yang tinggi dalam menjalankan tugas.

Sekian dan terimakasiiiih.. J

LOAD CONTROL PENENTU KESELAMATAN PENERBANGAN


NAMA : SITI LINARNI KUSUMA

NIM : 224108004

KELAS : S1 MTU E

Load control merupakan bagian unit kerja dari Ground Handling yang menagani perhitungan berat yang dapat ditampung pesawat sehingga dapat seimbang selama penerbangan. Seorang load sheeter harus tepat dalam membuat load sheet karena jika terjadi kesalahan meski kecil sekalipun dapat mengakibatkan kecelakaan.

Menurut saya Load Control menjadi bagian yang sensitif apakah pesawat tersebut dalam kondisi yang layak terbang, kesepahaman antara perusahaan ground handling dengan pilot sangat dibutuhkan karena jika bagian load control tidak memberitahu berapa kapasitas pesawat dan jumlah kargo yang diangkut maka akan berpengaruh pada pesawat tersebut take off dengan mudah atau berujung pada kecelakaan jika ternyata load yang mengalami kelebihan tanpa sepengetahuan kapten penerbang . sebagai petugas load control harus bisa menjangkau dua sisi pemikiran yaitu dari segi safety dan segi ekonomi, mengapa saya tidak memakai ekonomis karena ekonomis lekat dengan makna segala sesuatu yang harus menghasilkan keuntungan dengan modal yang seminim mungkin. Sedangkan kenyataanya dalam bisnis penerbangan harus mengutamakan keselamatan dan semua peralatan yang digunakan didalamnya sudah pasti bernilai tinggi, ya memang sebuah keamanan dan keselamatan harus dibayar dengan harga mahal. Perusahaan ground handling sebagai penyedia jasa load control harus bisa menyediakan pelayanan sebaik mungkin seperti menyediakan laporan loading dan unloading pesawat. Oleh karena itu selain fuel ,seorang load sheeter sangat bertanggung jawab keselamatan penerbangan tersebut.

Terbang, terbang, dan terbang


Nama : Annissa Kusuma Wardhani
Nim : 224109296
Kelas : S1 MTU E

Langkah demi langkah usapan fikiran mulai menjamak kata untuk mulai menggoreskan sebuah fikiran diatas kertas putih dengan menggunakan tinta hitam tentang dunia penerbangan diindonesia.
Tentang dunia penerbangan yang tidak jauh dari kata “PESAWAT TERBANG” atau “BURUNG BESI”.
Sebuah mesin yang memang bisa mengangkut puluhan nyawa dari tempat asal sampai tempat tujuan.Sebuah mesin yang memang menjadi kebutuhan pada zaman globalisasi saat ini,kebutuhan yang memang tiada henti terhadap mesin ini,mesin yang bisa terbang hingga lewati samudra.
Terbenak difatamorgana fikiran akan sebuah pertanyaan tentang BURUNG BESI pengangkut nyawa.Pertanyaan yang memang akan disamakan dengan angkutan pribada kami yaitu sepeda motor.
Apakah mendapatkan sebuah pesawat sama mudahnya dengan mendapatkan sepeda motor ? suatu kutipan pertanyaan yang kolot tetapi penting bagi pemilik otak emas
Mulai berfikir atau bertanya.
Bertanya apakah sama cara pembelian pesawat dengan pembelian sepeda motor ?
Bertanya apakah memang sangat mudah untuk mendapatkannya sehingga sudah ada ratusan burung besi yang melintas diudara, lalu berfikir untuk menjawab pertanyaan yang ada didalam benak ?!
Dan Berfikir untuk mudahkan semua itu terjawab dalam 1 malam,
20 menit berlalu untuk memutar informasi akan pertanyaan didalam otak emas.
Pertanyaan terjawab atas olahan kata serta resapan dari informasi yang dicerna oleh otak emas.
Bahwa sebuah maskapai penerbangan untuk mendapatkan sebuah pesawat tidaklah segampang mendapatkan sebuah sepeda motor digemerlap dunia kami tetapi yang harus dilakukan sebuah maskapai adalah
Pertama, mempunyai rencana kerja jangka panjang yang disebut Rencana Kerja Jangka Panjang Perusahaan (RJPP). Karena setiap pembelian pesawat paling cepat delivery-nya lima tahun tidak seperti sepeda motor yang kadang hanya 2 hari .
Kedua ,Adanya Segmentasi Pasar yang menghasilkan rencana armada untuk mengetahui pesawat apa yang akan digunakan berbeda dengan Segmentasi Pasar sepeda motor yaitu “ yang gesit dan irit+ murah” itu yang laris dimedan pasar.
Ketiga,Setelah Pesawat sudah ditentukan maka diundanglah sebuah perusahaan manufaktur sebagai pengadaan yang nantinya akan melakukan perundingan atau penawaran kepada maskapai yang bersangkutan dan akan berujung pada terbentuknya suatu team pengadaan dari beberapa unit organisasi didalam perusahaan.Begitu rumit sehingga jauh perbandingannya dengan pembelian sepeda motor.
Memang tiada tara untuk membandingkan pembelian sepeda motor dan pesawat udara karena memang jalur prosedur serta peraturan yang memang sudah jauh berbeda.Tapi apapun bentuk prosedurnya selama itu dijalur yang tepat tidak kata kontra untuk tidak mendukung hal itu.
Karena pesawat udara bukanlah sepeda motor yang memang bisa dibawa serta diubah sesuka hati sesuai dengan keinginan pemilik karena pesawat udara adalah angkutan udara yang memegang janji diudara akan keselamatan serta kenyamanan bagi para penumpang hingga ketempat tujuan.

Apron Movement Control


Nama : Andrea Patrick Panggabean
NIM : 2241 08 057
Kelas : S1 MTU E

Merupakan badan pengawasan dan pengontrolan pesawat yang baru landing ataupun hendak take-off. Badan ini berada di bawah naungan Perusahaan Pengelola Airport. Unit ini bertugas menentukan tempat parkir pesawat setelah menerima estimate dari unit ADC (Tower). Sebelum menentukan Parking Stand pesawat unit AMC harus berkoordinasi dengan airline atau operator agar proses bongkar muat berjalan lancar. Setelah menentukan Parking Stand pesawat, unit AMC langsung memberikan informasi tersebut kepada unit ADC (Tower).
Kegiatan Apron Management Service dapat dilaksanakan dengan :
a. Mengatur alokasi parkir pesawat sebaik mungkin dengan jarak antar pesawat, antar pesawat dengan bangunan terminal yang sedekat mungkin untuk proses bongkar muat, ini ditujukan untuk pemanfaatan apron yang optimal.
b. Mengatur jarak yang cukup antar pesawat selain untuk kegiatan bongkar muat, agak terpisah dari bangunan terminal untuk menghindari rintangan di apron.
c. Menyediakan ruang parkir yang cukup untuk pelaksanaan pelayanan terbaik bagi seluruh pesawat.
d. Membantu pesawat dalam kegiatan embarkasi dan disembarkasi.
e. Menyediakan fasilitas untuk pengisian bahan bakar.
f. Menyediakan transportasi dari tempat parkir pesawat kebangunan terminal jika jaraknya relatif jauh.
g. Menyediakan ruang untuk inspeksi pesawat, penumpang, kru pesawat dan barang- barang bawaan.
Setiap parking stand pesawat hendaknya dapat dilihat secara jelas untuk memastikan bahwa pesawat tersebut berada pada jarak yang aman dengan pesawat lain maupun bangunan di sekitarnya.

Boarding Pass nya via Handphone


Nama : Hildawati Arief
Kelas : S1-MTU E
NIM : 2241.08.134
Tugas : Ke-8

Wow , boarding pass pakai handphone? Yaaa, ini dilakukan calon penumpang di bandar udara O’Hare di Chicago. Mereka tidak perlu lagi membawa-bawa secarik kertas sebagai tanda boarding pass. Tinggal tunjukkan layar ponselnya yang memuat bar code ke petugas, dan ia boleh naik ke pesawat. Di bandara kedua tersibuk di dunia itu, layanan ponsel sebagai bukti boarding pass telah diterapkan sejak November 2008, tetapi belum berlaku untuk semua airline. Untuk bisa menggunakan layanan tersebut, calon penumpang harus memiliki alamat e-mail yang aktif, dan juga ponsel atau perangkat berfitur Internet. Sebab ke perangkat itulah boarding pass dan bar code 2D akan dikirimkan.

Prosesnya sederhana: ketika calon penumpang melapor (check in) melalui situs maskapai AA.com, ia akan diberi pilihan untuk menerima boarding pass di ponsel dan Blackberry. Jika memilih opsi mobile boarding, ia akan mendapatkan e-mail dengan link Internet ke boarding pass-nya. Dengan mengaktifkan link tersebut, calon penumpang dapat mengunduh boarding pass mobile-nya, yang menyertakan sebuah bar code yang bisa di-scan di titik-titik pemeriksaan dan ketika mereka menaiki pesawat.
Apakah di Indonesia akan menerapkan sistem ini? Menurut saya, ini tidak begitu penting. karena jika diterapkan, bagaimana untuk penumpang yang tidak memiliki email? Ya sulit untuk diterapkan di Indonesia. Tetapi sistem ini cukup menarik untuk kita ketahui, siapa tahu ada airline yang di Indonesia yang ingin menggunakan sistem ini, kita kan bisa membuatkan email untuk keluarga kita untuk jaga-jaga.hehhee. ☺

Tindakan Mencegah Terjadinya Penyimpangan Bagasi


Nama : catur kusworo

nim : 224108116

kelas : E

sering terjadinya kehilangan,kerusakan,salah kirim bagasi penumpang biasanya terjadi karena miss routing (salah alamat),yaitu bagasi tidak sampai pada pemiliknya /salah kirim , untuk menghindari hal tersebut perlu dilakukan hal pencegahan sebagai berikut :
pada saat penyerahan tiket

penumpang disarankan untuk memberikan tanda pengenal pada untuk setiap bagasinya misalkan nama dan alamat pemilik dari penumpang

pada saat check in
penumpang diingatkan untuk untuk tidak menempatkan barang-barang berharganya didalam bagasi penumpang tidak boleh membawa bagasi yang seharusnya tidak dikategorikan sebagai bagasi,hal ini ditentukan dari besarnya,packingnya jenis barang yang ada didalamnya dan juga beratnya…
semua stiker dan label yang tidak sesuai dengan tujuan bagasi harus dibuang

pada saat di make up area bagasi
area make up harus dijaga agar ruangan selalu dalam keadaan terang, sehingga mempermudah pencegahan terhadap kehilangan dan kerusakan bagasi

pada waktu pemindahan bagasi dari make up area ke pasawat
pemindahan bagasi dari make up area ke pasawat diusahakan untuk dilakukan dengan waktu yang sesingkat mungkin, hold dan penarikan bagasi dari area make up ke pesawat harus dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan

di area claim bagasi
hindari hal-hal yang mengarah pada timbulnya penyimpangan,baggage claim tag dan claim tag segera diambil dari penumpangpada saat penerimaan bagasi, bagasi yang tidak bertuan harus segera diamankan.

ASIK NYA BELAJAR GROUND HANDLING


Nama : Resky Amelia Sari

Nim : 224108003

Kelas : MTU E

Tugas : 8

Di tengah keramaian malam dengan sekumpulan keluarga ku yang tercinta yang tengah berbincang-bincang, tiba-tiba ada dua kata yang terselip di dalam otak saya yang agak membuat saya sedikit malas untuk melakukannya yaitu TUGAS GROUNDHANDLING karena saya sudah merasa sedikit bingung untuk mencari ide tugas saya yang ke 8 ini, hem.. tapi dengan mengerjekan tugas pertama sampai dengan tugas ke 8 ini membuat pengetahuan saya tentang ground handling menjadi semakin meningkat. Ternyata dunia ground handling itu sangat lah menarik.

Yang saya tahu Ground handling mempunyai tiga cakupan yaitu APRON, TERMINAL dan CARGO, nah dari 3 cakupan tersebut pasti memiliki fasilitas di tulisan saya kali ini ingin membahas tentang fasilitasnya. Dari informasi yang saya baca dari beberapa buku dan internet, Secara umum fasilitas pada suatu bandara terbagi dalam 3 bagian yaitu: Landing Movement (LM), Terminal Area, dan Terminal Traffic Control (TCC).

Landing movement itu merupakan suatu areal utama dari bandara yang terdiri dari runway, taxiway dan apron. Sedangkan Terminal area itu adalah merupakan suatu areal utama yang mempunyai interface antara lapangan udara dan bagian-bagian dari bandara yang lain. Sehingga dalam hal ini mencakup fasilitas-fasilitas pelayanan penumpang, penanganan barang kiriman (cargo handling), perawatan dan administrasi bandara.

Alasan Alat-Alat Elektronik Tidak Boleh Digunakan Dalam Pesawat


Nama : Hildawati Arief
Kelas : S1-MTU E
NIM : 2241.08.134
Tugas : Ke-7

Dilihat dari judul yang saya ambil, kali ini saya ingin memberikan suatu alasan yang berkaitan dengan in flight service. Sebelumnya saya tidak begitu tahu kenapa alat-alat elektronik tidak boleh digunakan di dalam pesawat. Tetapi setelah membaca artikel yang saya cari dengan searching2 di om google, saya jadi tahu kenapa dan apa alasannya. Terutama alat elektronik Handphone yang sangat berbahaya jika digunakan. Kenapa kita tidak boleh menggunakan alat elektronik atau handphone di dalam pesawat? Karena, pada dasarnya pramugari handphone adalah peralatan elektronik dua arah dengan bantuan stasiun relay. Dan untuk menyambung dua peralatan tersebut hingga berdaya guna, diperlukan sebuah gelombang elektromagnetik yang dipasang pada frekuensi tertentu. Gelombang tersebut dipancarkan oleh si pengirim, kemudian ditangkap oleh BTS (Base Transceiver Station) dan disalurkan ke penerima. Sifat gelombang ini bisa saling mempengaruhi bila berada dalam frekuensi yang sama atau berdekatan. Handphone yang beredar saat ini kebanyakan menggunakan frekuensi antara 100 Megahertz sampai 2,7 Gigahertz dengan kekuatan 30 miliwats.

Permasalahannya, ternyata frekuensi gelombang elektromagnetik yang dipakai oleh handphone tersebut sama dengan frekuensi peralatan komunikasi yang digunakan oleh pilot di kokpit pesawatdengan ATC (air Traffic Control) atau menara pengatur lalu lintas udara di darat, yang biasanya menggunakan frekuensi antara 118-137 Megahertz. Tentu saja, kedua frekuensi ini akan saling “bertabrakan”, sehingga bisa mengakibatkan gangguan terutama pada sistem komunikasi di pesawat. Nah, bila itu terjadi, sang pesawat bisa diasumsikan sebagai si buta tanpa pemandu. Apalagi bila pesawat tersebut menggunakan sistem autopilot yang hanya dipandu sistem komputerisasi tanpa campur tangan pilot. Selain handphone, peralatan lain yang tidak boleh digunakan dalam pesawat adalah komputer, CD Player, televisi dan game boy. Pesawat radio juga sangat diharamkan karena ia menggunakan frekuensi antara 100 hingga 2.000 Megahertz.

Beberapa gangguan yang disebabkan oleh peralatan elektronik pesawat tersebut, seperti dilaporkan oleh ASRS ( Aviation Safety Reporting Sistem) di antaranya adalah gangguan navigasi, gangguan VOR, gangguan sistem kemudi otomatis, dan lain-lain (selengkapnya lihat tabel). Bagi penumpang, terutama yang berkelas bisnis atau eksekutif, pelarangan ini tentu sangat tidak mengenakkan. Bagi mereka, komunikasi sangat penting, terutama yang komunikasi yang berkaitan dengan bisnis atau masalah politik, pekerjaan dan lain-lain. Namun jangan khawatir, untuk pesawat-pesawat keluaran dan tipe terbaru, biasanya sudah dilengkapi dengan sistem komunikasi yang canggih. Terutama untuk komputer plus internet, TV, radio dan handphone.

Peralatan elektronik tersebut sudah dilengkapi dengan beberapa antena khusus yang bisa melokalisasi frekuensi yang digunakan sehingga tidak bertabrakan dan mengganggu frekuensi yang digunakan oleh pilot dan ATC. Namun, tetap semua alat-alat yang bisa digunakan itu yang terpasang di pesawat. Alat-alat elektronik milik pribadi tidak boleh, karena frekuensinya belum diatur sedemikian rupa hingga tidak crash dengan frekuensi pesawat.

Penggunaan alat-alat elektronik di pesawat-pesawat tersebut tetap tidak boleh sembarangan. Karena kecelakaan pesawat (90% Kecelakaan Pesawat Udara terjadi pada saat ini) yaitu saat pesawat akan lepas landas dan pada saat akan mendarat, biasanya peralatan elektronik tersebut diminta untuk dimatikan. Apalagi di Indonesia, tidak semua airline di Indonesia mempunyai pesawat yang menggunakan sistem canggih tersebut, maka penumpang mau tidak mau harus mengikuti intruksi pramugari dalam soal boleh dan tidak boleh menggunakan alat elektronik di dalam pesawat.

Bandara


Nama : Juwita Rosyida

NIM : 224108.108

Kelas : S1 MTU E

Tugas ke 8

Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata airport atau Bandar udara. Tempat dimana pesawat melakukan aktifitas take off dan landing. Bandara memiliki peranan penting dalam membuka akses perjalanan yang dilakukan manusia. Indonesia memiliki salah satu bandara internasional yang sudah dikenal banyak masyarakat, yakni Soekarno-Hatta International Airport, Jakarta.

Bandara Soekarno Hatta sendiri memiliki 3 terminal. Terminal 1 digunakan untuk penerbangan domestic, Terminal 2 digunakan untuk penerbangan international dan Terminal 3 yang baru digunakan oleh AirAsia dan Mandala (sayang Mandala sudah bangkrut). Dan juga terminal khusus keberangkatan haji dan TKI.

Airport sendiri memiliki 3 area, yakni public area, restricted area dan non public area. Di public area terdapat beberapa fasilitas seperti toilet, mushalla, restoran-restoran cepat saji dan lain-lain. Disini terdapat airline counter sehingga penumpang go show dapat melakukan check-in dengan mudah. Di restricted area terdapat x-ray, check-in counter, fasilitas wrapping untuk bagasi penumpang guna menghindari bagasi rusak atau di sabotase. Disini juga penumpang melakukan check-in dan timbang bagasi juga membayar airport tax setelah mendapatkan boarding pass di check-in counter. Menuju non public area penumpang akan melewati x-ray kembali lalu menuju boarding lounge. Sepanjang koridor menuju boarding lounge, terdapat duty free shop, restoran, toilet, mushalla, money changer dan fasilitas penunjang lainnya.

Kalau kita menengok terminal 1 di bandara Soekarno Hatta, jauh dari kata nyaman mengingat Soekarno Hatta merupakan bandara internasional. Apalagi saat terjadi peak season, tak ada bedanya dengan terminal bis dan stasiun kereta yang penuh sesak dan tidak nyaman dikarenakan meledaknya jumlah pengguna pesawat yang terus meningkat. Maka dibuatlah terminal 3 yang sudah selesai dibangun dan di resmikan tahun 2009 kemarin. Semoga, kecanggihan dan kenyamanan terminal 3 tidak menurun seiring berjalannya waktu dan malah menularkan kecanggihan dan kenyamanannya pada terminal yang lain.

Alasan Alat-Alat Elektronik Tidak Boleh Digunakan Dalam Pesawat


Nama : Hildawati Arief
Kelas : S1-MTU E
NIM : 2241.08.134
Tugas : Ke-7

Dilihat dari judul yang saya ambil, kali ini saya ingin memberikan suatu alasan yang berkaitan dengan in flight service. Sebelumnya saya tidak begitu tahu kenapa alat-alat elektronik tidak boleh digunakan di dalam pesawat. Tetapi setelah membaca artikel yang saya cari dengan searching2 di om google, saya jadi tahu kenapa dan apa alasannya. Terutama alat elektronik Handphone yang sangat berbahaya jika digunakan. Kenapa kita tidak boleh menggunakan alat elektronik atau handphone di dalam pesawat? Karena, pada dasarnya pramugari handphone adalah peralatan elektronik dua arah dengan bantuan stasiun relay. Dan untuk menyambung dua peralatan tersebut hingga berdaya guna, diperlukan sebuah gelombang elektromagnetik yang dipasang pada frekuensi tertentu. Gelombang tersebut dipancarkan oleh si pengirim, kemudian ditangkap oleh BTS (Base Transceiver Station) dan disalurkan ke penerima. Sifat gelombang ini bisa saling mempengaruhi bila berada dalam frekuensi yang sama atau berdekatan. Handphone yang beredar saat ini kebanyakan menggunakan frekuensi antara 100 Megahertz sampai 2,7 Gigahertz dengan kekuatan 30 miliwats.

Permasalahannya, ternyata frekuensi gelombang elektromagnetik yang dipakai oleh handphone tersebut sama dengan frekuensi peralatan komunikasi yang digunakan oleh pilot di kokpit pesawatdengan ATC (air Traffic Control) atau menara pengatur lalu lintas udara di darat, yang biasanya menggunakan frekuensi antara 118-137 Megahertz. Tentu saja, kedua frekuensi ini akan saling “bertabrakan”, sehingga bisa mengakibatkan gangguan terutama pada sistem komunikasi di pesawat. Nah, bila itu terjadi, sang pesawat bisa diasumsikan sebagai si buta tanpa pemandu. Apalagi bila pesawat tersebut menggunakan sistem autopilot yang hanya dipandu sistem komputerisasi tanpa campur tangan pilot. Selain handphone, peralatan lain yang tidak boleh digunakan dalam pesawat adalah komputer, CD Player, televisi dan game boy. Pesawat radio juga sangat diharamkan karena ia menggunakan frekuensi antara 100 hingga 2.000 Megahertz.

Beberapa gangguan yang disebabkan oleh peralatan elektronik pesawat tersebut, seperti dilaporkan oleh ASRS ( Aviation Safety Reporting Sistem) di antaranya adalah gangguan navigasi, gangguan VOR, gangguan sistem kemudi otomatis, dan lain-lain (selengkapnya lihat tabel). Bagi penumpang, terutama yang berkelas bisnis atau eksekutif, pelarangan ini tentu sangat tidak mengenakkan. Bagi mereka, komunikasi sangat penting, terutama yang komunikasi yang berkaitan dengan bisnis atau masalah politik, pekerjaan dan lain-lain. Namun jangan khawatir, untuk pesawat-pesawat keluaran dan tipe terbaru, biasanya sudah dilengkapi dengan sistem komunikasi yang canggih. Terutama untuk komputer plus internet, TV, radio dan handphone.

Peralatan elektronik tersebut sudah dilengkapi dengan beberapa antena khusus yang bisa melokalisasi frekuensi yang digunakan sehingga tidak bertabrakan dan mengganggu frekuensi yang digunakan oleh pilot dan ATC. Namun, tetap semua alat-alat yang bisa digunakan itu yang terpasang di pesawat. Alat-alat elektronik milik pribadi tidak boleh, karena frekuensinya belum diatur sedemikian rupa hingga tidak crash dengan frekuensi pesawat.

Penggunaan alat-alat elektronik di pesawat-pesawat tersebut tetap tidak boleh sembarangan. Karena kecelakaan pesawat (90% Kecelakaan Pesawat Udara terjadi pada saat ini) yaitu saat pesawat akan lepas landas dan pada saat akan mendarat, biasanya peralatan elektronik tersebut diminta untuk dimatikan. Apalagi di Indonesia, tidak semua airline di Indonesia mempunyai pesawat yang menggunakan sistem canggih tersebut, maka penumpang mau tidak mau harus mengikuti intruksi pramugari dalam soal boleh dan tidak boleh menggunakan alat elektronik di dalam pesawat.

Semakin Jauh Mengepakan Sayap


Nama : Annissa Kusuma Wardhani

Nim    : 224109296

 S1 MTU E 


Segenap mata melihat perkembangan dunia transportasi udara diindonesia semakin meningkat namun disisi lain memang banyak yang harus diperbaiki dari segi sarana ataupun prasarana ,tetapi melihat hal itu salah satu maskapai penerbangan diindonesia semakin menunjukan jati dirinya untuk selalu mengedepankan pelayanan yang maximal terhadap penumpang.
Salah satu maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia yang memang mengedepankan pelayanan,kenyaman serta fasilitas yang mendukung untuk sebuah perjalanan dan hal itu sudah terbukti nyata dengan berani membuka jalur baru penerbangan dari Makassar – Singapura, pada 1 juni 2011 nanti dengan menempatkan pesawat tambahan jenis Boeing 737-800 berkapasitas tempat duduk 180 orang dari 34 pesawat yang ada saat ini dan hal itu membuat Garuda Indonesia semakin matang untuk lebih jauh mengepakan sayapnya dijalur transportasi udara Indonesia.
Dan pembukaan jalur baru tersebut membuat dampak yang positif terhadap kedua belah pihak baik dari maskapai penerbangan yang membuka jalur baru penerbangan tersebut ataupun pemprov sulsel sebagai provinsi yang menjadi pilihan maskapai penerbangan garuda Indonesia untuk membuka jalur baru didunia transportasi udara indonesia.
Oleh karena itu saya sebagai anak bangsa berharap bahwa tidak hanya satu maskapai penerbangan yang mampu untuk mengambil langkah seperti ini, karena semakin banyak maskapai yang berani mengambil langkah seperti ini semakin banyak pula provinsi-provinsi yang nantinya akan jauh lebih berkembang dari segi ekonomi ataupun segi pembangunan lainnya , dikarenakan menjadi pusat lalulintas udara keberbagai macam Negara asia.
Namun, tidak dipungkiri bahwa persaingan maskapai penerbangan diindonesia sangatlah ketat tetapi jangan jadikan persaingan tersebut sebagai momentum untuk menjatuhkan satu sama lain dengan memberikan berita-berita buruk yang belum jelas kebenarannya tetapi jadikan ini sebuah ultimatum untuk memperbaiki keadaan yang sudah ada agar dapat bersaing semakin baik di dunia transportasi udara Indonesia dan tidak menghilangkan jati diri sebagai produk Indonesia dimata dunia.

Merpatiku Terbang Jatuh


Nama : Annissa Kusuma Wardhani

Nim    : 224109296

 S1 MTU E 

Saat mentari mulai menghilangkan cahayanya dan berganti dengan malam untaian fikiran kembali menerpa untuk melihat roda pergerakan penerbangan Indonesia, penerbangan Indonesia yang banyak dibicarakan karena masalah akan keamanan,kenyaman serta fasilitas pendukung dari setiap penerbangan Indonesia.
Salah satu bukti dari masalah tersebut adalah jatuhnya pesawat merpati nusantara MA-60 yang bukan hanya dari faktor cuaca yang tidak bersahabat tetapi banyak faktor yang menyebabkan pesawat tersebut hilang kendali dan akhirnya jatuh di laut dekat Bandara Utarom atau Bandara Kaimana, Papua Barat.
Banyak untaian pendapat serta kritikan dari berbagai macam ahli penerbangan akan masalah jatuhnya pesawat merpati nusantara MA-60 tersebut , tetapi kritikan serta ocehan dari bebagai macam ahli penerbangan tersebut sangatlah wajar karena banyak kekurangan yang ada didalam pesawat merpati nusantara MA-60 tersebut salah satunya adalah bahwa pesawat tersebut bisa dikatakan pesawat ‘KW’ bukan hanya sepatu atau baju yang bisa dibilang jenis ‘KW’ tetapi pesawat yang mengangkut beberapa nyawa pun juga ada yang berjenis ‘KW’ hal yang sangat mengejutkan, bukan hanya dari pesawatnya tetapi juga dari Bandar udara yang dimana pesawat itu akan mendarat, karena Bandar udara yang berada dipapua tersebut tidak menyediakan sarana serta prasarana Bandar udara yang sesuai dengan kondisi geografis papua sedangkan transportasi udara dipapua sangatlah dibutuhkan sebagai akses penghubung kabupaten.
Oleh karena itu peran pemerintah sangatlah dibutuhkan dan harus melihat hal ini bukan dari sebelah mata pisau tetapi dari kedua belah mata pisau karena jangan sampai masyarakat menilai bahwa pemerintah selalu bergerak apabila hal yang buruk sudah terjadi baru mengantisipasi serta harus mengubah system yang memang dianggap salah dan harus menekankan kepada setiap maskapai penerbangan indonesia bahwa jangan pernah mengubah system yang memang harus dilakukan hanya untuk menipiskan pengeluaran untuk pendapatan maskapai semata dibandingkan keselamatan penumpang

 

PENANGANAN PADA DANGEROUS GOODS DAN TATA CARA PENGIRIMANNYA


NAMA            :DEWI ESTY RAHMANIA

NIM                 :224108127

Dangerous goods merupakan barang yang dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan manusia,keselamatan property pesawat ataupun membahayakan perjalanan penerbangan. Yang termasuk dengan dangeorous goods misalnya bahan peledak,minuman beralkohol,tabung-tabung kecil yang berisi gas oksigen untuk keperluan medis, tabung kecil berisi gas karbon dioksida untuk keperluan mekanik dll. Lalu bagaiman tata cara pengiriman dangerous goods:

1.     Pengirim memohon pembukuan terlebih dahulu melalui airlines customer service dengan memberikan pemberitahuan tentang isi,tujuan dan tanggal pengiriman.

2.     Customer service menginformasikan dan meminta klarifikasi persetujuan angkut atas laporan MSDS dari pengirim kepada station ramp/traffic yang bersertifikat DGR.

3.     Station ramp/traffic akan meneliti msds serta peralatan yang ada apakah sudah sesuai dengan ketentuan minimum DGR.

TANGGUNG JAWAB AIRLINES

1.     Acceptance adalah kegiatan awal yang harus melakukan pengontrolan DG sebagai berikut:

a.     Check MSDS

b.     Check pengisian shipper declaration sudah benar apa belum

c.     Check packing atau kemasannya

d.     Check labeling

e.     Melaporkan ke station ramp/traffic

2.     Storage

3.     Loading

4.     Inspection

Airport Check-in Counter


Nama : Rama Rohesa Lenny

Nim :234110042

Kelas :E

Check-in biasanya prosedur pertama untuk penumpang saat tiba di bandara, sebagai peraturan salah satu syarat dari suatu penerbangan mengharuskan penumpang check-in dengan waktu-waktu tertentu sebelum keberangkatan penerbangan. Durasi ini mencakup dari 30 menit sampai 4 jam tergantung pada tujuan dan maskapai penerbangan itu sendiri .

Selama proses ini, penumpang memiliki kemampuan untuk meminta akomodasi khusus seperti preferensi tempat duduk, menanyakan tentang informasi penerbangan atau tujuan , membuat perubahan pemesanan, membayar untuk upgrade.
Check-in berfungsi utama untuk menerima barang-barang yang masuk kargo pesawat. Check-in pilihan dan prosedur bervariasi per penerbangan dengan beberapa maskapai penerbangan yang memungkinkan pembatasan maskapai penerbangan lain di tempat, dan kadang-kadang perusahaan penerbangan yang sama di dua bandara terpisah mungkin memiliki perbedaan prosedur check-in.

Perbedaan tersebut biasanya tidak dicatat oleh penumpang rata-rata dan kadang-kadang mengarah ke layanan interupsi ketika salah satu operator menolak untuk mematuhi prosedur yang operator lain biasanya akan bersedia untuk melakukan.


CARGO HANDLING


Septa Rully Andini

2241.08.061

kelas.E

Penanganan Kargo adalah proses pekerjaan penyelesaian kargo saat mulai diterima sampai dimuat kedalam pesawat untuk diangkut ke dalam atau keluar pesawat baik ke dalam maupun ke luar negeri.

Proses pekerjaan antara lain, seperti :

  • Penerimaan (acceptance).
  • Timbang barang.
  • Pembuatan dokumen angkut (documentation).
  • Build-up / Break-down dari dan pallet/container atau gerobak.
  • Penarikan dari gudang ke pesawat dan sebaliknya.
  • Loading ke pesawat dan unloading ke pesawat.
  • Penyimpanan (storage).
  • Pengiriman (delivery).

Pada prinsipnya Airlines hanya menerima kargo dalam kondisi siap untuk diangkut atau “ready for carriage”. Siap untuk diangkut yang berarti kargo sudah di packing dengan dokumen yang lengkap sesuai dengan ketentuan Airlines, IATA, dan Negara tempat keberangkatan maupun tujuan. Hal ini yang menyebabkan lebih banyak kargo melalui agen kargo daripada perorangan.

Armada Baru Skadron Udara 17 Halim Perdana Kusuma


Nama             : Angga Dwijananto

NIM               : 224108044

Kelas            : E

Tugas            : 5

Skadron Udara 17 Halim mempunyai armada baru yaitu berupa pesawat Boeing 737-400 yang baru dibelinya dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia sebanyak 2 unit yang rencananya akan digunakan untuk melayani penerbangan VIP/VVIP baik pejabat TNI maupun pejabat pemerintahan. Sebelumnya Skadron Udara 17 untuk melayani penerbangan VIP/VVIP mengunakan berbagai macam pesawat seperti Boeing 737-200, Hercules C-130, Fokker 28 dan Helikopter Super Puma. Kini dengan adanya 2 unit armada baru ini dapat meningkatkan operasional dari Skadron Udara 17 dalam melayani penerbangan VIP maupun VVIP.

Penyerahan itu sendiri dihadiri secara langsung oleh Kepala Satuan Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, SIP dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar beserta para pejabat TNI AU dan pejabat dari PT Garuda Indonesia. Armada baru ini rencananya akan dirubah warna serta nomor registrasi pesawat dari PK-GWQ menjadi A-7306 dan dari PK-GWL menjadi A-7305 yang menandakan bahwa pesawat tersebut telah resmi menjadi milik Skadron Udara 17 Halim Perdana Kusuma untuk melayani penerbangan VIP/VVIP.

Apron dan Apron


Nama    : Juwita Rosyida
NIM       : 224108.108
S1 MTU E
Tugas ke 7

Sebelumnya, saya yang background-nya sekolah di SMK Pariwisata, tidak
asing apabila mendengar teman sekolah saya yang mengambil jurusan
perhotelan menyebut-nyebut yang namanya apron. (saya sendiri mengambil
jurusan travel). Ya apron, berwarna putih, dengan kantong-kantong
kecil di bagian lengan kiri, kancing-kancing bungkus di sisi depan
sebelah kiri, alias bentuk celemek yang sering dipakai oleh koki-koki
di restoran, untuk melindungi baju mereka dari cipratan racikan bumbu
atau bahan makanan lain. Biasanya penampilan para siswa bahkan koki
professional itu sendiri dilengkapi dengan topi yg berwarna senada.
Walau saya dulu mengambil jurusan travel, saya tidak terlalu akrab
dengan sebutan atau istilah-istilah yang jarang saya dengar. Saya
sering mempelajari rangkaian kegiatan reservation, ticketing, guiding
dan tour planning. Tapi tidak focus terhadap dunia penerbangan.
Namun, begitu saya menginjakkan kaki di di STMT, saya jadi tau seluk
beluk dan terbiasa mendengar sebutan atau istilah-istilah dalam dunia
penerbangan. Termasuk apron. Apa kali ini dengan definisi apron yang
sama?? Tentu berbeda. Apron yang saya kenal di dunia penerbangan ialah
pelataran pesawat. Dimana, petugas-petugas ground handling dapat
mengawasi atau turun langsung dalam pengerjaannya. Seperti pengisian
fuel, loading baggage, pengisian catering, pengecekan mesin pesawat,
dan kegiatan naik dan turun penumpang juga dilakukan disini. Jika
pesawat tidak parkir terlalu jauh, biasanya para penumpang naik dan
turun pesawat melalui garbarata atau belalai gajah. (disebut sebagai
belalai gajah karna bentuknya yang berbuku-buku dan dapat di arahkan
langsung ke pintu pesawat walau dengan sedikit belokan. Bisa diulurkan
dan bisa ditarik kembali apabila sudah tidak digunakan). Tapi, jika
pesawat parkir terlalu jauh hingga garbarata tidak mampu menjangkau,
maka disediakan shuttle bus khusus bandara (bus bandara yang khusus
mengangkut penumpang dari pintu boarding menuju ke tempat pesawat
diparkir). Lalu untuk masuk ke dalam pesawat menggunakan tangga (yang
bisa dipindah-pindah) yang disediakan pihak bandara atau airlines
(jika pihak airlines memiliki). Tapi kalau pesawat parkir tidak
terlalu jauh, lalu garbarata tidak tersedia (tidak ada atau memang
sedang digunakan semua) penumpang biasanya jalan kaki menuju pesawat
dan naik menggunakan tangga (yang bisa dipindah-pindah) yang
disediakan pihak bandara atau airlines (jika pihak airlines memiliki).
Hanya sekelumit itu saja yang baru bisa saya gambarkan. Tapi kegiatan
dan apa saja yang ada di apron itu masih banyak sekali. Semoga di
tulisan berikutnya saya dapat berbagi mengenai ilmu yang saya dapat.

Keamanan Bagasi


Nama      : Oktivianti Puji Malinda

NIM        : 2241.08.123

S1.MTU.E

Hati-hati sering ada kejadian bagasi di sobek / resleting rusak ”. Kata-kata itu tak asing lagi di telinga kita. Karna memang kejadian seperti itu merupakan sebuah kejadian yang dapat dikatakan sering terjadi dan aneh tak masuk akal (menurut saya).

Dan sampai suatu ketika kejadian tersebut benar-benar dialami oleh saudara saya.

Ketika itu dia baru pulang dari Bangkok dan tiba di Bandara Soetta,setalah turun dari pesawat lalu dia bergegas menuju baggage claim area untuk mengambil bagasinya. Tak disangka dia mendapati bagasinya dalam keadaan tersobek dengan resleting rusak, sungguh kaget dia melihatnya langsung dia memeriksa barangnya dan alhamdulillah semua barangnya dalam keadaan utuh tak ada yang berkurang.

Setelah saya mendengar ceritanya saya terdiam dan sempat berfikir siapa yang melakukan itu semua?? Apakah mungkin tiba-tiba resleting bisa rusak sendiri atau tersobek dengan sendirinya?? (mungkin ya bisa saja namun kecil kemungkinannya menurut saya) atau Ada tangan-tangan jahil di dalam sana?? Sungguh perbuatan yang memalukan (apabila benar ada tangan-tangan jahil di sana). Lalu siapa yang bersalah dan siapa yang bertanggung jawab apabila hal ini terjadi??

(Menurut saya) seharusnya saat transportasi udara mempunyai kelebihan dalam hal safety bukan hanya sekedar safety dalam perjalanannya saja tetapi seharusnya dalam hal-hal seperti bagasi itu pun harus safety. Dan kalau sudah terjadi bagasi sobek / resleting rusak apakah itu dapat dikatakan bahwa transportasi udara itu safety?? ( tidak menurut saya). Karna bagasi sobek / resleting rusak akan merugikan penumpang (apabila memang ada barang yang hilang) dan tentu hal itu akan sampai kemana-mana dari mulut ke mulut dan imbasnya adalah moda transportasi udara dapat tercoreng.